My Nanny, Ohh My Future

My Nanny, Ohh My Future
41.Baru Awal



Victoria baru saja tiba dari mengantar suaminya Harry ke Bandara pagi tadi,keduanya putuskan salah satu harus kembali ke New York membenahi rumah dan mengurus kepindahan mereka ke Swiss.apalagi Yoga dan Yuka anak kembar mereka masih belum bisa di tinggal berminggu-minggu.Wanita yang terbilang masih cantik itu menepikan mobil di Basement rumah sakit milik keluarga Leon,ia bersandar di dalam mobil sambil mengamati sekitar parkiran lalu merenungi saran suaminya agar tidak terlalu menyalahkan menantu mereka tentang kejadian yang di alami putri sulung mereka,kini Caca sedang kembali tertidur di bawah pengaruh obat bius setelah menjalani operasi di kepalanya,tak jauh dari sana matanya menangkap sosok Leon yang sedang masuk ke sebuah lift khusus untuk ke atap bangunan.tanpa menunggu lama,Victoria bergegas membuntuti menantunya diam-diam.sebelum tiba di atas,Victoria menelfon Ariana yang mengabari posisinya sedang gantian dengan Leon menjaga Caca di ruang inap VIP khusus keluarga Napoleon.


Leon berdiri menatap gedung-gedung sekitar lalu menengadah di atas langit yang cerah,lalu meraih handphonenya membuka Album dan melihat beberapa potret dirinya bersama Caca.


sejak kesaksiannya 3 hari yang lalu,Istrinya kembali kritis dan mengalami pendarahan otak,tentu saja Leon goyah sampai operasi selesai.ia berdiri menatap wajah pucat istrinya sambil menggenggam tangannya.membayangkan kembali masa-masa Caca bergetar melawan sakit,airmatanya tidak dapat bertahan dengan kepalan tangan meninju tembok pembatas,Victoria menutup mulutnya agar tidak memekik karna terkejut.wanita itu mengenal menantunya dengan baik,iapun mendekat dengan perlahan tanpa berniat mengejutkan suami dari anaknya,sekaligus adik angkatnya beberap tahun silam.


Pria itu menatap ibu mertuanya dengan mata merah tanpa harapan,hingga jemarinya terasa perih saat wanita yang biasa di sapa -Mami- itu mengusap tetesan darah dari buku-buku tangan kanan Leon.


"Ini baru di mulai.......,,jika kamu tidak kuat menghadapi cobaan,siapa yang akan menghalau badai yang mengusik putriku?,kemarilah......"


Victoria menuntun Leon duduk di sebuah bangku panjang,lalu menunjuk sebuah Video lucu cucunya Deuz tadi pagi saat ia mampir di mension mengambil pakian ganti Caca.


"Deuz butuh kamu dan Caca.....ini belum seberapa nak....hadapi dengan keteguhan,percayalah....putriku wanita yang kuat...."


"Mami......apa sebaiknya Caca kembali ke Swiss tanpa aku?,seandainya aku tidak terburu-buru dan membiarkannya bebas dulu dalam kuliah dan karir....tentu dia tidak akan mengalami hal pahit seperti ini...."


"sssssttt.....jika Caca mendengar ini,dia akan mengejarmu dengan samurainya....hey nak....,tidak ada yang perlu kamu sesali,okey....."


"Deuz dan Caca bisa kembali ke Swiss jika hal itu bisa membuatnya bahagia...."


"hey....kau bicara apa?,mami minta maaf kemarin sempat berpikir untuk mengajak Caca kembali ke Swiss......tapi itu semua hanyalah kata-kata seorang ibu yang panik....saat ini yang Caca butuhkan dirimu.....dan Deuz....kalian bisa kembali di rumah kalian jika memang Caca ingin,,jika Caca sadar dan memintamu kembali.....dia istrimu.....dia selalu bergurau kalau kami ini pengasuhnya yang tampan..."


Di sela airmata yang tersisa,Leon tersenyum kecut dan memandang balutan sapu tangan di antara jari2nya yang di ikat ibu mertuanya karna bekas luka tinjuan tadi di tembok.


