
Deuz menunduk di depan meja makan sambil mengaduk-ngaduk isi mangkuk pasta sajian dari ayahnya,remaja yang sudah 18 tahun itu sesekali memandang ke arah pintu kamar ibunya,tapi wanita yang amat ia cintai dan yang sudah melahirkan dirinya di usia belia,belum keluar dari kamar itu,Leon berdehem lalu menyodorkan saos pasta.
"habiskan sarapanmu,jangan merajuk,sekarang kamu sudah 18 tahun,.....,jika lelah......kau bisa istirahat di depan tv,ataupun di kamar utama,di sana bersih dan selalu tempat terbaik khusus untuk Daddy saat masih sering di hukum mommymu, jika sedang bertengkar....,lain kali jika ingin kemari,, hubungi Daddy dulu,ini rumah milik mommy,dan sudah ada perjanjian jika tidak ada satu orangpun yg berani masuk ke sini tanpa persetujuan nya....,jika saja kamu bukan anaknya,mungkin sejak tadi rumah ini di kosongkan,"Leon bukannya membela istrinya,tapi sudah perjanjian awal,Caca akan di beri ruang sendiri bila wanita itu membutuhkannya,dan Leon sengaja membuat kontrak itu agar istrinya tidak pergi tak tau arah,walaupun kadang kala sikap Caca memang sulit di tebak jika kecewa,lebih baik menjelaskan hal ini lebih awal pada si sulung bahwa orangtuanya memiliki sebuah komitmen dan perjanjian serta aturan yang membuat mereka hingga kini bisa seawet ini bertanggung jawab pada seluruh keluarga.
"pergilah ke depan jika hal itu membuatmu sedikit tenang,Daddy akan masuk ke kamar membujuk mommy sarapan dulu.....,bagaimana?"
Deuz mengeleng,hari sudah terang,dan ia siap menerima amarah daripada di diamkan mommy selama 3 jam,wanita itu diam di kamar,setelah mandi ,ia berdandan,membaca email dari Sera tentang pekerjaan di studio,atau sekedar main hp dan duduk tanpa peduli pada leon yang sempat membujuk untuk keluar bicara dengan anak pertama mereka via chat.
hingga pria rupawan itu sudah selesai mandi,masak dan bersih2 di bantu si sulung.
"Daddy akan kembali dulu di Mension.....,Zeyna pasti sudah bangun dan susah sarapan yang benar...,kamu di sini saja sampai mommy luluh padamu" Leon akan melepas celemeknya berniat pergi,saat itulah Caca keluar dari kamar dengan raut wajah muram tapi berusaha tenang,Deuz cepat-cepat menarik kursi agar ibunya duduk,tapi wanita itu melangkah ke arah westafel,mencuci tangannya memberi kode pada Leon agar tidak pergi.
"Mommy.....,Deuz ingin bicara jika di beri waktu.....dan...." Deuz beranikan bicara,dan pastinya ia harus sopan,ini adalah didikan mutlak dari sang ibunda ini.
"apakah kau masih berani menyapaku dan menganggapku ibumu?,,setelah hampir 18 tahun aku membesarkan seorang......a...."
"mommy stop .....jangan memegang benda tajam.....!" Deuz memotong kalimat Caca yang awalnya meraih sebuah pisau kecil untuk mengoles selai di roti,Deuz kesana memindahkan semua benda2 yang menurutnya tajam,dan Leon hanya duduk di meja makan menyaksikan drama yang pastinya akan seru.karna Caca yang awalnya muram ingin menjewer atau bersikap tegas,malah terlihat berwajah gemas dan tidak bisa menahan senyumnya.
"jangan konyol,mommy tidak akan membunuhmu sekalipun kau yang lebih dulu mengancungkan belati di leherku!!!!",salah paham dan amarah Caca meledak juga,Deuz sempat berjingkat kaget,tapi sejak wamil dan beberapa bulan belajar dari dunia luar,anak itu malah terlihat semakin pandai membuat ibunya darah tinggi.
"no....,maksud Deuz.....,bisa saja mommy bunuh diri karna....terlalu putus asa dan...." oh sial....kalimat Deuz membuat Leon segera berdiri dari kursinya sebelum Caca benar-benar naik pitam.
