
Terlampau sering Caca pergi tanpa pamit,sering pula Leon menelfon mertuanya hanya sekedar tau kabar atau kegiatan apa yang di lakukan wanita Asia itu,beberapa potret cinta kasih yang indah dari Zeyna dan Caca di kirim Mr.Harry yang ikut bermain bersama.leon mendesah panjang melirik jam sudah menunjukkan pukul 16.30,dan dirinya kini sedang berada di dapur bersama dua orang putra kandungnya.sibuk menjalankan rutinitas di hari Minggu,memasak makan malam di bantu para maid tentunya,sudah menjadi aturan dan jadwal mereka bertiga hari ini.
"bagaimana peliharaanmu?" Leon bertanya pada si sulung yang mengangkat wajan kotor di letakkan dengan enteng di depan adiknya yang mendapat tugas sebagai tukang bersih-bersih.
"Zeus harus sering-sering menemui mereka Dad....,dan kurasa beberapa ekor harus kembali ke habitat aslinya,seperti leopard dan......" Deuz tak melanjutkan penjelasannya Karna suara bantingan spatula dari si adik yang demo akan rencana si kakak.
"No......! aturan sudah di sepakati,,tidak ada satu ekorpun yang pergi dari wilayah kita.....no,please dad.....no.....!" Zeus merajuk tak ingin jauh dari kucing-kucingnya,dan Leon hanya mengangguk cepat agar tak ada barang dapur lain jadi korban,para maid yang mengawasi cepat mengambil alih pekerjaan Zeus yang mulai gusar,tapi ia terus memegang spon sabunnya dan membersihkan sisa pekerjaanya di bantu para maid,dengan mulut menggerutu dengan pengaduan kakaknya.
"tapi Dad.....,saat ini peliharaan kita terlalu banyak dan mereka sudah sedikit liar...." Deuz mengingat beberapa ekor hewan liar Tumbuh besar dan hanya pada beberapa pekerja saja mereka patuh.
"itu Karna mereka tumbuh besar bersama orang2 itu saja dan kamu,paham kan,mommy tidak terlalu mengijinkan Zeus ke taman sejak saat itu......" Leon tau peliharaan anak-anaknya adalah binatang liar yang pada akhirnya di jinakkan beberapa waktu yang lama hingga besar di lingkungan rumah mereka,sejak Zeyna hadir dan Zeus sempat terluka di kakinya Karna melerai anak jaguar yang berkelahi,sang ibu tak mengijinkan Zeus menemui mereka setiap waktu,,tapi cukup seminggu dua kali,itupun dalam pengawasan dan semua peliharaan itu tak lagi bisa berkeliaran di lingkungan mension,tapi taman buatan keluarga Napoleon.
"oke,tapi kita harus bicarakan ini nanti,di saat mommy kembali dari rumah kaca,apalagi.....anak-anak moci sering kesana...." tidak lupa donk guyyss peliharaan Caca kucing rumahnya saat masih gadis,Deuz punya alasan kucing kecil dan rumahan seperti mereka harus diam di lingkaran mension saja,tapi tadi saat berada di taman,kucing-kucing itu malah di sana bermain di penangkaran dekat kandang harimau.leon mengangguk saja agar kedua anaknya tidak ribut di saat masakan hampir selesai di hidangkan,Zeuz mulai tenang dan melirik kakaknya yang juga siapkan piring di meja.
"Dad......,aku sudah selesai,bolehkan aku naik ke atas.......mengajak Zio Luis bermain game?,aku juga merindukan Zia Alexa yang baik hati....." Zeus menahan kerinduannya sejak sang paman tiba,karna dirinya harus mematuhi aturan jika ada masalah orang dewasa masih belum selesai anak-anak tak boleh mengganggu.
"ya boleh jika saat kau mengetuk pintu dan pamanmu membukanya dengan suka rela......" Leon mengatur meja makan dengan telaten dan Deuz mulai menghitung piring sesuai berapa orang yang akan makan malam nanti sambil bicara ketus.
