
Sera dan Damar duduk di lantai atap villa berdua,selain berbincang tentang pekerjaan,tidak lupa mengawasi Deuz dan Zeus lewat cctv telfon genggam.kedua anak itu tetap tidur pulas seakan paham bahwa orangtua butuh kencan untuk menyegarkan pikiran.
"aku minta maaf jika mungkin ini membuatmu sedikit kaget....." Sera meraih jemari suaminya lalu meletakkan telapak tangan Damar di atas permukaan perut ramping sang istri.
"kita akan memiliki bayi mar.....,tapi dengarkan dulu dan jangan memotong pembicaraanku,aku akan berusaha semaksimal mungkin tidak kelelahan dan kali ini aku akan bicarakan secara pribadi dengan Leon,jika dia tidak keberatan,aku akan sedikit mengurangi jadwal kerjaanku demi bayi kita....." Sera berusaha menjelaskan dengan suara tenang walau jari2nya terasa bergetar yang juga di rasakan sang suami,,Sera masih ingat saat Damar begitu shock dan hampir keluar dari jabatannya ketika Sera keguguran beberapa dua tahun lalu,dan sejak saat itu Damar memutuskan untuk tidak mau Sera hamil,,karna waktu kejadian,Sera ikut kritis dan tidak sadarkan diri lumayan lama.
"sayang...........apakah kau marah?" pertanyaan Sera tak mendapat jawaban,pria itu terlihat seperti mayat hidup,raut wajahnya pucat sampai Sera mengusap kedua pipinya dengan lembut.
"mar......kau bisa memutuskan apapun,,kita bisa ke dokter untuk menggu......"
"aku akan membunuh Leon jika kali ini tidak memberimu waktu istirahat....." Damar bicara tegas lalu meraih hp akan menelfon atasannya,tapi Sera terlihat panik.
"hei apa maksudmu?,waktu itu aku yang tidak pernah tau lebih awal kalau aku hamil 2 Bulan.....semua bukan salah Leon atau Caca...."
"m ma maksudku......,,waktu itu aku sungguh tidak ingin melihatmu kesakitan,,tapi sekarang jangan sia siakan berkat Tuhan,aku ingin punya bayi juga...aku ingin punya anak banyak agar Deuz dan Zeus memiliki klub sepak bola bersama anak kita....." Damar memeluk erat tubuh istrinya dan tak lupa memberikan kecupan di kening,keduanya bukan pasangan romantis atau baper seperti Leon,jadi terkadang Sera harus memilih moment seperti saat ini untuk bicara,walaupun harus di atap.
Damar begitu senang hingga nyaris menelfon Leon,tapi sekali lagi Sera menahan lengannya.
"jangan ganggu kencan mereka....."
Di lain sisi kedua insan yang di kira sedang menikmati bulan purnama malah sedang diam-diaman beberapa menit yang lalu.
"katakan apa salahku???" kalimat itu keluar dari mulut Leon,dan Caca hanya terdiam menatap bulan dengan tangan bersedekap di dada tak ingin di sentuh suaminya.
Leon melangkah kesal ke dalam mobil dan mengirim pertanyaan pada Damar menanyakan keadaan rumah dan kedua putranya,lalu menceritakan bahwa Caca bersikap di luar harapan. padahal Leon telah menyiapkan segalanya di sana,tempat itu telah aman dan dalam pengawasan para pengawal profesional,saat leon di mobil,Caca memilih turun dari tanggul pembatas ke arah pasir yang lembab dan berjalan di pesisir dengan airmata menggenang di pelupuk matanya.teringat jelas saat dirinya membuka Instagram setelah 5 bulan tak pernah bermain media sosial,Caca malah mendapatkan sebuah artikel tentang suaminya berpose serasi dengan seorang wanita keturunan bangsawan Inggris berwajah cantik dan glamour,di sana tertulis dengan jelas bahwa mereka menjalin hubungan spesial,beberapa pose romantis yang tidak di buat-buat sangat menyakitkan hati wanita manapun,saking kesalnya Caca melempar handphonenya di atas pangkuan Leon,tentu saja pria itu berusaha menjelaskan bahwa wanita itu adalah sahabatnya di masa kuliah dan sedang menjalin kerjasama dalam bisnis besar.beberapa pose kebersamaan Leon yang sesungguhnya bukan hanya berdua,,di sana ada teman dan juga rekan bisnis lainnya.David dan juga Luis,sulit menjelaskan jika semua sudah di rekayasa sedemikian rupa.di akhiri dengan pertengkaran dan tidak sengaja Leon membentak istrinya.
