My Nanny, Ohh My Future

My Nanny, Ohh My Future
110.Maxi



Luis menatap horor pada monitor laptop di depannya,itu bukan hantu,dan dia tidak takut hantu,tapi di sana gerak gerik Lexa di sebuah kursi VIP,yang saat ini berada di atas pesawat khusus milik pribadinya sendiri,kemarin Leon menyuruh anak buahnya membawa wanita itu dengan paksa dari Dubai,demi membatalkan niat Luis mengambil alih Zeyna,ia memilih mengambil kesimpulan harus mempertemukan Luis dan lexa secepat mungkin,sekalipun itu dengan paksaan dan di bawah pengawasan ketat.


"Istrimu bukan tawanan,dia adikku juga,keluarga kita sejak kau membawanya di rumah ini saat usianya masih balita,aku mencintainya sama seperti aku mencintai Lea,Erica dan Zeyna serta Mommy lalu yang paling ku cintai adalah cacaku......,mereka semua wanita2 hebat di belakang kesuksesanmu,aku,Dad,Ali dan juga keluarga besar Napoleon ....tapi mau bagaimana lagi,aku tidak ingin keputus asaanmu membawa Zeyna hanyalah sebuah keegoisan, kalian harus membuat kesepakatan di depan kami....", Luis berada di depan Leon,mereka saat ini satu meja di ruangan kerja.setelah dua jam lalu menyembunyikan anak-anak di vila bersama istrinya, terpaksa Luis menelfon mengatakan menyerah dan tidak akan melakukan pencarian sia sia kecuali Leon mau bertemu dan bicara berdua dengannya saat ini.


"maafkan aku....,sudah jam 9,Caca sedang sensitif dan kau tau sendiri kami juga punya masalah yang baru saja selesai....,aku pergi sekarang...." leon berdiri dan merapikan kemejanya untuk meninggalkan ruangan,tapi Luis menahan lengannya lalu berguman.


"Zeyna putriku.....mau sampai kapan kau bersikap kekanak-kanakan....", Leon menghentikan langkahnya lalu kembali duduk lalu menatap kakak sulungnya ini dengan tatapan tenang.


"secara biologis Zeyna adalah anakmu,dan kami tidak pernah merebutnya atau mengekangmu menemuinya...,kami hanya ingin Zeyna berada di rumah yang damai dan aman,penuh kasih sayang dan di cintai...,benahi rumah tanggamu,dan setelah itu kau boleh mengajak Zeyna,tapi itupun jika Zeyna ingin....,banyak hal yang kau lakukan di belakangku selama ini,aku tau hal itu tapi aku tidak mau membahas hal ini sekarang,selain Deuz sangat menghormatimu,dan mereka adalah ponakan-ponakan kesayanganmu,aku tidak bisa memisahkan kedua putraku dari adik mereka...,apalagi Zeus ...,apakah kau tega melihat dia kecewa?,hei kak.....mereka berdua sangat menyayangimu......,jadilah ayah yang bertanggung jawab dan tidak egois kak Luis...!"


" ya ..,ku akui Deuz sudah harapanku di masa depan ...lalu Zeus adalah ponakanku yang wajib ku akui memiliki mulut tajam sepertimu tapi hatinya lembut cocok menjaga Zeyna kelak.....,tapi ...aku melakukan hal itu diam-diam agar Zeyna mengingatku ...." Luis akui bahwa selama ini ia melakukan beberapa hal di luar harapan Leon dan Caca,pria itu diam- diam menemui Zeyna di kamar,memberinya permen ataupun perhatian khusus yang menurut Leon cukup mencurigakan.


"mengambil darah Zeyna diam-diam apakah itu juga tindakan kemanusiaan?,kau ayahnya,kau bisa datang pada kami dan meminta itu baik-baik...,memberinya makanan ringan yang entah punya kandungan apa....,ketahuilah....Zeyna bukan sebuah eksperimen kak.....!" Leon mulai tidak bisa menahan emosinya jika mengingat kelakuan kakaknya ini.


"aku hanya ingin membuktikan pada Lexa bahwa Zeyna anak nya,putri kami....",


"caranya bukan seperti itu!,aaahh.....aku pusing bicara terlalu lama denganmu...,bersiaplah menjemput Lexa di bandara...,jelaskan tujuanmu padanya,jika dia juga ingin bersama Zeyna,Kami akan mempertimbangkan semua baik-baik...." Leon bergegas pergi dari ruanganya sendiri tidak perlu menunggu persetujuan kakaknya,ia tidak takut berkas atau dokumen di laptop itu di ambil atau apapun hal negatif lainnya,karna sejak kecil Leon begitu percaya pada Luis tidak pernah bersikap jauh dalam hal pekerjaan.pria berambut perak keemasan itu tertegun di sana dengan gusar.