"mommy tidak boleh kurang cantik dari Zia yang lain bro....." Deuz tak terima jika ibunya menjadi nomor dua dari wanita-wanita cantik di lingkungan keluarganya.
"dan aku tidak bilang mommy saingan dengan Zia Alexa dan Zia twins okey.....!,mommy paling terbaik" Zeus menimpali dengan ketus lagi sambil berlalu dengan membung celemek dari tubuhnya,para maid hanya tersenyum gemas di kala adik kakak ini selalu berdebat tak peduli tuan besar jadi frustasi dan mengomel.
"bisakah kalian tidak memperebutkan istriku??" Leon tak ingin kalah menjawab anak-anaknya yang jadi jengah lalu sama-sama berteriak sebelum benar-benar menghilang dari pandangan.
"mommy adalah ibu kami dan juga cinta pertama kami....dasar pria tua cemburuan....!" kedua adik kakak itu berlari terbirit-birit ke lantai dua di ikuti suara sang Ayah yang masih tetap di dapur.
"tidak ada makan malam untuk anak nakal seperti kalian,telfon ibumu agar cepat kembali....!!"
Mr.Napoleon dan Mrs.Queen hanya bisa mengeleng-ngeleng penuh senyum,kedua orangtua itu sedang duduk santai di ruang tengah bersama Lea dan juga keluarga lainnya,mereka sedang nobar sebuah film.
"keluarga yang romantis....cucu-cucu kita sudah mulai tumbuh dewasa,sediakan rumah dan juga aturan baru untuk mereka...." Mrs.Queen mengingatkan suaminya,tentang para garis keturunan l,Leon melangkah ke arah mereka dan mulai bergabung duduk menikmati acara di depan tv sambil melihat cctv,lalu tersenyum penuh kemenangan,karna sesuai tebakannya,Luis tidak membuka pintu untuk kedua anak nakal itu yang terpaksa mundur ke arah taman belakang bermain bersama sepupu laki-laki mereka.
Alasan kenapa Luis tidak membuka pintu Karna saat itu posisi dirinya tidak berada di kamar tidur,tapi di dalam kamar mandi,duduk di tepi bathtub menyabuni kepala Alexa sambil berusaha tenang menahan diri.
"anak-anak memanggilmu...." Alexa bicara datar pada Luis yang harus tetap sabar hadapi sikap angkuh dan dingin Alexa yang dari 1 jam yang lalu meminta hal mengejutkan dirinya,Luis teringat kejadian tadi,saat ia beranikan diri menemui Alexa di ruang baca dan membangunkannya,lalu sebuah suara tegas keluar dari mulut wanita di dalam bathtub ini.
"bagus,mulai hari ini,jadilah aku beberapa tahun lalu,jika kau sanggup maka aku akan memaafkanmu....,manusia cabul....!" saat itu Luis nyaris ingin Marah dan tak terima tapi otak cerdiknya tiba-tiba mengalahkan kobaran gengsi dan egonya,ia membatin sesaat dan mengengingat siapa Alexa sebelum hadirnya Zeyna,ia penurut,polos dan juga sangat bergantung pada Luis,tak jarang Luis terus menyiksa perasaan dan mentalnya,parahnya jadikan gadis itu uji coba percobaan.
"aturanmu hanya itu girl?" Luis bertanya dengan tenang,dan Alexa membuka lembar demi lembar pakianya sambil melangkah ke arah kamar mandi,Luis berlari ke arah sudut ruangan mematikan kamera pengawas sebelum semua mata di rumah ini melihat hal gila yang tak pernah Alexa tunjukan seumur hidup Luis Alexander,hingga berakhirlah dirinya di kamar mandi jadi maid pribadi si gadis bak boneka Mesir ini.
"apakah kau mendengarku?" Alexa bertanya lagi pada Luis yang terjaga dari lamunannya dan segera menjawab.
"mereka hanya bosan menggoda ayah mereka dan ingin bermain game bersamamu dan aku......,kita dulu adalah team yang keren sayang...." Luis mencairkan suasana dan juga membuka kenangan baru mereka dulu sering bermain game di ruang baca,di mana Alexa sangat menyukai game gadget nya bersama anak-anak Leon.
