My Nanny, Ohh My Future

My Nanny, Ohh My Future
48.Alexander dan Alexa



" Hubby,hentikan.....dia butuh tidur!",


itu teriakan Caca sore ini dari arah meja kerjanya saat Leon sibuk dengan mencium pipi gembul putranya yang masih mendengkur setelah tiba dari Italia,putranya begitu semangat dan bermain di pesawat,hingga tertidur setelah mendapat pelukan dan buaian lembut ibunya yang sekarang melanjutkan kuliah online.Leon kembali mengecup pipi putranya lalu melangkah kearah jendela mengamati kelakuan David yang membujuk istrinya agar tak kembali hari ini ke Italia,keduanya sedang di taman depan bersama Riana dan juga Devis.lalu Caca ikut beranjak kearah samping Leon memandang baby Deuz di sofa dekat jendela,dimana anak itu tidur pulas memeluk boneka beruang usangnya.kedua suami istri itu ikut memandang keluar jendela saat


mendengar mesin mobil Sera yang rupanya keluar pergi membersihkan rumah pribadi mereka yang dulu telah di hadiahkan Leon saat Damar menjabat jadi Wakil Direktur di perusahaan,maka tugasnya melebihi standar,kedua suami istri itu adalah tangan kanan dan patner Luis dalam hal pekerjaan,mereka memiliki ikatan mutlak sejak menandatangani surat perjanjian dari awal Leon membuka usahanya dari nol,tanpa mereka Leon bukanlah dirinya yang sekarang,Sera dan Damarpun tak bisa meninggalkan Leon sekalipun mereka ingin,karna keduanya dulu bukanlah apa-apa tanpa Leon yang mengangkat derajat mereka,biarpun leon sering bertindak kejam dan tak jarang melemparkan kesalahan,Sera dan Damar tak pernah sakit hati atau membencinya,Karna mereka paham sikap itu tak sebanding dengan hati Leon yang sesungguhnya memperhatikan mereka secara finansial dan apalagi istri kecil Leon adalah wanita yang tak pernah melewatkan keduanya sebagai kakak terbaiknya,Sera sering pergi mengurusi kehidupan pribadinya tapi bukan berarti wanita itu tak kembali,jadi Leon tak merasa keberatan dengan sikap asisten istrinya itu.


"Hubby.....aku boleh bertanya sesuatu?"


Caca bertanya sambil meletakkan bantal di tepi sofa agar putranya tidak berguling ke lantai saat mengeliat dalam mimpinya,sang suami melirik ke arah labtop yang sudah di matikan Caca yang kini ikut duduk sambil melihat keromantisan dua pasang pasutri David dan Deviz bersama istri kembar mereka.


" mau bertanya apa?"


"siapa wanita yang di hubungi kak Luis di hpmu itu?"


Leon mengingat kembali kejadian kemarin di mana istrinya murka karna membaca percakapan mesra di handphone dirinya dan juga misi rahasia Leon menghadapi si Alex Nude paman dari mantan kekasihnya itu.


"apakah kamu sungguh-sungguh berpikir jika aku ini membohongimu?"


"tidak,aku tau hubby pria yang sangat dingin pada wanita,tapi percakapan itu...."


"itu percakapan kak Luis dan istrinya"


"istrinya?,tunggu.....!,jadi kak Luis sudah menikah?"


Leon mengangguk meyakinkan istrinya yang terkejut,gimana tidak kaget,sosok pria berwajah beku itu sehari-hari bersama Leon atau Lea,kacuali di larut malam atau beberapa hari menghilang yang sudah jadi ciri khasnya.


"ingat tidak gadis yang mengiringi Lea bernyanyi,saat ulang tahunnya?"


"gadis kecil yang mengiringi Lea bernyanyi,yeaa aku ingat!,yang aku juluki gadis peri Karna warna rambut dan kulitnya yang pucat?,pemain piano yang cantik itu?"


"Hem...."


"apakah itu anak kak Luis?"


"ha ha ha sungguh kamu ini benar-benar masih saja polos ya ca....."


"loh.....jangan bilang gadis itu istri kak Luis?"


"dia hasil karya kak Luis dan juga istr sahnya ca"


Mata hazel Caca membulat menatap raut serius suaminya yang sesaat menarik senyuman mengecup kening istrinya lalu bicara lagi.


"mungkin sudah garis keturunan kami memiliki istri-istri yang masih bocah ha ha"


"ini tidak lucu!!!!,,,dia masih terlihat terlalu belia......aku harus bertanya langsung pada kak Luis"


"saat inipun mungkin Kak Luis sedang bersamanya ya telfon saja"


Caca terdiam,ia memang berani bertanya pada kakak ipar tampannya itu,tapi mengingat raut wajah gadis kecil itu,Caca menelan ludah pahit dan cepat mengeleng.