"pengasuhnya?,,yaaa.....kalian telah melahirkan anak yang mengajarkan aku tentang ketabahan dan ketangguhan....."


"baiklah.....kamu sudah lega..... titip pakian ganti Caca dan mami hanya mampir sebentar menjenguk Caca,Ariana dan Riana butuh mandi dan mami harus ke mensionmu mengurus cucuku Deuz....."


Leon mengangguk paham dan mengikuti langkah Victoria kembali ke ruangan rawat Caca.


Ariana menatap paras pucat adik sepupunya yang masih tak bergeming di atas pembaringan,kepalanya masih di perban sejak 3 hari yang lalu,Riana juga ada di sisi berlawanan sedang mengusap lengan gadis yang terpaut lebih muda 2 tahun dari mereka.


"ca.....sadarlah.....aku juga datang dari New York.....,jangan tidur terus,kasian baby Deuz..."


"Riana.....Ariana....Terima kasih sudah jagain adik kalian ya,sekarang waktunya mami membersihkan tubuh Caca...."


Victoria berniat menyibak selimut dari kaki Putrinya saat Leon bicara parau.


"Mami.....biar aku saja yang ngelap badan Caca.....Ajaklah mereka sarapan...."


Leon meraih handuk basah dari genggaman Victoria yang melihat genangan airmata di kedua pelupuk mata indah Leon,Ariana dan Riana juga segera beranjak dengan patuh dari sana.sesaat Victoria mengusap pundak Leon yang menarik nafas berat.


"Mami tinggal ya......,kalau ada apa-apa telfon kami...",Leon tidak menjawab,ia hanya mengangguk lirih dan mulai merapikan ujung rambut Caca yang mulai semakin panjang,Kedua wanita kembar dan ibu dari Caca berdiri dalam keharuan di balik tirai pemisah antara pembaringan Caca dan ruang tamu dalam ruangan itu,bibir mereka bergetar menahan tangis saat mendengar suara parau Leon menyapa istri kecilnya.


Tetes titik bening yang tertahan dari awal jatuh atas pipi Caca saat Leon menunduk mengecup kening istrinya.


"selamat pagi sayang.......hey,aku di sini,apakah kamu tidak merindukan suamimu ini ca?"


Ariana dan Riana memeluk Nyonya Victoria saat mendengar suara Leon yang bergetar di sertai tangis,pria itu kini tak lagi bisa menahan kesedihannya,tak ada lagi sosok angkuh yang keras kepala di balik tirai itu.saat ketiganya larut dalam kesedihan, sosok manis Lea adik perempuan Leon masuk bersama ibunya Nyonya Queen.kedua wanita dewasa itu saling menatap sesaat dan memberi kode pada Lea agar tidak bersuara,mereka putuskan keluar dari ruangan pergi mencari sarapan di restoran terdekat.tinggalah Leon dan seorang dokter yang baru masuk untuk mengecek istrinya.


Ketika Leon akan mengikuti dokter itu ke balik tirai,saat itulah terdengar suara ringisan dari tempat tidur Caca,gadis itu meringis karna sulit menggerakkan tangannya secara spontan di raih Leon dan dokter segera mengecek kesadaran Caca.


"Caca......kamu sudah sadar sayang.....syukurlah....!"


Gadis itu mengerjap-ngerjap beberapa detik lalu melihat sekitar,dokter dan Leon berusaha menenangkannya.


"Hubby..,.....Bayi kita di mana?mengapa kamu malah menangis??"


Leon mengecup jemari istrinya yang menatap gusar lalu menatap dokter Philip.


"dokter.....ceklah kesehatan suamiku....sepertinya dia sedang sakit......kenapa dia menangis?."


"Dasar bodoh,,aku terharu karna kamu bisa sadar sejak 3 hari setelah operasi"


"jadi hubby mengira aku akan mati gitu.....,,biar bisa selingkuh yaa...."