"Aku dan sarah adalah teman baik sejak kuliah!!!,,jangan pura-pura tidak tahu gimana kerjaan publik ca,,dan foto itu sudah lewat beberapa bulan lalu.....,,hanya berita omong kosong!!!!",bentakan Leon kali ini Karna dirinya di tingkat emosi dan kelelahan sejak dari Swiss,tanpa sadar Caca bukanlah gadis kecil yang membangkang seperti dulu,ada kalanya ia membutuhkan kelembutan dan ketenangan juga.
"kenapa harus membentakku?"
"aku begitu di curigai,padahal kamu tahu sendiri kalau beberapa bulan ini kak Luis dan aku sedang sibuk menjalin kerjasama untuk perusahaan baru"
"jika tidak ingin menjelaskan...bisakah tidak membentakku hubby??"
satu kalimat tanya itu di iringi langkah Caca menjauhi Leon yang serba salah,hingga jadilah seperti ini sekarang,suami di mobil,istrinya di pesisir 500 meter mulai melangkah menjauh kearah villa.
"maaf tuan,nyonya akan kelelahan jika berjalan kaki hingga ke villa...", seorang pengawal yang dari awal mengawasi keduanya kembali ke mobil mengingatkan,berhubung nyonya muda mereka seorang ibu menyusui,dan jarak naik mobil dari villa tadi bisa menghabiskan 15 menit,jika berjalan kaki ke arah villa lumayan menghabiskan waktu lebih dari 30menit.
"bawa mobilnya,aku akan menelfon jika terjadi sesuatu....."
Leon melepas sepatunya dan memilih mengenakan sendal dan juga membawa seransel persediaan makanan dan juga keperluan lainnya yang dari awal telah ia siapkan sejak membuat rencana kejutan untuk istrinya.si pengawal merasa iba melihat situasi ini,untuk pertama kalinya melihat seorang Leon mengalah demi seorang gadis yang ia cintai,sedangkan lebih sedih lagi gadis itu menangis dengan langkah lelah dan kecewa menuju villa.
"apa yang terjadi?",Sera bertanya pada Damar yang mengajaknya turun ke kamar anak-anak,pria tak kalah tampan itu gelisah mengenggam jemari istrinya lalu menelfon salah orang kepercayaan untuk memantau pasutri yang lagi-lagi bertengkar.
"Caca membaca artikel tentang Sarah Scarletty...,temanmu itu telah mengacaukan mood seorang gadis....," Sera menghembuskan nafas panjang lalu membuka pintu kamar di mana Deuz dan Zeus terlelap nyaman,Sera memilih rebahan di sisi Deuz dengan perasaan gelisah,inilah gunanya di ajak Loen,karna hanya dirinya dan Damar yang bisa paham hadapi masalah ini.
"aku tidak bisa diam saja,,kasian anak-anak ini jika mereka sibuk bertengkar...." Sera hanya mengangkat bahu lalu menatap wajah Deuz dengan kasih.anak itu terlihat gelisah dalam tidurnya,entah kontak batin antara orangtua dan anak,Deuz terlihat lelap dengan wajah mengerutkan dahi dan berkeringat,Sera tak melewatkan hal ini dengan merekam situasi di kamar anak-anak lalu mengirimnya di nomor Leon yang sedang berusaha menyusul sang istri yang duduk kelelahan di sebuah Gazebo kosong.
