
Gertakan Leon mengejutkan Luis yang bergegas mematikan rokoknya dan masuk kembali ke kamar,sedangkan di sisi lain Caca mengelus dada ikut terkejut dengan suara keras sang suami.
"suamiku akhir akhirnya suka ngomel....." Caca berbisik pelan sambil menatap ponsel pribadinya mengejek cctv kamar anak-anak yang ternyata sedang di awasi dua nenek sambil duduk ngobrol di balkon kamar dua cucu tampan mereka ,ini kesempatan Caca untuk istirahat.
"aku benar-benar tidak mengerti lagi dengan kak Luis.....,dia seperti anak kecil sekarang......,sedangkan Alexa seperti semakin tidak peka.....,Lea yang sudah mulai bandel dan aku yang sibuk dengan perusahaan,,hhhmmm lelaah sekali" lagi-lagi Leon menggerutu sambil membuka jas dan melempar kesebarang arah,lalu membuka kemejanya di awasi Caca yang akan berbaring ingin istirahat siang selagi Zeus masih tidur.
"ada apa dengan mereka......?,so.....ini membuatku jadi bingung...." Leon terus mendumel tanpa menghiraukan lirikan sinis istrinya karna pakian yang di lepas Leon berserakan di lantai kamar,pria itu melenggang dengan tubuh polosnya ke arah kamar mandi,dan berhenti sejenak karna kalimat istrinya.
"Perasaan manusia bisa berubah kapanpun hubby......,,apalagi jika sikap Luis yang dulunya memulai drama yang begitu rumit.....so,Tuhan semakin memberinya cobaan dengan sikap anak angkatnya yang kini berstatus istri tapi tak di perlakukan sewajarnya dulu.....bisa saja kan Alexa mencintai pria lain......atau mungkin memikirkan cara untuk pergi ke Mesir atau ke Turki sekalian.....,ya seandainya itu terjadi padaku.....mungkin saja aku akan pergi,apalagi jika suamiku malas malasan begini...." Caca berbicara panjang lebar sambil memungut setiap helai pakian yang berserakan di lantai lalu di masukkan ke dalam keranjang,Leon pura-pura tak peka lalu masuk ke kamar mandi menutup pintu rapat-rapat sambil mengusap wajahnya dengan rasa bersalah.pria itu menatap raut wajahnya di depan cermin lalu berguman.
"perasaan manusia bisa berubah?,ck ck tidak" Leon mengeleng sesaat setelah membayangkan jika Caca tak mencintainya lagi,dirinya bisa mati karna struk atau jantungan ha ha ha.
Pria itu membenamkan tubuh lelahnya di dalam bak mandi yang telah di sediakan Caca beberapa menit yang lalu,ada aromaterapi dan suhu air yang hangat membuatnya sedikit melepas rasa lelahnya seharian bekerja.diam-diam dirinya mengetik pesan di group chat menanyakan kalimat yang di lontarkan Caca barusan.dan mulailah percakapan rahasia antara pria di dalam group chat termasuk Luis dan juga Damar di dalam obrolan itu.
Daddy Napoleon dan Papi Harry sedang bermain catur di halaman depan sambil membicarakan kesibukan mereka masing-masing,di saat Ali tiba dengan raut wajah murung,pria Arab itu duduk dengan lunglai di samping Papi Harry yang melirik sekitar,lalu bertanya.
"Li......,sudah makan siang belum?, Erica ada di dalam .....,masuklah...." pria tampan itu mengeleng,dirinya tak ingin membuat istrinya marah-marah di depan orang dewasa,sejak kejadian yang menimpa Alexa di kapal sikap Erica cukup dingin pada Ali,padahal dulu gadis itu sangat agresif mengejar atau mencari-cari cara agar Ali bisa bersamanya,entah dalam pekerjaan maupun di rumah.Ali beranjak ke arah pintu samping menemui Dion yang sejak pagi sedang berdiskusi tentang sebuah klinik bersama Riana,kebetulan kembaran dari Ariana itu datang dari Milan bersama Devis menjenguk Ariana yang melahirkan seorang putra juga,hanya berbeda hari dari tanggal kelahiran Zeus.hingga rumah Leonel ini sangat ramai dengan keluarga besar kedua belah pihak.apalagi jika dari rumah Daddy Napoleon dan juga rumah Papi Harry bisa menggunakan perahu untuk menyebrang,bisa juga menggunakan kendaraan hanya cukup 10 menit paling lama.ke 3 Mension mereka mengitari Danau,jadi silahturahmi selalu terjalin. Ali dan Erica memilih menetap di paviliun belakang mengingat keduanya masih terjalin kontrak kerjaan di perusahaan.