"kenapa mengeleng?"


"ku akui bisa bertanya pada kak Luis,tapi aku langsung merinding jika mengingat malam itu selesai main piano,dia langsung pergi,aku mengira dia adalah tamu yang di khususkan untuk party saja.....dan juga,mengapa dia tidak berinteraksi bersama kita"


"namanya Lexa.....,dia seperti itu karna sikap kak Luis juga"


"apakah dia masih sekolah?"


"kenapa kamu begitu penasaran?,nanti ada saatnya kalian kenalan....."


"huumm baiklah,aku tidak akan bertanya lagi,saatnya membalas chat mami dan mommy"


Leon mengusap lembut puncak kepala istrinya yang memilih mengecek pesan ibu kandung dan juga ibu mertunya,kedua wanita itu sangat perhatian padanya.


"apa lagi yang ingin kamu tanyakan?" tanya Leon sambil memotret David yang di jewer istrinya di taman sana.


"bisakah kita hidup tenang seperti dulu hubby?"


Pertanyaan itu membuat Leon menatap penuh kuatir,inilah yang ia takutkan,jika istrinya mengetahui semua ancaman karna latar belakang dirinya sebagai putra Napoleon.tapi pria itu tentu telah menyiapkan penjagaan ketat dan juga sedang mencari solusi terbaik.


"tidak ada yang perlu kamu kuatirkan,lihatlah dirimu ca,5 jenis bela diri kamu kuasai,dan suami yang siaga......apalagi sayang?humnn ada satu hal yang kamu harus tau....."


"apa?"


"istri kak Luis memang belum pernah kamu temui tapi sebenarnya,yang membantu aku bisa menemukanmu dengan cepat Karna dirinya,jadi setiap ada bahaya yang mendekatimu,dia seperti alarm yang begitu cepat memberi peringatan....."


"gadis sekecil itu?"


"Yap,sesungguhnya dia gadis kecil yang sangat cerdas tapi karna wataknya yang telah di latih oleh seseorang amat egois,semoga sakitnya Alexa kali ini membuat kak Luis sadar"


sebelum Caca lanjut bertanya,suara erangan Deuz membuyarkan percakapan mereka yang fokus menepuk bayi itu agar kembali tidur.


Sedangkan di sebuah rumah berbahan kayu namun interior di dalamnya sangatlah mewah dan maskulin sesuai karakter pemiliknya,seorang gadis berambut panjang sedang fokus berbicara dengan suami yang terbilang terpaut 20 tahun lebih dewasa darinya,tidak lain adalah Luis.


"tidak"


"sayang"


"aku bilang tidak"


kalimat gadis itu tetap sama dalam menghadapi suaminya,terlihat jelas Luis sedang melakukan kesalahan dan si istri tetap pada pendiriannya.


"jika aku memberimu pilihan,aku apa dia?"


"tetap dia"


"what?"


"karna dia ada untukku"


"lalu aku?"


"entahlah,udah ya aku ingin tidur sekarang"


"tidur?,ini sudah jam 9 pagi Alexa luisionarita yang menyebalkan!"



Alexa Luisionarita 17 tahun



Luisioner Alexander 37 tahun


Sejak 3 tahun terakhir,Alexa sering sakit dan kelelahan,Luis juga demikian karna mulai dari eksperimen dan beberapa kali ia meluncurkan produk-produk baru yang menyita waktu hingga fisiknyapun semakin terlihat tak karuan,rambut panjang,raut wajah beku dan sering kali Alexa harus begadang di depan komputer mengawasinya,karna hal itu adalah tugas.sesekali Alexa membantah dan ingin istirahat,walau terkadang dirinya tak sepenuhnya melakukan perlawanan,biar gimanapun Luis adalah bagian dari hidupnya yang tak terbantahkan.


Luis adalah seorang pria berwatak keras dan bebas,kekayaannya melebihi rata-rata kekayaan miliader ternama,namun pria itu bersembunyi di balik ketenaran adiknya yang saat ini semakin sukses.sesungguhnya Luis adalah otak dari semua perusahaan yang di kendalikan keluarga besar Napoleon.rumah tersembunyinya di sini,di balik pepohonan Pinus berlumut,di kelilingi lereng bukit hijau dan rumah kayu yang mungil di tepi sebuah danau dan hutan buatan,istri kecil yang telah di siapkan kedua orangtua kandungnya.namun itu semua adalah rahasia pribadi yang tak pernah orang luar tahu sedikitpun karna luislah yang menginginkan hal itu berlaku.