
Menghadiri acara bangsawan membawa dampak positif bagi Caca,di mana ia bisa mengenal lebih jauh siapa suaminya.sekalipun suatu saat nanti Leon tidak bekerja,pria itu tetap tidak akan kehilangan jati dirinya apalagi materi dan martabat karna dari lahir laki-laki yang menetap di Italia tepatnya di Napoli; adalah anak yang tercatat sebagai bangsawan keturunan legendaris,kakek Leon menetap di Prancis namun jarak bukan masalah besar untuk keluarga konglomerat untuk saling berkunjung.
Hari sudah menjelang sore saat Caca kembali ke mension orangtua Loen,gadis itu menemani ibu mertuanya bertemu dengan rekan bisnis.setelah seharian duduk di taman tepatnya di gedung pertemuan antara wanita paruh baya,Caca merindukan aroma maskulin suaminya yang memenuhi isi kamar,,ia melapas dress mewahnya di di depan meja rias dan melangkah santai ke kamar mandi sambil mengelus perutnya yang sudah membuncit di usia kehamilannya yang ke 8,ia berendam sejenak sambil memejamkan mata,tanpa menyadari sang suami mengawasi.ya,8 bulan telah berlalu,beberapa bulan yang lalu keduanya bersama ke Milan menghadiri pernikahan David dan Ariana,setelah kesepakatan keluarga,Leon mengajak Caca menetap di rumah orangtuanya demi kesehatan bayi pertama mereka.namun bukan Caca namanya jika harus berdiam diri,di kelilingi keluarga yang sangat mencintainya,ia bebas beraktifitas dan sering jalan sendiri dengan kamera di tangan mengelilingi mension yang sangatlah luas ini,tentu saja Leon geram dan over protektif.
"Casandra....."
Caca hampir terlelap di dalam bathup kamar mandi,jika seandainya Leon tidak menghampiri dan mengusap pipinya.
"sudah pulang kerja?"
"sudah dari 3 jam yang lalu...."
"aku ngantuk...."
"perlu keramas?"
"uuummn ia boleh"
"baiklah tuan putriku...."
Seperti biasa Leon memanjakan istrinya,ia duduk dengan cekatan di balik punggung Caca yang terasa sangat nyaman saat rambutnya di basuh air hangat dan mendapatkan pijatan rutin dari tangan sang suami,mereka sesekali bercanda hingga nyonya Queen mengabadikan moment itu diam-diam dari pintu kamar mandi.hingga selesai dan duduk di depan meja rias,Leon masih membantu mengeringkan rambut istrinya.
keromantisan Leon dan Caca.
Nyonya Queen membawa hasil karyanya di kamar suami dan putri kecilnya Leani Athena Napoleon yang baru berusia 2 tahun.
"Mommy dari mana saja,Athenaku sampai tertidur..."
"lihat Dad......mereka manis sekali...."
Tuan Napoleon yang sedang berbaring bersama putri kecilnya,segera turun dari pembaringan melihat isi kamera istrinya.sosok putranya yang dulu begitu membangkang dan keras kepala luluh pada gadis kecil cucu dari pengawal pribadinya saat menetap di Swiss,gadis itu kini mengandung cucu pertama mereka,tentu saja Tuan Aurelianus Napoleon ini tidak ingin melewatkan moment-moment membahagiakan harus jauh dari putra dan menantu kecilnya.
"my Queen......,"
"iyaa Dad..."
"Ajaklah David menetap di sini juga...."
"tentu saja......,tapi kita harus bicarakan ini dengan Leon..."
"tidak perlu,jadikan kejutan untuk Caca...."
"baiklah...."
Di sisi lain,David yang di bicarakan kelihatan ketus dan kelelahan setelah pemotretan untuk galeri busana rancangan istrinya.
"RI......tubuhku pegal"
Ariana tidak menjawab sapaan suaminya karna sibuk mengecek laporan sale produknya sambil mengenakan earphone.ia terkejut saat David membanting pintu keluar dari hotel entah kemana.sikap Ariana kini semakin jelas terlalu dingin batin David,terlalu mengejar karir ,hingga lupa David memiliki segalanya.
"David.......hey.,...."
Ariana menyusul dengan tergesa-gesa ke lobby,dimana suaminya sedang bersandar di mobil mewah yang mungkin akan membawanya pergi.
"ada apa denganmu?"
"aku akan kembali ke milan....jika kamu ingin menyelesaikan misimu dulu..maka menetaplah di sini..."
"apa yang ada di otakmu David?"
"aku lelah....."
"maka tidurlah....jangan seperti anak kecil....ayo kembali ke dalam...."
"untuk di abaikan?"
David akan membuka pintu mobil saat lengan Ariana merangkul pinggangnya dengan erat.
"David...maafkan aku....ini yang terakhir,aku janji.....please jangan pergi.....aku mohon.
David versi cool
David menghela nafas membuang kekesalannya dan mengurungkan niat pergi,ia melangkah gontai kembali ke kemar hotel tanpa peduli istrinya masih mematung kecewa di parkiran.
