
Caca segera beralih ke Video Call sesuai keinginan suaminya,hingga terlihat jelas wanita itu sedang berusaha membenahi kimono tidur yang baru saja di kenakan,sambil membiarkan suaminya melihat bahwa istrinya sedang di kamar membuka majalah tak lupa kacamata anti radiasi bertengger indah mewakili keseksian wanita berusia 23 tahun itu.
"apa yang sedang kamu lakukan sayang?,Hobbymu kini membuat suami makan hati begitu?,kamu sama siapa di kamar kita?"
"makan hati?,aku baru selesai kerja Hubby....please positif thinking donk,tadinya sama kak Ariana,tapi karna kak Riana harus kembali ke Milan besok,jadi mereka lagi siap-siap pergi shoping"
"apakah kamu mau ikut berbelanja?"
Caca mengeleng,lalu melirik layar handphonenya di sana wajah tampan Leon sedang menatap keseluruhan tubuhnya.
"aku dengar,hubby marah padaku"
"ya....,aku kecewa melihat foto-fotomu di kampus jadi sorotan media"
"aku minta maaf,baru 30 menit yang lalu juga kak Sera memberitahuku bahwa ada kehebohan di media sosial karna fotoku......"
"aku akan kesana satu jam lagi"
Caca langsung menurunkan kacamatanya lalu menatap serius suaminya.
"Deus gimana kalau Hubby kemari?!!,aku bisa atasi ini semua"
"Ada kak Luis dan Mommy yang menjaganya"
"kenapa hubby mendadak datang?,dua hari lagi aku akan kembali ke Italia kok"
"dua hari lagi??!!!!,apakah aku salah dengar???,kau betah ya meninggalkan Suami dan anakmu di sini???!!!"
"pelankan suaramu hubby!"
"tidak,kau harus di beri pelajaran!!!!!!"
Caca terdiam,tanpa menutup pembicaraan wanita itu mengeleng lirih melihat reaksi suaminya yang telah begitu murka.
"aku belum selesai bicara Casandra.....!!!"
"ini semua hanya karna foto itu dan hubby membentak aku di telfon???"
"karna kamu sudah tidak hargai aku lagi"
"aku salahnya di mana sih?!!,Aku tidak tahu menahu dengan ini semua,aku baru selesai memotret produk desain Milik kak Ariana,dan dia menyuruhku mencoba sepasang samplenya saja....,,aku baru selesai kerja di studio tadi siang,apa salahnya aku membantu kak Ariana?,jika keberatan mengapa tidak bisa bicara baik-baik hubby?,aku tidak sanggup lagi,sungguh!!!!!!!"
Sera yang mengamati percakapan suami istri itu segera masuk ke kamar dan berniat membantu,tapi Caca sangat kesal dan memilih meninggalkan kamar dengan airmata.
"Casandra.....!!!!"
Handphonenya pun masih dalam posisi di atas meja dan suaminya tetap pada watak kerasnya,Sera segera meraih handphone itu lalu menyapa Leon.
"Leon.....,jika kamu marah karna foto Caca tadi,itu bukan salahnya."
"lalu salah siapa?,kemana istriku?"
"dia pergi......,aku jelaskan nanti di jalan ya,di luar sedang hujan,aku harus menyusulnya bukan?"
Leon langsung menutup pembicaraan yang berujung pertengkaran hebat.tak menunggu lama,Leon memesan Jet pribadi pada Damar agar terbang beberapa menit lagi.
David yang masih di sana sangat bingung dan berniat minta maaf,namun Leon telah lebih dulu bicara parau.
"jangan katakan apapun,tidak seharusnya dia semarah itu!"
"ini semua salah istriku....busana yang....."
"aku bilang jangan bicara apapun!!!"
"ini rumah tangga kalian,dan aku hanya ingin menjelaskan...."
"nanti saja...ini memang rumah tanggaku,urusan keluargaku!!"
