
Ariana menatap keluar kaca butik dan distro yang di hadiahkan David padanya dua bulan yang lalu,berdiri megah di tengah kota dengan karyawan 5 orang.kini Ariana memeliki 2 depertemen store di Milan dan 2 butik di napoli.hari ini Ariana datang pagi-pagi memberikan tugas pada Menejernya,setelah itu ia duduk meneguk secangkir kopi di depan kaca tepat di lantai 2 di mana menjadi kantor dan tempat produksi desainnya.sebagai gadis yang terlahir sederhana,ia terbiasa turun langsung melihat pekerjaan para karyawan produksinya yang di datangkan David dari milan.bunyi langkah kaki dan sapaan Menejernya mengalihkan konsentrasi untuk mengecek laporan dari Milan.
"permisi kak Arian......"
"ia ada apa Rose?"
"kak David menunggu di lantai bawah......"
"ohh baiklah....,Rose....lanjutkan pengecekan laporannya ya....dan minta tolong,awasi karyawan-karyawan baru kita di sini...."
"baik....."
"aku akan naikkan bonus bulananmu jika penjualan di sini meningkat.....aku percaya padamu.....mungkin kedepannya aku sibuk...jangan sungkan untuk membicarakan apapun ya,kau tau kan kita adalah keluarga....."
"ia baik,Terima kasih....sampai jumpa lagi kak...."
Rose mengangguk penuh semangat,gadis Milan yang cerdas dan cantik,Ariana sudah lama menjadikan Rose orang kepercayaannya,ia adalah gadis muda yang dulu dapat perlakuan KDRT oleh ibu tirinya dan kabur dari rumah,dengan penuh tanggung jawab,neneknya mengajak Rose mampir karna saat itu dia sedang berteduh dari hujan tepat di depan rumah Ariana dan kakek Neneknya.sejak saat itu Rose mengikuti kemanapun Nenek pergi,dan mencintai keluarga Ariana yang sebenarnya pendatang di Milan.
"bee...apa yang kamu lamunkan?"
"aku memikirkan Rose.....,dia sudah berusia 20 tahun sekarang....tapi untuk menjalin percintaan,dia selalu mengeluh pada nenek bahwa hal seperti itu sangat menganggu...."
"apa ada pria yang menganggunya?"
"tidak,ada beberapa teman kerjanya yang ingin menjalin pertemanan,tapi dia selalu menyendiri dan lebih banyak waktu bersama nenek..."
"ada hal baik untukmu kan....Rose tamboy dan lebih utamakan menjalankan usahamu ketimbang memikirkan masa remajanya....bersyukurlah bee"
"ia juga ya.....Terima kasih sayang"
"ia sama-sama bee,kotak apa saja yang di belakang itu?"
"oh itu kotak mainan untuk Lea...."
"jangan bilang kau membelikannya mainan mobilan...."
"ya aku membelikan mainan mobilan....kamu tidak lupa kan dia merengek pagi-pagi pada kita?"
"ia sih....tapi adikku itu perempuan bee...."
"aku tau....tapi Lea kan selalu bermain dengan mainan laki-laki"
David terkekeh,saat memasuki halaman mension Leon,yang di jumpai pertama adalah Lea dan Caca yang duduk di sebuah gazebo sambil bergurau.adik Leon itu sangat aktif dan cerdas,melihat kedatangan David,ia langsung berlari dan nyaris terjatuh jika tidak segera di raih David dalam gendongan.
"hallo princess.....sudah sarapan sayang?
"udah kak Depiiit..."
Ariana tertawa gemas mengecup pipi gembul adik Leon ini,sedangkan Leon sedang berbaring lelap tak jauh dari Caca yang lebih asik menikmati es krimnya sambil menyapa.
"jangan bilang,kalian lupa membelikan aku es krim...."
Ariana menatap adik sepupunya dengan tatapan horor,ibu hamil tua yang begini manja,Leon mengangkat bahu di ikuti David yang tertawa sambil membawa Lea dalam rengkuhannya.
"Lea kalah dari Caca......kini di rumah ini kita sedang menjaga 2 bayi.....,dan calon bayi dalam perutnya"
Mrs.Queen dan Mr.Napoleon menahan tawa mendengar gurauan David,sedangkan Caca mulai memperlihatkan raut wajahnya yang menggemaskan dengan bibir manyun melirik Leon meminta keadilan.
"iyaa....istriku ini sesungguhnya bayi yang terjebak di dalam tubuh orang dewasa....lihaattlah wajahnya sekarang.....menggemaskan ya mom...Dad....."
Leon bukannya membela istrinya,ia ikut bergurau dan akhirnya semua tertawa serta dengan polosnya Caca menjawab ketus.
"baiklah.......malam ini aku tidur sendirian,hubby....tidur di luar...."
Leon beranjak duduk meraih tubuh gembul istrinya agar merapat dalam pelukan.
"janga peluk-peluk....ada Mom,Dad.....dan juga Lea tak boleh melihat....."
"Lea minta pelukan juga...."
semua kembali tertawa saat Lea merentangkan tangan mungilnya minta Leon meraihnya dari David.tentu saja Leon menggapai adiknya dan menggendongnya tepat di samping Caca yang pindah ke arah kasur tipis dan mulai duduk bersandar di pundak ibu mertuanya yang sedang menuangkan ice cream ke wadah baru untuk Caca.
"ini yang terakhir ya nak ...."
"tidak.....ini tidak adil...aku baru habiskan 2 ice cream mom...."