"dia selalu pergi tanpa peduli bagaimana perasaanku setiap kali mendengar ocehannya!!!,,sungguh adik durhaka!" Luis mengumpat pelan,tapi sesungguhnya hati mengakui keputusan Leon tidak memberikan Zeyna bersama dirinya saat ini adalah langkah yang akurat,sebelum lexa menyetujui hal ini,mereka harus bicara dulu.menatap kembali di labtop lalu menelfon menejer pribadinya untuk menyiapkan mobil ke bandara.


Di kamar tidur,Caca sudah pulas dan tidak menyadari suaminya telah kembali,adiknya juga sudah tidur,karna Lea memang lelah dengan berbagai aktifitas padatnya setiap hari.Salah satu maid menyampaikan pesan bahwa kedua wanita itu telah tidur sejak 1 jam lalu.lagkah pria itu langsung ke kamar anak-anak mengecek Zeyna yang terdengar berbicara tepatnya di ruang perapian paling pojok belakang vila, Zeus seperti biasa berada di antara mereka tapi sibuk dengan buku-buka bacaannya,Leon berniat kembali ke kamar memeluk ibu dari anak-anak begadang itu,ia tidak ingin mengganggu keakraban ke-3nya,tapi telinga menangkap percakapan yang membuat langkahnya berhenti lalu menguping.


" Tidak,please.....,....malam ini saja...,Zeyna ingin bersama kucing ini" itu suara serak manja Zeyna lalu di ikuti bantahan Zeus sambil terus membaca,Leon mengerutkan alis terus mengintip Zeyna merengek pada Deuz yang dari awal sedang bermain hp tapi tetap menyimak dan menjawab.


"anak kecil.....,,itu bukan kucing biasa....,namanya Maxi,esok pagi kita akan ajak dia bermain lagi...,sekarang biar aku bawa dia ke rumahnya...." Deuz memang bermain hp,tapi tangan satunya sedang mencegah Zeyna untuk pergi dari sana bersama sesuatu dalam pelukan anak itu,Leon mendekat dengan perlahan,kucing mereka tidak ada yang namanya Maxi,tapi moci dan mici.siapa Maxi???,keributan itu berlanjut saat Deuz meletakkan hpnya lalu berusaha meraih kucing alias anak harimau putih dari pelukan Zeyna yang siap menangis.


tapi,tunggu dulu Moci dan Mici saat ini hidup di kastil Swiss,rumah tua milik Sang ayah dan ibu,lalu....,bagaimana ada tentang Maxi di vila ini yang tepatnya di Italia?.Leon keluar dari tempat persembunyiannya lalu melihat dengan jelas bayi harimau yang pulas itu dengan tatapan terkejut.


"siapa yang membawa peliharaan ini kemari?" suara Leon terdengar tidak ramah pada kedua putranya yang terlalu enjoy lalu sama-sama menunjuk diri mereka.


"Kami meminta Zio Ali membawa Maxi jika kembali dari Dubai....dan dua jam lalu anak buah Daddy mengantar Maxi ke sini...." keduanya sama-sama menjawab dengan begitu santai,lalu tatapan Zeyna yang polos mengira hewan itu adalah seekor anak kucing lucu?.


" Zeyna ikut Daddy sebentar......,kalian berdua diam di sini jangan kemana-mana,Daddy belum selesai dengan kalian!" Leon meraih Zeyna dalam gendongannya menuju ke kamar di mana istrinya terlelap,anak itu terus berbicara meminta Maxi harus tidur dengannya,hingga Leon frustasi menuntun anak itu di sebelah kamar,di sana beberapa galery foto tertata rapi,leon menunjuk salah satu pigura paling besar,diamana ada Caca dan seekor harimau di sana.


"Dengarkan Dad.....,lihat ini....." saat itu juga Zeyna menatap takjub pada karya fotografi spektakuler Leon di masa-masa kejayaannya.


"Yap,dan di sebelah ini adalah Marxuss,dia adalah ayahnya Maxi,lalu.......", Leon menunjuk sebuah bekas luka di betisnya,dan di lengannya.mata anak itu langsung bersinar terang penuh tanda tanya,Mata perak keemasan itu mulai berkaca-kaca melihat bekas luka di tubuh ayahnya yang tidak tega melanjutkan bercerita bahwa pernah di cakar dan di gigit harimau peliharaannya sendiri di saat melindungi Caca yang akan di terkam Marxuss,kejadian itu terjadi saat mengandung Zeus,ia mengidam ingin berpose bersama harimau yang sudah lama hidup jauh dari keduanya,tepatnya di Dubai saat mereka liburan berdua,Marxuss dan Merlyn adalah sepasang harimau milik Luis dan Leon,tapi sudah tidak berada di Italia,karna sejak saat itu Leon meminta Ali menyingkirkan dua peliharaan itu entah di bawa kemana.hari ini malah ia baru tau jika mereka sudah melahirkan Maxi,gemas,rindu dan juga ingin bersama,tapi Leon tidak mau lagi melihat sisi liar itu.