" kau baru pulang kerja?" suara berat Leon tiba-tiba terdengar di telinga Ali yang akan menyambangi temannya yang ternyata masih sibuk di balik kaca ruangan kerja Caca,sejak istri dari Leonel itu melahirkan dan sibuk mengurusi Zeus,ruangan kerjanya sering di pinjam Dion atau Erica untuk diskusi pekerjaan,di sana sudah lengkap dengan perpustakaan dan ruangan santai tentu saja bikin betah,Ali menarik nafas lalu berbalik memberanikan diri menyapa Leon sang tuan rumah yang dulunya sangat ketus padanya.
"ya,seperti yang kau lihat....,"
"makan dulu.....,ini sudah siang,aku ingin berbicara denganmu nanti malam,sekarang pergilah istirahat dan ajak Erica makan,sejak tadi aku tidak melihatnya keluar dari kamar....." Leon yang sekarang cukup perhatian pada pasangan ini,mungkin semakin dewasa Leon paham bahwa tidak selamanya dia harus bersikap tak suka pada Ali,apalagi Erica kini terlihat sedikit ketus pada pria tampan itu,padahal banyak hal yang Ali korbankan demi menetap dan bekerja di perusahaan.
"Terima kasih,nanti aku akan makan tapi saat ini aku......tidak ingin merusak mood Erica...." Ali menjawab dengan getir lalu melangkah keluar pintu kearah taman di mana Yoga sedang menghidupkan motornya akan menjemput Given dari tempat kerja.
"aku ke restoran saja...." Ali pamit pada Leon ke restoran David yang berada di perkebunan anggur,dan telihatlah yoga tak keberatan memberi tumpangan karna tujuan memang ke restoran di mana Given bekerja lagi di sana setelah Ariana di rumah mengurus bayi.
"hufffhh....." Leon duduk bersandar di sofa malasnya di tepi kolam mengawasi Lea bermain bersama maid dan kucing milik Caca yang sudah terlelap beberapa menit lalu,ia tak ingin mengusik istirahat istrinya yang harus terjaga sepanjang malam demi baby Zeus.
" ingin rokok?" itu suara parau Luis yang ternyata mencarinya Karna tak bisa tidur siang sejak melihat tingkah Alexa yang sibuk dengan sekolah onlinenya.
"kakak tidak istirahat siang? aku sudah berhenti,anakku sudah dua orang kak,aku harus menjaga pola hidupku demi anak-anak dan istriku...." Leon berbicara bijak pada kakaknya yang masih merokok walaupun sembunyi-sembunyi dari pandangan mommy dan juga ibu kandungnya,
"lexa sedang sibuk belajar di kamar,setelah proyekku selesai dalam waktu dekat aku akan kembali ke rumahku...." Luis bersuara pelan sambil melihat sekitar,
"kak Luis......,kondisimu belum sembuh....kasian Alexa jika di sana tak ada yang bisa mengontrolmu..." Leon tahu banyak ruang gerak kakaknya jika di rumah pribadi,di sana tak ada yang dirinya takuti sekalipun itu logan ataupun Ciko.