"kamu ini,,awaaass saja ya nanti setelah perbanmu di lepas,aku tidak akan melupakan sikapmu hari ini...."


"ya udah aku tidur lagi ajah yaa....kerajaanmu marah-marah terusss....."


"jangan......!"


"jangan apa??"


"jangan main-main tentang ini semua,asal kau tahu saja....,Deuz kamu telantarkan karna sakitmu ini.....please....aku juga...."


"yaa.....maafkan aku hubby,tadi aku dengar kok suaramu saat menyapaku pertama tiba,tapi aku kira itu di dalam mimpi,saat sesuatu yang jatuh membasahi wajahku baru aku mulai terjaga dan merasakan keberadaan mu....."


"apa??!!,kamu mengerjai suamimu??!!"


"siapa bilang?,uhhh aku kira lagi mimpi dengar hubby nangis he he,dokter anakku mana??,


Dokter itu tertawa di ikuti Leon segera menelfon Luis untuk melakukan Video Call.


"istriku sudah sadar kak.....baby Deuz kemana?"


"waahh syukurlah.....tunggu sebentar.....Bayi kalian sedang di bath up bersama David...."


Percakapan di balik tirai semakin seru saat Lea kembali dari sarapan bersama yang lain.


"Leon.......karna Caca telah sadar,sebaiknya kamu mandi dan makan....."


Leon mengangguk pada Ibunya dan berniat pergi dari sisi Caca ,namun sempat terpaku karna mendengar gurauan istrinya yang telah kembali normal berinteraksi tanpa embel-embel labil.


"pantas saja aku menghirup bau busuk.....rupanya kak Leon yang belum mandi ya"


"gggggrrrrrrhh.....cacaaaa???"


"ha ha ha Hubby maafkan aku ......kapan aku kembali ke rumah?"


"tidak lucu,kamu diam saja dulu di sini.....!"


Leon melangkah ketus dari pandangan Caca dan yang lainnya yang tertawa bahagia melihat keceriaan Caca telah kembali,dari balik tirai Leon tersenyum tulus mensyukuri apa yang Tuhan kabulkan sepagi ini istrinya kembali sadar dalam keadaan emosi stabil.ia melangkah lega ke arah kamar mandi dengan penuh rasa bahagia.


2 Minggu setelah Caca sembuh total,ia di ajak kembali ke mension.saat itulah Victoria merundingkan sesuatu yang penting pada Caca saat selesai mandi dan dirinya sendiri menyisir rambut panjang putrinya.


"Ca......mami tidak bisa berlama-lama di sini,Yoga dan Yuka sudah di ajak Papi ke Swiss.....kami sudah putuskan menetap untuk selamanya di sana....."


mata Caca berbinar lembut menatap ibu kandungnya yang terbilang masih sangat muda dan cantik.


"Mami.....Terima kasih sudah melewatkan waktu 3 bulan mendampingi Leon dan menjaga Baby Deuz......maaf jika karna Caca....mami meninggalkan pekerjaan Mami dan juga adik-adikku....."


"mami ingin memeluk putri sulung mami sekarang...boleh?"


Caca mengangguk,Victoria memeluk putrinya dengan airmata berlinang,baru kali ini Caca begitu tulus berbicara ramah padanya,sebagai seorang ibu yang pernah meninggalkan Caca jauh dari kasih sayang lahir batin,tentu ini adalah moment paling indah untuk Victoria. ia percaya,kasih sayang di mension bak istana ini telah mengubah perilaku putrinya dengan perlahan.sungguh berbeda jauh saat Caca hidup sendirian di tinggal kakeknya,tentu ia lebih banyak ketus dan membantah perkataan ibunya.