Sera menjelaskan jika foto-foto istrinya jadi sorotan karna tanpa sengaja Ariana memposting story sample busana rancangan barunya,yaitu busana kasual yang di kenakan Caca saat keluar dari studionya.beberapa remaja langsung merespon karna Caca terlihat cantik dengan pakian itu.dan menurut pandangan Sera,Leon telah keterlaluan memarahi istrinya tanpa mencari tahu fakta.kini Leon gelisah karena wanita itu pergi dari rumah tanpa membawa ponsel.
"Sera.....dia kemana?"
"aku kehilangan jejaknya di studio"
Leon bergegas menelfon tukang kebun di rumah kakek Harland,seperti tebakannya,wanitanya itu pasti di sana,dengan hanya mengendarai motor Leon bergegas menyusul dengan penuh rasa sesal.
Caca kehujanan,
Mrs.Queen sangat cemas dan segera menelfon Ariana agar segera menyelesaikan masalah Leon dan Caca,tapi Sera telah lebih awal memperingatkan Kedua wanita kembar itu agar tetap diam cukup mengklarifikasi maksud dari postingannya tadi.dan ada berita mengejutkan dari Riana,ia tanpa banyak bicara,langsung mengirim dua foto USG dan alat tespek bergaris dua pada nomor Whattshap leon.serta sebuah saran singkat yang sangat menegaskan apa yang harus suami posesif itu lakukan saat ini.
Leon menarik nafas lega saat mendapati Caca sedang terbaring di dalam gelap di kamar Almarhum kakeknya,tanpa takut di marahi,Leon langsung meraih tubuh mungil istrinya ke dalam rengkuhan.
"Sayang ....aku datang...... aku sungguh menyesal,maafkan aku"
Caca terjaga dan meringis seakan akan menahan rasa sakit,Leon mengecek suhu tubuh dan benar-benar mengkwatirkan.
"Baby Deus....."
"ini aku Suamimu ca...."
gadis itu mengerjab lalu,menatap sayu lalu dalam hitungan detik,airmata Caca meruntuhkan ego Leon yang sore tadi mengebu-ngebu.
"hubby.....mengapa kau di sini.....?,apakah untuk memukulku?"
gelengan kepala dan mata Leon berkaca-kaca memapah tubuh istri mungil itu lebih rapat lagi dalam pelukan hangatnya.
"kau demam sayang....."
"aku merindukan kakek..."
tak dapat berkata apapun lagi,ia hanya bisa memeluk istrinya dengan penuh penyesalan dan memohon maaf.Sejak 3 tahun lalu,keluarga Napoleon mengetahui bukan Elisha saja bayangan hitam yang mengincar keruntuhan keutuhan mereka,Leon sangat berhati-hati.ada pria paruh baya yang selalu mengintai dan mengawasi Caca,Luis telah mengutus beberapa penjaga profesional mengawasi pria itu adalah Paman Elisha,seseorang yang obsesi akan paras cantik Caca yang begitu mirip dengan sosok almarhum istrinya.Alexander Nude salah satu saingan bisnis Ayah David juga,tentu saja ini adalah ancaman yang sampai saat ini belum ada jalan terbaik untuk menyingkirkannya.
Luis sedang meneguk kopi panas di meja tengah sambil mengawasi Lea dan Deuz nonton saat Ayah angkatnya mendekat lalu duduk merapat padanya.
"Hallo putraku....Masi saja kamu di sini padahal aku dengar gadis itu masuk rumah sakit"
"aku sudah kesana tadi subuh,saat dia masih tidur...."
"biar gimanapun kalian masih ada ikatan hukum sebagai suami istri bukan?"
"Dad.,....bisakah jangan membahas hal ini sekarang?, saat ini aku sedang menunggu telfon....."
"dari siapa?"
"dari asistenku......paman wanita itu saat ini sedang dalam perjalanan ke Swiss...."
"Alexander Nude?"