"apa yang ada di otakmu??!!,kenapa kau malah makin konyol jika....." Caca benar-benar di buat emosi oleh anaknya sekarang,bukan wujudnya saja yang begitu mirip Leon,tapi semua karakternya yang penuh misteri dan bikin sakit hati jika berdebat semakin terlihat batin Caca yang menghambur di dalam pelukan Leon yang memang sudah beberapa detik lalu melangkah di antara mereka,Deuz bingung karna ibunya malah menangis di dalam rengkuhan ayahnya,sesungguhnya Caca menyembunyikan tawa yang akan meledak,ada marah,bangga dan juga lucu akan Tingkah Deuz,anak itu benar-benar membuat hati kacau.
"momm.....Deuz minta maaf....jika saja waktu itu aku bicara ataupun Daddy membocorkan rahasia perusahaan dan laboratorium terbaruku....maka.....aku pasti tidak akan bebas bereksperimen di sini,aku pasti tidak akan dapat ijin,karna....." Deuz terduduk di kursi meja makan menunduk dalam diam,sebenarnya dia mirip siapa?,selain bikin kesal,dia juga pandai membuat suasana berbalik menyedihkan.
"Deuz masih ingat,gimana paniknya mommy hanya Karna kaki Deuz tertusuk beling di taman,padahal hanya luka kecil,saat itu mommy gemetaran,airmata menetes dan berlari dari rumah kakek tanpa memikirkan keselamatan mommy di jalan,laju mobil mommy jadi pusat perhatian semua orang .......,,sejak saat itu.....Deuz takut melihat ekspresi mommy lebih dari hari itu.....,makanya......,Daddy mengabulkan permohonanku agar mommy akan tahu hal ini setelah aku kembali dari kuliahku nanti,ternyata sebelum aku pergi.....,aku sudah ketahuan....", Deuz sangat menyesal membuat wanita itu sedih,ia berjanji pada dirinya sendiri agar tidak melanjutkan studynya yang akan ia jalankan beberapa hari lagi,remaja itu mendesah getir.
"Jika hal ini membuat mommy mengusirku,tidak apa-apa....,aku akan terima semua yang mommy putuskan, sekali lagi maafkan Deuz"
anak itu bangun berdiri,dengan sopan membungkuk 3 kali di depan ibu dan ayahnya lalu beranjak keluar dari dapur ,Leon sempat menegur.
"Deuz......mommy belum menyuruhmu pergi....." Leon memberi arahan agar anak itu tidak meninggalkan apartemen elite ini,ia mengusap- ngusap punggung Caca agar tenang dan berhenti sesugukan,wanita ini tidak pernah seserius ini emosi hingga menahan diri dengan cara menangis,biasanya ia memilih berlalu atau ngamuk-ngomel,semua kacau dari ucapan konyol si sulung entah karna gugup atau kenapa,malah mengira ibunya akan bunuh diri,akhirnya Deuz duduk diam di depan tv ruang tengah.menunggu ibunya tenang,anak itu mengirim pesan pada Zeus agar mengawasi adik perempuan mereka.
"sejak kapan kalian begitu kompak mengurus Zeyna??"
Caca duduk di samping putranya sambil menyodorkan segelas susu, itu tandanya bahwa keadaan emosi Caca sudah membaik,ya,Caca tidak akan lupa tugasnya memberikan sarapan pada kedua putranya sejak merek lahir,sekalipun mereka bandel dan membuat mood berantakan tapi ini adalah kasih sayang yang spesial dari seorang ibu.
"Terima kasih mommy,aku sudah 1 tahun 10 bulan merindukan susu buatan mommy.....sungguh!" Deuz mulai menggoda ibunya tapi itu fakta,sejak wamil hingga kembali ,ia belum di sajikan sarapan oleh mommynya apalagi semanis ini mereka berbincang,sesungguhnya Caca begitu memanjakan si sulung,bedanya bahwa Deuz tidak pernah merajuk seperti Zeus.
"kemarilah....." sang ibu merentangkan kedua lengannya,menunggu si anak masuk di dalam pelukannya,tapi anak itu malah merapatkan kedua lengan si ibu sambil melirik mata si ayah yang selalu terbakar api cemburu,sekalipun yang ingin memeluk adalah sang istri,kali ini Deuzlah yang beralih memeluk ibunya,karna tubuhnya lebih lebar dan juga agar adil di mata sang ayah.