"ya Tuhaann....tdi pagi kamu sudah menghabiskan sekotak sayang.....dan siang ini kamu sudah menghabiskan 4 kotak.....dokter dan Leon bisa marah nanti....ia kan...."
"mommy ...bukan aku yang minta....."
"alasannya pasti Lea atau adik bayi dalam perutmu lagi ya....tidak,sekarang ada aku di sini....jangan merajuk karna ice cream..."
Ariana melotot tegas pada caca yang mengangguk patuh.....sikapnya selalu patuh pada Ariana....akan tetapi dia tahu bahwa kakak sepupunya itu selalu menurutinya seperti sekarang ini ia telah membelikan mesin pembuat es krim untuk di dapur...saat Leon menyembunyikan alat dapur dan menyuruh ibunya berhenti mengikuti sikap manja istrinya.
"Lea......"
"mau ice cream juga?"
"Ndak.....bial akak ca yang ma'am....."
saat ini Lea sedang belajar bicara dan juga mulai aktif berjalan.anak itu sangat dekat dengan Caca dan mereka seperti kakak beradik.
Leon mengecup pipi adiknya yang usianya terpaut sangatlah jauh.
"Lea seperti putri sulung ku saja yaa mom.....auuuu"
Mrs. Queen menjitak kepala putranya di sertai dengan cubitan Caca pula.siang itu taman rumah Leon di warnai Senda gurau bersama adik dan juga David.Ariana dan Caca mulai beranjak masuk ke dalam rumah untuk istrht siang,tinggallah Leon bersama David dan kedua orangtuanya,serta Lea yang sedang terkantuk-kantuk dalam pelukan Leon.
"DAVIDDDDDDDDDDD"
hampir copot jantung Lea yang tadinya ingin tidur nyaman dalam pelukan kakaknya,saat teriakan Ariana mengejutkan.
"Caca akan melahirkan"
"hah?"
"Leon tenang.....Leon!!!!"
Mrs.Queen memegang lengan putranya yang menggendong Lea ikut panik,karna kakaknya melangkah maju mundur di taman.
"berikan Lea padaku Leon.....,tenanglah....."
"tidak.......aku butuh pelukan!"
"Caca lebih membutuhkanmu,cepatlah gendong Caca ke mobil kita ke rumah sakit sekarang!"
"Oh my......"
Mrs.Napoleon menatap sikap putranya yang tak mendengar perkataan istrinya,malah mondar mandir di taman sambil menggendong Lea yang tiba-tiba merengut dan memukul pipi kakaknya.
"kak Leon......kasihan kak aca....tuyunkan Lea....."
Tatapan keduanya bertemu dan hal itu membuat Leon tercegat,kepanikan yang dialaminya mendadak buyar karna mata polos adiknya yang menenangkan,manis sekali batin Leon yang langsung mengecup kedua pipi gembul adiknya dan beralih menurunkan sosok mungil Lea dalam pelukan ibunya.
"Terima kasih Lea...,Mom....Dad....bantu aku siapkan keperluan Caca dan bayiku....."
"selalu nak....cepatlaah...."
Leon menyusul David yang sudah membantu Ariana memapah Caca ke arah mobil,saat itu pula Leon langsung bersikap tenang dan memberi instruksi.
"David.....berikan Caca padaku....,kamu yang nyetir,,,Ariana telfon dokter milik Dad....,sayangku.....aku di sini.....jangan takut ya...."
Caca yang dari awal tenang-tenang saja malah tersenyum sinis dalam gendongan suaminya masuk mobil,terlihat jelas peluh dari raut wajah suaminya yang baru saja melewati serangan panik semenit yang lalu.
"hubby......"
"ya sayangku......aku di sini...."
"tenanglah. ....aku baik-baik saja...."
Seketika itu juga Leon menatap wajah istrinya yang pucat namun tersenyum lembut,seperti senyuman Lea tadi.David melajukan mobil,di antara kawalan bodyguard di depan yang memperingati pengguna jalan lain agar menepi,Caca mengeleng lembut melihat sekitar jalan yang di lewati yang terlihat tidak ada kemacetan.
"ada apa sayang?"
"apakah kelahiran Lea dulu jalannya bisa di lalui seperti ini juga?"
"apa maksudmu?,tentu saja mom sudah menginap di rumah sakit sebulan sebelum Lea lahir,dan hal itu lebih bagus,bukan sepertimu yang keras kepala tidak ingin diam di rumah sakit saja"
"bayi kita tidak memberitahuku akan keluar sekarang.....!,jangan marah padaku..."
"maaaf sayang....aku tidak marah.....bersabarlah....kita akan segera sampai...."
"ini sakkiittt... semua karnamu.....dokter sudah bilang jangan selalu apelin Bayi kita setiap hari.....huuuhh...."
Ariana yang sibuk menenangkan David agar menyetir dengan hati-hati malah tersenyum merona,melirik suaminya yang ikut baper mendengar pertengkaran suami istri di belakang mereka.
"honey.....sssstt......jangan keras-keras.....itu karna kamu semakin menggemaskan seperti panda makanya...."
"kenapa sekalian saja kamu menikahi panda? uuuuhhhhhhh sakittt"
"itu terlalu kejaam sayangkuu....,,maafkan aku...."
"jangan menciumku lagi....."
"lalu apa yang kamu inginkan saat ini?,,aaarrrgggghhhhh"
David tidak dapat lagi menahan diri untuk tertawa saat Leon berteriak kesakitan karna Caca mengigit lengannya sekuat mungkin sambil tetap mengomelinya.
"perutku tidak muless lagi jika aku mengigitmuuu.....