"yaaa,,Rumah tangga kita dalam bahaya jika saja aku tidak bertindak"
"kabari adikmu"
"yaa,sudah dua jam yang lalu Leon tiba di Swiss Dad....karna sesungguhnya adikku itu lebih banyak menyimpan rahasia gelapnya daripada aku"
"yaaa,dan Daddy baru bisa mengetahuinya saat kecelakaan Caca 3 tahun lalu....,Leon memiliki bisnis bawah tanah"
"NONNO.....!!!,Nonna dan Zia Erica pulang!!! Yeeaaaahhh" teriakan Deus nyaris mengejutkan Mrs.Queen yang baru saja tiba dari belanja bersama Erica ikut memegang dada,itu sapaan untuk kakeknya(nonno),Nenek(Nonna),bibi(Zia),Paman(Zio) sapaan itu David yang mengajarkan Deuz agar anak itu lebih menggemaskan,yaa semaunya Davidlah di rumah ini ia memang biang pencipta nama -nama baru.anak itu mendapat pelukan setelah keduanya selesai mencuci tangan dan melepas mantel,Luis dan Mr.Napoleon langsung berganti topik membicarakan pita rambut Lea yang dari awal sedang konsentrasi menonton.
Erica mendapat tatapan horor dari Luis saat Deuz lagi-lagi di belikan es krim.
"kak Luis,bukan aku pelakunya,Mommy yang menyuruhku"
"ini sudah jam 7 malam dan ponakanmu makan es?"
"Zio Luis dan Zia Erica tidak boleh bertengkar di hadapanku,telingaku sakit"
"Zio tidak bertengkar..."
"Zio Luis hanya marah,dan itu sama saja"
"anak ini kenapa pintar sekali bicara"
"Zio David yang menyuruhku terus belajar menasehati Zio Luis agar tidak suka marah-marah nanti tumbuh uban"
Luis memutar bola matanya lalu menarik hidung mancung ponakannya yang tertawa sambil meringis lalu naik dalam pangkuan Kakeknya.
"Nonno........,bolehkah Deuz icip ini?"
Mr.Napoleon mendaratkan kecupan lalu menyuruh Maid membawa es krim Itu ke dapur,pria paruh baya itu berdiri sambil menggendong cucunya kearah perapian yang baru di nyalakan David.
"Deuz lapar?"
"tidak Nonno...."
"maka dari itu simpan buat besok siang esnya ya nak"
"baiklah,tapi....Nonno harus membayarku"
"ia dengan sebuah dongeng"
"yaaaa!"
"anak pintar....minta selimutmu sekarang pada Bi Melli"
Anak itu mengangguk ke arah tangga sambil memanggil kepala pengasuh yang turun tangga dengan sebuah selimut dan bantal beruangnya kebawah.malam ini anak itu akan tidur bersama kakeknya,dan itu selalu berlaku di akhir pekan dan awal Minggu.sedangkan Lea anak yang berbeda dari kebanyakan,dia malah lebih suka memiliki kamar sendiri dan maidnya di kamar sebelah di kamar Deus.Erica memilih menemani Lea nonton berdua sambil main hp,sedangkan Mr.Queen bergabung bersama David di depan perapian,Luis dan suaminya sedang berbicara pelan membacakan dongeng sambil mengusap-ngusap punggung Deuz.tapi anak itu belum juga tidur malah berbicara parau.
"Nonno.......,"
"ya sayang?"
"Deuz tadi bicara dengan papi di telfon"
"papimu bilang apa?"
"Deus bertanya Mami kenapa tidur duluan dan tak bicara denganKu?,kata Papi,mamiku lagi sakit,besok pagi baru sembuh....."
Mrs.Queen merapat mengusap kaki balita itu itu yang terlihat kuatir.
"Nonna.....Nonno...apakah mami baik-baik saja?Deus merindukannya"
"yaaa Mamimu sudah minum obat kok nak,makanya dia tidur belum bisa bicara denganmu,apa perlu Nonna telfon sekarang?"
"jangan,,Nonno dan Nonna harus berjanji tidak akan memberitahu Papi kalau Deus cerita ini"
"kenapa begitu?"
