
Caca menyeka airmatanya dan terus berlari ke arah parkiran taksi,Leon akan mencegatnya saat dering telfon mengusik dan memperlambatnya ke arah taksi.itu telfon dari sera.
"ya hallo Sera,ada apa?"
"Nona Erica dan David mengalami kecelakaan,tapi mereka tidak apa2,hanya lecet dan sedikit demam,jadi aku dan Damar menemaninya di Mansion.Studio Kami tutup,,sepi juga sejak kamu ke Desa......aku dengar kamu sudah di kota jadi....kuncinya aku simpan di security ya"
"ok,Sera...kabari aku kalau Caca menelfonmu, dan katakan pada Damar,kirim data lokasi Caca,lacak sekarang juga...."
"oke baik"
Sera tidak akan banyak bertanya lagi,ia langsung mencari Damar suaminya.Leon berlari ke arah taksi lain dan meminta sopirnya membuntuti taksi yang di tumpangi Caca. pria itu lega saat taksi berhenti di depan studionya yang sepi,ia segera turun dan diam-diam mengawasi gadis itu akan kemana lagi saat masuk ke dalam pintu gerbang,,mungkin gadis itu mengira Leon masih tidur di rumah orangtuanya.
Caca masuk ke kamar mandi dan mandi dengan cepat,ia keluar dengan baju ganti yang memang dia simpan di loker khusus yang di sediakan Leon dalam ruang privatenya.dalam hitungan menit gadis itu membersihkan ruangan dan berniat merebahkan diri di atas sofa ruang tamu saat bunyi pintu ruang yang di isi peredam suara itu tak akan terdengar kebisingan dari luar.makanya Caca suka di ruangan ini sekarang namun sosok leon mengejutkannya.
"siapa yang menyuruhmu masuk kerja?"
"aku.......ingin di sini....aku akan melakukan apa saja asal kau..."
"jangan melakukan apapun.....,jika kau ingin istirahat...masuklah di kamarku"
"hah?"
"naiklah ke lantai dua,mulai hari ini studio ini adalah rumahmu"
Sosok tersembunyi Caca mulai terlihat,setiap detil gerakan Caca saat masih kecil suka manautkan jari-jarinya dan menggigit kuku saat menahan rasa gelisah atau menahan airmata adalah menggigit bibirnya,Leon tersenyum mengecup pipi yang mulai basah oleh airmata lagi
"jika sudah siap.....kau boleh menelfonku dari kamar.......naiklah istirahat,kau boleh menangis,kau boleh memukulku.....kau juga boleh meminta apapun,akan aku kabulkan....aku di sini.....yaaa....jangan menahan emosimu"
Leon mengusap pelan rambut basah gadis pujaan itu menengadah dan langsung masuk dalam pelukan Leon,dia menangis sesugukan tanpa sepatah kata,leon turut terharu mengetahui bahwa Caca telah mengingatnya dan tidak menyembunyikan sikap manjanya yang suka bergantung pada Leon.
"kau sudah mengingatku ya.....ummnn gadis nakal.......sssssttt diamlaah...aku di sini.....semua akan baik-baik saja"
Lengan mungilnya tiba-tiba mencengkeram semi jas Leon yang sedikit terkejut tapi tetap tenang.
"Lepaskan aku...."
"aku yang akan pergi jika kau membenciku"
"ia pergilaaahh......!!!!,,karna kau hidupku seperti saat ini,,lepaskan aku ******** tengik kepala monster mesum!!!!!"
Sikapa keras kepala dan umpatan-umpatan Caca kali membuat Leon terkekeh dan melepas rengkuhannya dan mundur kearah pintu.
"baik aku akan pergi,dasar monster kecil yang menyebalkan" Leon pura-pura kedepan tanpa peduli dengan Caca yang mengumpulkan barang-barangnya dari loker,gadis itu berniat membawa pulang barang2 pribadinya,Leon mengunci semua pintu dan memastikan situasi hari ini tidak ada yang mengusiknya.
Sekitar 15 menit setelah berkemas sambil menangis Caca menarik tas ranselnya ke depan studio,berniat membuka pintu utama yang telah di kunci.Caca melihat Leon tersenyum mengejek dari tangga sambil menunjukan kunci di tangan kirinya.tangan kanannya memberi kabar pada orangtua Caca dan juga Sera agar hari ini studio tidak menerima tamu,ia menutup telfon dan bergegas masuk ke kamarnya dan berdiri merengangkan ototnya di depan kolam balkon kamarnya saat caca masuk dengan nafas tersengal karna menaiki tangga dengan berlari.
"aku belum mandi......apalah kau mau ikut?"
Sisa airmata masi terlihat berkilau di pipi merah sembab wajah Caca yang menjuntai tangannya mencari kunci di kantong kemeja Leon yang tanpa sengaja terbuka karna Leon melepas kancing bersiap akan mandi.
"ada apa denganmu ca??,tenangkan dirimu,aku bisa saja melahapmu jika keras kepala"
"biarkan aku pergi!!!,,laki-laki brengsek...."
"apa?,cium aku maka kuncinya bisa kuberikan"
"baik" entah karna tersulut emosi,Caca berjinjit meraih kepala Leon agar merunduk,langsung mengecup bibir pria itu yang terasa hangat,dan tentu saja Leon tidak tinggal diam,Caca mengap-mengap karna bibir Leon tidak berhenti ******* bibirnya seakan tidak akan ada hari esok lagi.kali ini pria itu tidak akan menahan semua hasratnya yang terpendam,lengannya dengan enteng mendorong gadis belia yang masih kuncup itu menjauhi jendela kaca mengarah ke ranjang untuk bersantai di sana.leon mengerang nikmat saat Caca mengusap rambutnya sedikit keras,ada sensasi indah di dalam otaknya saat tubuh polos gadis itu berusaha menjadikannya selimut dari pandangan cahaya matahari pagi yang mengintip dari balik kaca jendela.
"Leon....jangan di teruskan....."
"tenanglah...aku tidak akan menyakitimu"
Leon memastikan pinggul caca masih tertutup selimut.
Caca merasakan tubuhnya menegang karna belaian lidah Leon di perutnya dan turun ke bawah,suara pekikan di sertai desahan menggema dalam kamar kedap suara milik leon yang sudah menekan tombol otomatis pengunci pintu dan mematikan cctv dalam kamar.beribu kupu-kupu berterbangan dalam otak Caca yang begitu terhipnotis akan ketampanan leon memujanya seperti boneka lilin yang telah meleleh karna kehangatan sentuhan pria bertubuh kekar itu mengubah posisinya berada di bawah,tangannya menuntun Caca agar mengikuti sentuhannya yang memabukkan,Leon mengigit setiap jengkal kulit payudara Caca yang mulai meminta lebih..