"wajar.....dia saat ini sudah 17 tahun,dia inginkan banyak hal dalam hidupnya.....,seharusnya kak Luis bersyukur dia hanya drop selama sebulan bukan gila karna mentalitas nya kembali terganggu....,,"
"tapi aku iri pada kalian.....,istrimu memberikan keturunan dan mencintaimu,lalu dia juga cerdas bisa merangkul kasih sayang mommy dan Dad.....,,kalian harmonis"
"hei......bro....aku ada untukmu....kami semua inginkan kalian jalani hidup yang normal....tapi tidak bisa instan kak....,lihat sisi baiknya dari semua ini....." Leon berusaha menenangkan dan memberi arahan pada kakaknya tentang kehidupan.
"jika kau kuatir aku mencelakai istriku seperti dulu,,baiklak aku ingin kembali di rumah dan meninggalkan Alexa di sini saja ,tapi.....aku sudah beberapa kali mencoba bukan,dan hal itu malah menyakitinya,saat inipun aku tak sanggup jika mengingat seberapa dalam tatapan kecewanya saat itu di kapal....,aku sudah gagal jadi suami....gagal jadi orangtuanya juga.....akulah yang salah......uuugggghhhh kepalaku sakit" Luis terlihat berbicara menahan rasa sakit dan rasa bersalahnya pada sang istri terus menghantui,Leon merangkul pundak kekar kakaknya dan menepuknya agar tetap tenang,lalu berbisik.
"mungkin Caca benar....,perasaan manusia bisa kapan saja berubah,tapi....Alexa masih istrimu,dia hanya butuh ruang untuk berpikir,bermain dan belajar.....,ada banyak hal yang kak Luis miliki,jangan bandingkan kehidupanku dengan kehidupan kak luis......sadarlah kak,tanpamu....Nepoleon Group tidak akan maju jadi perusahaan internasional seperti saat ini....."
Leon menepuk pundak kakaknya sambil terus memberikan arahan,mata gold berkilat kehijauan pria itu terlihat berkaca-kaca saat sebuah lengan memeluk pundaknya dari samping,itu pelukan dari mommy Queen yang dari awal berada di balik pintu mendengar percakapan kedua anaknya ini,sekalipun luis bukan anak yang dirinya lahirkan tapi pria bermata indah itu tetaplah putra kecilnya yang dirinya urus sejak bayi.leon menarik nafas lega saat ibunya hadir di saat seperti ini,ia beranjak ke dalam memberi kode agar ibunya harus terus memeluk putranya itu selagi Leon memanggil dokter agar segera menangani Luis.
"mommy..." derai air mata mengiringi usapan lembut di bahu kekar Luis,pria ini terlihat tegas dan cerdas di mata siapapun,tapi di mata leon dan mommynya ini terlihat jelas ada rasa putus asa dan juga menahan emosi yang kadang membuatnya bisa melukai dirinya sendiri atau orang lain,dan hanya Alexa yang tak tahu menahu hal itu,dirinya tahu bahwa suaminya sakit,tapi sakit yang dirinya tahu adalah maag kronis hingga Luis harus minum obat,gadis itu tidak pernah tahu bahwa suaminya sudah lama mengidap penyakit mental yaitu self injury atau self harm(melukai diri sendiri).
"aku mencintai Lexa mom.....please....ini sakit mom....jika aku harus pergi....."
getaran suara itu membuat Mata Mrs.Queen di ambang batas kesedihan,dirinya hanya bisa berusaha menahan lengan Luis agar memeluknya saja tanpa harus menyentuh kepala atau rambutnya sendiri,Luis pernah memukul kepalanya atau mengiris pergelangan kakinya jika sakitnya sudah kambuh,Dion segera datang dengan tenang menyuntikkan lengan Luis yang terjaga lalu membenamkan wajahnya dalam pangkuan ibu angakatnya,Leon membawa selimut lalu mengatur posisi Luis agar rebah di atas sofa dan kepalanya masih dalam pangkuan ibundanya yang siaga mengusap dan membisikkan doa terbaik.