"Papi bilang Deus tidak boleh cengeng karna anak laki-laki harus kuat"
Kedua orangtua paruh baya itu menahan tangis melihat Airmata dan hidung Deus memerah menahan isakan,Mrs.Queen meraih Deus merapat dalam pelukannya dan mengusap punggung anak itu agar tenang.
"Nonno dan Nonna harus janji padaku jangan bilang pada papi kalau Deus nangis"
"ya ya ya.....kami janji" Mr.Napoleon tersenyum lirih pada David dan Luis yang dari tadi hanya nyimak lalu angkat bahu lalu keduanya main catur.
saat terdengar suara nafas dan dengkuran halus Deus baru mereka mulai ngobrol pelan sambil mengamati wajah bayi 3 tahun itu.
"persis sekali dengan ayahnya,jika menangis dulu,mulutnya katakan tidak boleh memberitahu siapapun"
"keseluruhan fisik dan wataknya duplikat ayahnya,hanya kulitnya yang lebih ikut maminya"
Luis terkekeh lalu menendang kaki David yang tak terima.
"Nonno.......!,Zio menendang ku!"
David meniru gaya merajuk Deus yang di tanggapi kedua orangtua itu dengan kekehan,Luis semakin keras menendang kakinya lalu bergegas ke ruang tengah menyuruh Lea segera tidur.
"sweety.....saatnya tidur...besok sekolah kan"
"ummnn"
"perlu kakak temanin dulu?"Erica menawarkan diri,tapi Luis memberi kode ingin bicara dengannya.
"aku ingin bicara denganmu"
"setelah aku mengantar Lea tidur dulu"
"Oke"
Luis melihat langkah Erica masih tertatih jika berjalan,sejak penganiayaan yang di lakukan Elisha dulu,Erica mendapatkan patah tulang di kakinya hingga sampai saat ini ia hengkang dari atas karpet merah dan memilih menjadi salah satu model khusus agensi pribadi Luis untuk produk eksperimennya.pelan-pelan Luis menerima kehadiran Erica sebagai anggota keluarga Napoleon,malahannya keduanya kini sering berdua kemana-kemana.
Leon masih di meja makan menemani Sera,Damar,Ariana dan Riana makan malam tanpa Caca,istrinya masih tertidur karna pengaruh obat.
"kak......"
"hmmnn?,ku dengar besok kalian akan kembali ke rumah suami masing-masing"
"ya......,Ari minta maaf ya kak"
"ya semua sudah terjadi,dan ini bukan kesalahanmu,aku duluan ke kamar ya,Sera minta tolong siapkan saja sepiring makan malam untuk Caca,nanti aku sendiri yang ke dapur mengambilnya jika kalian masih ada kerjaan"
"baik...."
"Damar.....pastikan keadaan di luar tetap di jaga ketat ya,Ari dan Ana, malam ini jangan kemana-mana diam di dalam rumah saja dulu"
Ke-4 orang di meja makan itu serempak menjawab sambil mengamati langkah Leon hingga menghilang di balik pintu kamar.kedua wanita kembar itu menarik nafas lega setelah kepergian Leon,
"haaahhh....aku lega dia tidak marah...."
"Leon tidak gampang marah pada orang lain kok,dia hanya panik dan di hantui terus oleh rasa bersalah sejak kecelakaan itu,apalagi orang itu nyaris ke kota ini hari ini,jika bukan karna Luis mengabari polisi"
"apakah dia tahanan kota?"
"ya,sampai ada bukti jelas baru dia benar- benar dapat hukuman yang pantas"
"lalu bagaiman dengan Elisha?"
"tentu saja dia di vonis hukuman mati"
"serem juga ya"
"berdoa,berserah sama Tuhan biar kita di kasih pertolongan lewat tangan-tangan berwajib,jangan takut donk"
Ariana dan Riana saling rangkulan untuk pertama kalinya dan hal itu sangat langka menurut sudut pandang sera.dan ketiganya terkejut mendengar suara gelas jatuh di kamar Leon di sertai teriakan histeris Caca.
Bersambungš¤