"hmmm,aturannya tak ada permainan,tak ada hal lain kecuali pesankan aku seseorang mengurus kuku dan juga busanaku......esok aku ingin cantik di depan kamera....." what? hah? Luis meraih handuk dengan tangan gemetar,Alexa tak pernah mengambil keputusan seperti hari ini,apalagi memerintah dirinya maupun orang lain,Luis begitu keras menahan diri agar tak meledak sekarang.gadis itu berdiri dengan cuek mengenakan handuk kimono putihnya dengan cekatan di depan sang suami yang melilit handuk di rambut kepala sang gadis,ia melangkah gemulai angkuh kearah kamar tidur,membuka laci dan meraih sebuah kertas putih di ikuti pulpen,mulai menulis puluhan aturan dan juga selembar nota belanja yang begitu mencengangkan,lalu di serahkan pada Luis.
"Luis Alexander.....baca ini dan jalankan....,aku akan turun makan malam setelah Nota belanjaku telah lengkap di kamar ini.....okey..." Setelah bicara demikian dengan santai lagi,Alexa ke ruang ganti,tak di ikuti Luis,pria itu menekan pelipisnya dan segera turun ke lantai bawah sambil membaca aturan-aturan dan juga mengirim nota belanja atas nama dirinya pada seseorang yang sudah selalu sigap pada perintah tuan muda sulung paling di takuti itu.Leon bersiap menjemput Caca dan Zeyna dari rumah kaca(rumah mertuanya),saat melihat Luis turun dari tangga dengan lembar kertas di sodorkan pada David yang saat itu sedang duduk santai bersama istrinya tak jauh dari Mr.Napoleon dan sang Queen.
"David...,kurasa istrimu harus membantuku....",David meraih kertas itu tanpa menjawab,Ariana istrinya ikut melihat isi tulisan2 tangan itu lalu menatap punggung kekar kakak Luis mereka yang sudah berlalu ke arah Leon yang saat itu melangkah ke arah parkiran mobil,kedua suami istri itu memotret isi catatan itu dan membagikan ke nomor seseorang,yaitu Given yang pada saat sekarang berada di apertemennya,gadis kecil yang dulu mereka pekerjakan kini sudah menjadi mandiri di kota Swiss,ia menetap di sebuah apartemen tak jauh dari studio,dan tentu saja ia tau akan tugasnya,apalagi sudah lama sekali dirinya sibuk dengan kuliah dan pekerjaanya hingga jarang bertemu Yuka,apalagi mulai besok ia akan bertemu teman lamanya yaitu Alexa dengan konsep yang cukup mengejutkan,gadis itu memang penuh kejutan batin Given saat menerima pesan dari kakak angkatnya Ariana dan David.
Di sisi lain, Luis tak mencegat Leon pergi menjemput Caca dan Zeyna,tapi ikut serta di dalam mobil dengan perasaan lega tapi juga luar biasa bingung dengan sikap Alexa.
"bisakah Mommy dan Daddy yang memimpin makan malam kita nanti?,aku....ingin meminta doa dari mereka agar semua baik-baik kedepannya...." Luis membuka suara sambil bersandar tenang di pojok kursi penumpang belakang,Leon di ibaratkan sopir duduk menyetir mobil sport Lamborghini terbarunya ke arah rumah Keluarga Harland yang sebenarnya bisa juga di tempuh dengan perahu motor menyebrangi danau.tapi,mengingat hari semakin sore menjelang malam,dan jam seperti ini akan banyak masyarakat yang menyebrangi atau sekedar bersantai di tepi danau.
"kurasa ide yang bagus,sekalian sebagai ucapan syukur kita atas kesembuhan Alexa......" Leon menjawab dengan santai,dan juga tegas sebagai tanda malam ini akan ada acara makan malam meriah lagi,dan kali ini ia harus hadir tanpa memikirkan egoisnya lagi,yang pernah ia lakukan kemarin.