My Nanny, Ohh My Future

My Nanny, Ohh My Future
113. Teh rasa garam dan cuka



Banyak hal yang harus di lakukan Caca saat tiba kembali di Swiss,apalagi setelah projecknya yang kemarin sudah rampung semua,hingga beberapa hari ia kembali ke rumah dengan rasa lelah dan larut malam,studio nya sudah sangat terkenal dan kini semakin banyak saja program di dalam studionya.


lalu rumah mertuanya sedang di renovasi untuk beberapa bulan kedepan demi hunian pribadi di masa tua nanti,lalu tidak lupa di sebelah taman Mension ada beberapa kamar paviliun yang sejak awal kamar pribadi Erica,David dan Devis jika ke Swiss tapi saat ini menjadi sebuah hunian beberapa karyawan Caca dan juga peliharaan yang di jaga ketat tentunya,tidak terbuka untuk umum.kembali di perusahaan dan fokus juga pada anak-anak sudah rutinitas Leon,pria itu di luar rumah seperti pria lajang yang begitu misterius dan dingin,tapi jika ia kembali di rumah,seperti biasa ia punya dua putra,dan dua putri(Zeyna dan istrinya).


"Dad.....,aku pamit ke rumah Christ",


itu suara Zeus yang akan pamit ke seberang danau,di sana ada bibi Given dan juga sepupunya bernama Chris,anak sulung dari paman David.


"Zeyna ikut!,tungguuuuuuuu......! ikut-ikut.....!"


itu suara Zeyna yang muncul dari balik pintu kamarnya,tapi Zeus tetap berjalan tidak ingin adiknya ikut,dan hal itu membuat Leon pusing,karna Zeyna akan merajuk dan marah sambil berusaha menyamai langkah kakaknya menuju parkiran,kakaknya Deuz melarang Zeus untuk mengajak adik mereka pergi jauh-jauh dari rumah karna sebentar lagi mereka harus berpisah dengannya,kecuali Deuz ikut,si sulung tukang merintah itu sedang sibuk membenahi beberapa hal di kamar pribadinya.


"Zey tidak bisa ikut,kami akan pergi bermain basket.....,Daaadddy.... please bantu aku..." Zeus memohon agar ayahnya membantu,karna kakaknya saat ini sedang mengunci diri di kamar jadi tidak bisa membantu.


"ajak saja adikmu...." Leon mulai ikut membela Zeyna karna tidak ingin anak itu menangis.


"Dad.....,Zeyna akan mengacau di sana okey......"hanya alasan di buat-buat,karna anak itu tidak pernah mengacaukan apapun setiap kali bersamanya,malah anak itu patuh dan diam bermain dengan bibi Given di rumah paman David atau sekedar di dandani kembar Anna dan Andrea adik kembar Chris,kedua anak kembar itu hampir seusia Zeus,cuman beda beberapa bulan saja,tapi Zeus lebih akrab dengan Chris lalu suka menjahili dua remaja kembar itu dan pulang ke rumah dengan babak belur,karna kedua gadis itu tidak akan diam dan hal ini sudah menjadi makanan Deuz yang akan membela adiknya dengan cara memberi mereka semua hukuman,karena di keluarga ini,Deuz adalah cucu sulung dan juga anak pertama dari keluarga Leonel Napoleon.


"tidak,Zeyna ingin bermain dengan bibi Given......!,ingin memasak.....percayalah....kak Anna dan kak Andrea juga pasti menungguku..",


"Aduhhhh.....,mommy sebentar lagi pulang kerja,dia pasti sedih jika Zey tidak ada di rumah,jadi......"


"jadi,,kak Zeus juga tidak usah kemana-kemana!!!!,,karna kakak juga anak mommy.....no coment,dan...,o'o...ada tamu datang....." Zeyna tidak melanjutkan kata-katanya Karna mendengar suara bel pintu,dan mommy mereka tidak perlu membunyikan bel itu jika sudah kembali.Zeus mendesah mengalah kedepan pintu gerbang membuka pintu bersama salah satu security di pos,dan helaan nafasnya malah berubah sesak sejenak melihat mobil siapa yang masuk di parkiran,itu mobil paling mewah milik paman sulungnya.


"si pengacau datang di rumah kita....!,Zeyna ayo ke kamar.....! Zeus akan menarik adiknya tapi Leon memberi kode agar tetap tenang dan menatap putranya agar welcome saat melihat kakaknya tidak datang sendirian.


"hallo kak,,selamat datang di rumah....!" Leon menyapa kakaknya Luis dengan ramah di balas dengan senyuman,dan senyuman itu sedikit memudar saat gadis kecilnya ikut menyapa dengan ceria,


"welcome my home Uncle Luis ..." di sertai dengan gigi kelinci dan tatapan berliannya membuat hati Luis tertusuk,dirinya di panggil paman oleh putri kandungnya sendiri,ia menoleh ke arah istrinya yang terlihat bereaksi berbeda darinya,wanita cantik itu langsung tersenyum manis dan ini langka sekali di depan luis maupun Leon.