"Sekarang Mommy yang harus di peluk,di jaga dan di jauhkan dari tatapan marabahaya seseorang....,aku mencintaimu mommy.....",Deuz terlihat begitu bahagia menggoda ayahnya yang mendekat dan duduk merapat ke sisi sang istri yang masih enggan melepaskan diri dari pelukan Deuz,pria itu sudah mengabadikan moment pagi ini sebelum mulai menjadi perusak suasana.
"maafkan Deuz mom....,dan Deuz berjanji tidak akan pernah lagi mengecewakan mommy,i am promise.....,benar kan Dad?,ada Daddy saksinya...." Deuz merengangkan pelukannya lalu membiarkan sang ibu bersandar pada sang ayah,ia bukan pria serakah seperti Ayahnya dan Zeus yang selalu ribut merebutkan kasih sayang sang mommy muda ini.
"maafkan mommy juga.....dan...jangan merayuku,kau sama seperti Daddymu,selalu berjanji tapi tidak konsisten,sering membuat mommy kesal......," Caca menimpali lalu tersenyum lembut kembali,Leon terkekeh lalu mengusap puncak kepala istrinya sambil menatap hangat pada si anak sulung.
"Jangan berlama-lama di sini,kau berhutang pada adikmu.....,dia selalu kesepian dan paling berjasa menemani Zeyna.....,mommy dan Daddy masih ada keperluan.....bisakah kau menunda keberangkatan mu?", peringatan dan penawaran dari sang Daddy di jawab dengan anggukan anak itu,terlihat masih merindukan adik dan ibunya,Deuz menunda beberapa Minggu untuk pergi.
"baiklah,aku pulang ke rumah sekarang,mungkin Zeus sudah menungguku,kami ada janji untuk pergi....."
Deuz pergi dari sana setelah mencium kedua tangan kedua orangtuanya,Sambil mengendarai mobil,ia memikirkan si adik Zeus yang kini menggantikan peran dirinya menjaga Zeyna,anak laki-laki paling murah senyum itu sudah selesai menyuapi adiknya sarapan di bantu para Nanny's,sebenarnya bisa saja menyuruh orang lain,,tapi Zeus tidak ingin melewatkan moment ini sebelum adiknya benar-benar di ajak oleh paman Luis,ini sudah keputusan mutlak oleh seluruh keluarga apabila bibi Alexa sembuh total.
"ajak.....Zey ketaman boleh?", anak itu membujuk kakaknya agar ke taman lagi,,setiap pagi anak itu doyan berlarian ke taman milik nenek Queen,selain indah,di sana ada tanaman hias yang paling anak itu kagumi.Zeus meletakkan celemeknya dan meraih tas kecil Zeyna.
"pagi ini Zey main sendirian dulu yaa....." , setelah adiknya mengguk lalu pergi ke kamar,Zeus melangkah keluar rumah sambil melambai ke arah taman,di sana duduk kakek dan neneknya sudah mengetahui tujuan langkah anak itu ke arah pintu gerbang Mension,ia memilih pergi ke rumah paman David bermain dengan dua kembar sepupunya.entah mengapa Zeus tidak ingin mematuhi Deuz agar menunggunya pulang dan akan ke pantai,jadi saat Deuz tiba di Mension,dirinya hanya mendapati Zeyna bermain hp di kamar,adik keduanya sudah pergi.
"Zey.....selamat pagi....." Deuz mengapa gadis berusia 5 tahun itu, dan anak itu hanya mengangguk tanpa menatap kakak sulungnya,rambutnya yang berwarna perak di cat kecoklatan dan tubuhnya yang mungil begitu sibuk menatap hp yang ternyata baru di berikan oleh bibi Erica,jadi ceritanya Zeyna sedang belajar membaca dan memahami aplikasi benda canggih itu,Deuz merebahkan diri di samping meraih asal buku bacaan milik Zeus menutupi wajahnya yang mulai tertidur karna terlalu pagi bangun demi menyelesaikan masalah,Zeyna tidak terganggu dan malah menaikkan kedua kakinya di atas perut Deuz...tetap fokus dengan hpnya,tidak peduli kakaknya begitu gemas ingin mencubit,
Deuz dan Zeyna.