"honney.....,lihat anak-anak kita ikut gelisah.....,,kasian mereka.....,,"
Leon menyodorkan hpnya dan terlihat jelas di Video itu jika putra sulung terlihat gelisah dalam lelapnya,Caca menarik nafas lalu menengadah ke atas langit berharap airmatanya tidak jatuh lagi,dari jauh para pengawal terus memantau dan berharap Loen segera meminta maaf.
"pulanglah ke villa,,berikan susu pada Zeus,,aku sudah menyimpan persediaan asi di dalam kulkas.....,tinggal kamu hangatkan...." Caca terlihat serius menyuruh suaminya kembali lebih duluan ke villa,tapi Leon tidak segera beranjak dari sana,pria itu akan menelfon Sera tapi istrinya malah meraih hpnya dan berdiri dengan tatapan kesal.
"cobalah sesekali kak Leon mengurusi anak-anak!!!!,,biarkan aku sendirian!!!!" Leon terkejut dengan bentakan si kecil mungil ini tapi tentu saja dirinya pura2 tenang,
"beraninya memanggil namaku???,aku suamimu ca....."
"lalu kenapa??,,pergilah ke kamar anak- anak sekarang ini jam Zeus harus di beri susu....!" suara Caca semakin keras dan penuh ketegasan,gadis itu berpaling kearah lautan sambil terus berbicara.
"berjalanlah,gunakan kakimu....,,biarkan mobil dan dua pengawalmu diam di sana,aku tidak akan kabur.....,,aku akan kembali nanti...." Leon mendengar semua itu dengan tidak percaya tapi dirinya harus benar-benar pergi dari sana,awalnya ia pura-pura melangkah menjauh kearah villa berharap Caca berlari dan merajuk untuk ikut,namun wanitanya itu malah memanggil sepasang pengawal mendekati gazebo untuk membantunya memasang kail.
"kalian tidak dingin di sana???,,Ayo temani aku memancing....." sepasang pengawal itu tentu saja takut-takut mendekat Karna tatapan Leon begitu menusuk sekalipun dari jauh,pria itu melangkah dengan kaki panjangnya sambil menelfon Damar.
"ya,ada apa?"
"bisakah kw menjemputku dengan kendaraan lain?,aku di pantai sekarang.....,aku....."
"Leon....bisakah kau tidak meninggalkan Caca dan....."
"dengarkan aku dulu,,kenapa harus gadis pembangkang itu yang terus di bela???,,dia yang marah dan menyuruhku untuk mengurusi anak-anak....."
"hah???,maaf dia istrimu dan.....kurasa tidak salah juga kan jika dia ingin marah"
"dia marah padaku.....dan berani sekali dia menyebut namaku tadi....cepatlah kemari,aku lelah dari kemarin....belum istirahat!"
Damar terkekeh keluar villa mengendarai sebuah motor ke arah pantai,sebenarnya tidak terlalu jauh,hanya Leon terlihat menyedihkan jika harus berjalan kaki.saat pria itu tiba di villa langsung ke arah kulkas di ikuti Sera yang ikut tertawa.
"jangan menertawaiku.....kalian mau kupecat??!!" Sera dan Damar terdiam sesaat lalu kembali tertawa terbahak-bahak.
"hanya Caca yang bisa memecatku Pak Leonel.....,lalu suamiku hanya Tuan Napoleon yang bisa memecatnya he he he,okey...giliran kalian menjaga anak-anak,aku akan mengajak bibi Mei kepantai membawa beberapa peralatan memasak...."
Sera berjalan dengan senyum merekah ke arah kamar pengasuh,lalu kembali bersama bibi Mei dan seorang maid,mulai sibuk menyiapkan peralatan masak dan juga nasi yang sudah matang untuk di bawa ke tempat Caca memancing,di tempat leon ajak tadi,ada sebuah tambag ikan tuna sirip kuning milik pribadi Leonel dan Luis sejak kecil,dan saat ini tambag itu tetap di kelola oleh penjaga villa dan beberapa penduduk Desa.
Damar akan mengikuti langkah istrinya dan bibi Mei,tapi Leon menarik kerah kemejanya dan berbicara ketus.
"kau juga tega meninggalkan aku???"