Sedangkan Alexa di kamar sudah selesai sekolah online,memilih tidur siang,dua jam berikutnya ia terjaga karna tidak merasakan keahadiran Luis di kamar yang super mewah dan luas itu,ia lalu ingin meraih hp tapi niatnya di urungkan karna melirik beberapa lembar foto di samping hp miliknya,ada foto2 Luis dan dirinya di sebuah album.gadis itu mulai membuka perlahan hingga berhenti di sebuah foto sosok Luis yang tersenyum memapah seorang gadis yang tak terlihat jelas siapa itu,tapi senyuman Suaminya di foto itu sangat jelas bahagia,suaminya dulu seorang perwira muda memiliki kharisma yang sejuk dan lembut.siapa gadis kecil itu??? Alexa begitu penasaran siapa kekasih suaminya sebelum menikahi dirinya demi sebuah penyelamatan.dalam hati Alexa ingin membalas Budi sang suami,tapi dirinya bingung harus mulai darimana.
Alexa ingat pagi tadi,dirinya bangun di kamar tamu,sejak mengetahui bahwa Luis adalah orangtua tunggal yang mengurusinya dari kecil,banyak hal yang berkecamuk di dalam otak gadis itu,semua ingatan dan kasih sayang Luis membuat dirinya bingung dengan perasaannya sendiri pada sang suami,apalagi saat menyadari sejak menikah Luis belum memperlakukannya layak seorang istri,dalam hati yang terdalam lexa mencintai pria dewasa itu,tapi dalam cinta seorang ayah atau suami,dirinya sendiri bingung dan memilih sedikit menjaga jarak jika keduanya sudah kembali ke kamar pribadi.sudah sejak 5 bulan terakhir,sebelum Zeus lahir sikap lexa dominan dingin pada Luis.lamunannya buyar saat pintu di buka perlahan,sosok Luis yang masuk dengan raut pucat langsung rebah di samping Alexa yang beranjak duduk.
"kenapa Daddy tidak mengetuk pintu dulu,kebiasaan sekali......" mulai lagi lexa berkata ketus pada Luis yang hanya berbalik memunggungi gadis ketus itu,saat masuk tadi Luis menahan diri untuk tidak memeluknya,lexa begitu lucu dan manis jika baru bangun tidur.saat ini lexa sudah berusia 17 tahun,dan sedang gencar-gencarnya ingin menuntaskan ujian sekolah dan ingin kuliah.lexa mendapat pendidikan yang lebih khusus dari pada Yoga dan Yuki,ia hanya bisa daring school.sedangkan dua anak kembar itu kini sedang liburan setelah ujian,tentu saja Alexa ingin bermain bersama mereka hingga beberapa kali dirinya yang berinisiatif meminta guru privatnya lebih banyak memberikan bimbangan lebih dari jadwal.
"Dad....,itu foto siapa?" lamunan Luis buyar saat suara merdu itu tak henti-hentinya mengusik,lexa menunjuk foto Luis di saat menggendong Alexa yang berusia 10 tahun.
"itu saat kamu ulangtahun yang ke 10,Dad.....kembali dari kamp militer" Luis menjawab dengan lembut tapi singkat,ia harus mengontrol mulutnya yang suka berbicara banyak pada anak angkatnya ini,sekaligus istri.selama 3 jam dirinya di bawah pengaruh obat tadi,mommy dan Daddy napoleon duduk menemaninya hingga terlelap,dan sayup-sayup Leon dan kedua orangtuanya mengarahkan agar emosinya harus di tekan dengan olahraga rutin dan juga istirahat.
"Hanya itu?" lagi-lagi lexa tak puas dengan jawaban Luis yang menarik selimut dan mendesah kelelahan.
"pergilah mandi dan temani Zeus bermain.....,kasian Caca saat ini mungkin dia sudah selesai menyusuinya,aku ingin istirahat...." perintah Luis membuat Alexa beranjak ke kamar mandi dengan bingung,pria itu tak pernah menyuruhnya keluar dari kamar kecuali Alexa sendiri yang begitu ketus dan mencari alasan untuk keluar dari kamar.
"apakah Daddy....tidak mencintaiku lagi?,biasanya dia memeluk,mengecupku hingga aku jadi risih sendiri dan lari keluar kamar.....kenapa sekarang dia berubah?" Alexa berbicara sendirian di balik pintu kamar mandi.