Ketukan pintu yang tak menunggu di persilakan masuk adalah ciri khas Lea,gadis cilik bermata perak itu berlari ke arah Caca dan keduanya berpelukan erat di atas kasur,lalu d ikuti Baby Deuz yang turun dari gendongan Leon ,hati Victoria yang awalnya ingin membawa putrinya kembali dengan paksa kini surut oleh pemandangan hangat di depan matanya,beberapa hari ini dirinya sadar,Leon memberikan ruang gerak pada ibunda Caca agar melihat ketulusan dari pihak keluarga Napoleon menyayangi Caca,saat ini juga Leon selesai mengantar Putra kecilnya dalam pangkuan Caca,pria itu kembali keluar kamar menjumpai Luis dan Ayahnya di ruang kerja.hingga Makan malam tiba,Victoria akhirnya buka suara untuk pamit kembali ke New York dalam rangka mengurus galerinya yang hanya ia pantau dari jauh.


"Jika tidak keberatan,kami yang akan mengantar Caca ke Swiss bulan depan.......saat ini secara khusus dokter masih harus mengontrol perkembangan dari hasil Operasi di kepalanya....."


"baik Mbak Queen,aku tidak dapat membalas kasih sayang kalian untuk putriku.....Leon,Terima kasih...."


Mrs.Queen mengusap lengan besannya yang terlihat terharu melihat tanggapan Leon yang tersenyum penuh anggukan,setelah dua tahun berjuang meyakinkan Victoria yang awalnya banyak menyimpan keraguan dan segala pertimbangan rumit,kini ibu dari 3 orang anak itu sangat yakin kebahagiaan putri sulungnya adalah berada dalam rangkulan laki-laki di depannya ini,raut wajahnya memang terlihat dingin,namun hati dan pikirannya selalu harmonis untuk Caca dan cucunya.


Caca sibuk menyuapi Lea dan Deuz yang merengek makan bersama dalam satu meja makan orang dewasa,tentu saja hal itu telah mencuri perhatian Ayahanda Leon yang dari awal lebih asyik mengawasi putri bungsu dan cucu pertamanya.


Luis lebih dulu selesai makan dan beranjak berdiri di iringi dengan kalimat penuh tekanan ciri khasnya,,yang di tujukan menggoda Leon tidak fokus menikmati makan malamnya malah sibuk memperhatikan Caca.


" Berhenti menatap istrimu,dia bukan hanya mengurusmu saja,apakah kamu cemburu pada adik bungsuku dan ponakanku juga?"


Leon tentu saja terkejut dan di tertawakan oleh David,meja makan jadi terasa hangat karna candaan Luis yang selesai bicara melangkah pergi menghindari tatapan horor adik sepupunya.


"Hubby......selesaikan makanmu,setelah Baby Deuz makan aku ingin meminta tolong padamu....."


"aku sudah selesai......mau minta tolong apa?"


"kameraku yang waktu itu ikut jatuh ke jurang larangan.....apakah sudah di temukan?"


Pertanyaan itu membuat Leon mengangguk yakin tapi tidak bisa melanjutkan kata-katanya karna sang Ayah yang menyela pembicaraan mereka.


"Daddy sudah membelikanmu kamera baru dan lebih baik dari itu,kamera yang jatuh itu untuk sementara Daddy dan mammy pinjam dulu ya nak.....boleh?"


Leon paham arah kemana pembicaraan Orangtuanya,isi dalam kamera itu ada bukti rekaman kejahatan dan berdebatan Caca saat kejadian di hotel,yang belum saatnya Caca lihat,dan bukti itu masih dalam penyelidikan polisi karna di sana sangat jelas Elisha tidak sendirian menemui Caca di tempat kejadian.siapakah yang membantu Elisha,tentu Leon dan Mrs.Napoleon sudah tahu..ini baru awal dari penyelesaian masalah keluarga besar mereka.


❤️TERUNTUK PARA PEMBACA TEHORMAT,,MOHON LIKE DAN KOMENTARNYA YA,JIKA BANYAK YANG BERMINAT SAYA AKAN LANJUT KE NOVEL YANG KE-2,SETELAH BEBERAPA BAB LAGI NOVEL INI AKAN TAMAT,BISA JUGA KASI SAYA MASUKAN YAH🙏🏼🙏🏼🙏🏼🙏🏼,,TERIMA KASIH UNTUK SEMUA YAA✌️✌️✌️❤️❤️❤️🌹🌹