" Hellow....kalian belum tidur?" itu suara Caca yang memegang sebuah gelas air putih langsung di arahkan pada Zeyna yang tidak menunggu lama meneguk air itu,Caca melihat sisa airmata yang menggenang di sudut mata Zeyna,lalu menatap penuh tanya pada Leon.


" Deus mengganggumu sayang?" Caca meraih anak itu untuk ia gendong tapi anak itu mengeleng memeluk Leon lebih erat,lalu berbicara pelan.


"Maxi harus sekolah kan Dad?,okey hari ini.....,Zeyna tidur bersama Zia Leaa..." Caca bingung,Maxi?,anak harimau yang di kirim Ali itu baru di ketahui Leon rupanya,jadi ada kesalah pahaman di sini,Caca segera berbicara cepat.


"oke.....,sekarang mommy akan antar kamu ke kamar Zia Lea....,atau mau tidur bersama Mommy dan Dad?" pertanyaan Caca di jawab dengan gelengan,mengingat bibi Lea memberikannya coklat tadi jadi anak itu tidak mau lewatkan moment di peluk wanita cantik mirip ayahnya ini.


"Zeyna akan kesana sendiri,ke kamar Zia Leaa...." anak itu melompat turun berlari ke arah pintu,dengan sigap Maid yang berada tidak jauh dari ruang tengah menuntunnya ke kamar Lea,tinggalah Leon dan Caca menuju kedua putra mereka.


"ide siapa yang memberikan Maxi pada Zeyna?" Leon bertanya pada caca yang tersenyum tulus menjelaskan bahwa dari awal tidak ada yang memberikan Maxi pada Zeyna tapi lebih tepatnya anak harimau itu di bawa Ali cuma-cuma karna ingin saja,tapi saat perjalanan Erica lebih fokus pada Maxi,jadi meminta Deuz dan Zeus ide harus di apakan bayi harimau itu.


"kami akan mengawasi Maxi,memberikan pelajaran dari hal kecil dengan memelihara binatang pada Zeyna adalah hal baik Dad....." Zeus mulai berbicara pelan membujuk ayahnya yang mengawasi monitor pengawasan melihat Zeyna sudah merangkak naik mengecup Lea yang terjaga sebentar dan lalu memeluk anak itu untuk tidur,di vila ini serba canggih jadi Leon selalu merasa aman jika mengajak anak-anak liburan.


"Maxi bukan kucing rumah,kalian boleh memberikan apapun pada Zeyna,jangan binatang buas....!" Leon menutup pembicaraan dengan meninggalkan ruangan,Deuz mendengus kesal lalu meraih Maxi pergi ke kamar tidak di ikuti Zeus,anak itu mulai sibuk membuka internet,memesan kucing untuk ia beli rupanya,Caca yang tidak ingin melihat perang dingin ini menyarankan Zeus menyusul Deuz untuk berdiskusi di kamar dan dirinya kembali menemui Leon di kamar.


"Dad....." saat Caca masuk ke kamar,pria itu berada di atas kasur memegang sebuah album,menatap selembar foto dirinya dan Caca bersama Merlyn dan Marxuss,mengenang moment2 mengurus dua bayi harimau yang akhirnya berpisah dari mereka karna sebuah insiden.



moment Caca dan Leon


"aku tidak ingin Zeyna mengalami hal yang sama seperti kita alami,itu saja..." Caca menatap foto itu juga lalu mengusap pipi suaminya dengan penuh kasih,lalu menggenggam tangan kokoh pria itu serta bersandar.


"Maxi di bawa kemari melewati beberapa tahap pengujian dari Ali...,dan sudah atas persetujuan Kak Luis...,nama anak harimau itu pemberian dari Lexa..,dan sebelum Maxi di terbangkan kemari,saat di Dubai....,Maxi sudah bersama Alexa....kau tau kan bahwa Alexa cukup lama di sana karna sebuah projek...." Caca menjelaskan detail drama tentang Maxi,bahwa ini semua adalah keputusan Luis rupanya,sengaja membawa peliharaan kecil itu demi melihat reaksi Zeyna dan nanti Alexa istrinya.


"maafkan aku tidak memberitahumu tadi...." sikap lemah lembut dan permintaan maaf meluluhkan hati Leon,pria itu langsung mengajak istrinya rebahan lalu mulai bercerita bahwa ia juga merindukan kedua orangtua Maxi,dan ingin mengajaknya ke Dubai,sekalian liburan keluarga sebelum Zeyna benar-benar harus berpisah dengan keluarga mereka.