Tatapan Alexa sedikit menyipit saat menatap bola mata Zeyna,dan moment itu terlihat aneh di mata anak itu lalu tiba-tiba ikut menatap balik,ada perang batin yang terjadi antara keduanya,ibu biologis yang kehilangan moment karna melahirkan,dan anak 7 tahun yang hanya tau jika orangtuanya adalah Leon dan Caca.



Alexa


"Mommy masih di kantor....,tapi aku bisa membuatkan kalian teh jika ingin menunggu....benarkan kak?"


Zeyna tidak tau jika yang menatapnya adalah ibu yang melahirkannya,dia hanya tau Alexa sering sliweran di studio jika ia di ajak dan melihatnya di sana dan mengira wanita cantik berambut perak keabuan ini adalah salah satu karyawan mommy nya,Deuz dan Leon tidak kaget dengan sikap ramah dan cepat akrab Zeyna,apalagi untuk Luis,mereka sering bersama dalam beberapa saat dulu tapi sebagai paman sulung,dan setelah beberapa Minggu berlalu mereka kembali bertemu.


"Sayang...kami kemari untukmu....." Luis berkata lembut sambil mengusap puncak kepala Zeyna yang sedikit tidak terima dan kembali mengusap puncak kepalanya sendiri dan merapikan ponikuda lucunya itu dengan bibir protes.


"no,uncle.....!,kau jangan merusak poni baruku,kau tau.....,ini adalah poni kesayangan Daddy....,oh ia,ada keperluan apa dengan anak kecil sepertiku?" Leon hanya mengangkat bahu dan menuntun anak itu masuk di ikuti yang lain,tapi Zeyna terlihat penasaran dengan wajah lucunya menatap Luis dengan bola mata bulat menggemaskan.



Zeyna


"rambutmu bagus dan indah sayang.....,makanya uncle ingin mengusap-ngusapnya......"bola mata yang berwarna perak menatap penuh tanda tanya pada perkataan Luis,tentu saja pria itu tau jika rambut Zeyna baru saja dicat Leon jadi berwarna keemasan,padahal warna rambut anak itu sejak lahir mengikuti warna rambut ibunya yang keabuan.


"tapi aku tidak suka jika kepalaku di sentuh tiba-tiba kecuali kakakku dan Daddy....."


"kenapa hanya mereka saja yang boleh menyentuh rambutmu?"


"karna mereka keluargaku!,dan aku tidak ingin karya Daddy di rusak.....okey....." jleeeb!!,,kata-kata Zeyna lagi-lagi menusuk hati Luis,tapi ia harus sabar karna Anak ini tidak tau menahu dengan statusnya.


"lihatlah bibirmu ini cerewet sekali ya......," Luis tidak ingin mengalah dan terus membuat Zeyna berbicara sekalipun sakit hati mendengar ucapan-ucapan polosnya.


"oh ia,kita kan harus ke rumah kak Chris kan kak?" Zeyna tidak menggubris Luis dan malah menggenggam tangan Zeus dan menengadah menatap kakaknya yang bingung juga melihat situasi ini,jika ia pergi bersama Zeyna,pasti Daddy tidak akan memberikan ijin.


"kita akan pergi besok....."


"curang....!!!,,aku ingin kesana.....,bibi Zeyna dan bibi Yuka pasti suka melihat rambut baruku!"


"Zeyna.....,,bisa besok....."itu suara Leon menahan anak-anak untuk pergi,tentu saja Zeyna tidak langsung Patuh dan mulai protes lagi.


"Daddy tadi bilang boleh,tapi kenapa sekarang pake drama?" tatapan penuh selidik itu membuat Leon langsung mengecup kedua pipi gadis gembul ini dan tersenyum.


"rumah kita kedatangan tamu sayang....,jadi kita harus siap-siap,kamu tadi bilang mau sajikan teh untuk mereka bukan?"


"Yap,teh isi garam dan cuka....he he"


Zeyna menjawab enteng sambil terkekeh dan itu membuat Leon dan Luis sama-sama terkejut.


"di dunia ini manusia membuat teh dengan gula sayang....."


"yeeaa....jika saja tamu kita tidak mengacaukan misiku.....,seperti kata kak Zeus.....,Paman Luis seorang pengacau......!" Leon menutup mulut Zeyna dan menatap kakaknya penuh senyuman semirik,antara meminta memaklumi mulut Zeyna atas didikan nakal anak keduanya itu.


"Daddy harap,sikap nakal ini cukup hari ini kami semua di sini dengar ya nak.....,hmmnn,setuju?" Leon memberi peringatan ringan penuh kasih,tapi Zeyna adalah anak yang mengalami beberapa kelainan mental,teguran itu tidak akan membuatnya setuju,kecuali kakak sulungnya dan sang mommy yang bicara hal itu,ia akan patuh,jika Daddy tidak bisa ia anggap serius karna aturan di rumah ini....,


"bukankah Daddy selalu berbisik padaku jika aturan yang di buat mommy dan kak Deuz,adalah aturan yang harus di langgar he-he?",sungguh sial nasib Luis hari ini,sang putri kecil ini sedang masa-masanya penasaran dengan dunia,Leon hanya bisa menepuk kening.


..."sayang .....stop it.....,setuju untuk kali ini saja ya ..,," Leon menunggu jawaban atas tegurannya,tapi Zeyna menanggapi dengan alis bertaut kesal....


...****************...