"nyonya....maaf.......ada yang bisa saya bantu?"
Ariana mengeleng menunduk semakin menutupi airmatanya.menejer hotel itu adalah salah satu kepercayaan Leon dan juga mengenal David.wanita itu mundur ke arah lift dan segera menuju kamar yang di tempati tuannya.
"permisi tuan David......maaf dengan lancang saya ingin bertanya...."
"tanya apa?,apakah kalian melihat istriku?"
"itulah yang kami tanyakan tuan,apakah ada hal yang membuat nyonya kurang nyaman di hotel ini?"
"what?"
David baru kali ini mendengar penuturan Menejer hotel bahwa istrinya menangis di lobby.sikap dinginnya langsung berubah kuatir dan segera melangkah buru-buru mencari posisi Ariana,seingat David,masalah apapun yang menimpa gadis itu,tidak pernah sedikitpun ia meneteskan airmata,mungkin gadis lain saat di tiduri pria asing tentunya panik dan histeris,saat itu masih teringat jelas ekspresi Ariana sangatlah tenang dan datar,sekalipun noda seprai dan cctv yang menjadi saksi seberapa brengseknya David saat mabuk,mengapa sekarang dia menangis hanya karna sikap tadi.salah satu karyawan hotel menyampaikan bahwa Ariana naik ke atap hotel,gadis itu meringkuk menyedihkan di sana sambil memeluk buku berisi karya desainnya,rambut berantakan dan wajah lusuh menatap bulan sabit,semakin mendukung suasana sedihnya.
Ariana versi broken
mendengar suara kaki,Ariana semakin menunduk memeluk sketsa desainnya.
"bee?"
Sejak David menikahinya secara mendadak,dengan tujuan tanggung jawab,Ariana selalu di sapa -bee- ,dan hal itu pipi gadisnya akan terlihat merona,namun malam ini hanya menangis sesugukan memeluk buku desainnya.
"di sini dingin,kemarilah....semua kuatir padamu....." David akan memeluk tubuh Ariana yang mundur dengan tatapan sendu,bibirnya akhirnya mengatakan sesuatu yang nyaris membuat David menangis.
"David,sebelum kita berpisah kamu harus tahu satu hal......,aku menjadi desainer sampai saat ini karna mengagumi nyonya Ladie Dior,yaitu ibumu.....aku meninggalkan adik kembaranku dan kakakku agar bisa sekolah di sekolah milik ibumu......maafkan aku jika sekali lagi aku serakah dan di nikahi anak dari idolaku,,tapi aku mencintaimu.....sebelum kau mengenalku......aku tahu siapa kau......tapi kini aku sadar ambisiku mendirikan butik di Napoli sudah cukup sampai di sini,maafkan aku......,aku yang serakah,tidak seharusnya aku memanfaatkanmu secara diam-diam....,lihatlah....ini buktinya...buku ini tidak pernah kan aku tunjukkan isinya,di sini ada dirimu,ibumu dan......dan......"
David tercegat dan langsung sigap menangkap tubuh Ariana yang tiba-tiba limbung hampir tersungkur di lantai,dia pingsan.
Cuaca di Napoli sangat bersahabat saat ini,musim semi sedang berlangsung indah,seindah pipi putih pucat Ariana yang masih terbaring pagi itu,David terjaga di samping dengan membuka-buka lembaran desain milik Ariana.pantas saja ia tidak terkejut saat itu,mungkin juga gadis ini tertawa bahagia di miliki seorang David yang ibunya memang seorang desainer bangsawan.betapa bahagianya hati David menyadari di balik sikap dingin dan kerja keras Ariana tersimpan kobaran masa depan yang cerah lewat motivasi dari sosok keluarganya. David telah menelfon Menejernya untuk memberikan kejutan nanti malam.Ariana langsung kembali terlihat tenang saat terbangun,tapi David tau bahwa istrinya sedang menyembunyikan kegugupan yang melanda.
"selamat pagi bee......"
"aku akan kembali ke Milan nanti siang.....dan mengurus surat....per...."
David mengecup bibir mungil menggemaskan itu agar terdiam.pria itu tersenyum mengusap pipi gembul gadis bermata hitam kelam di hadapannya kini.dengan lembut memposisikan tubuh merapat dan memeluk pinggang ramping milik istrinya agar duduk nyaman di atas pangkuan David yang senyum melihat gadis jepang ini menutup wajah merona.
"bee......mulai sekarang.....jangan sembunyikan apapun lagi dariku yaa....aku akan selalu mendukung impianmu.....maafkan aku..."
"sungguh?,aku juga minta maaf tidak jujur dan membuatmu kelelahan jadi modelku"
"yaaa.....Napoli saksinya....apapun itu."
"seandainya aku bisa memberimu hukuman.....boleh?"
"hukuman karna apa dulu?"
"karna aku menangis....",David terkekeh mengangguk,Ariana kini berada di atas pangkuannya.
"aku ingin menghukummu...."
"yaaa hukumlah aku...."
"ini rasakan!"
Ariana menjewer hidung mancung David yang langsung mengaduh kesakitan.....gadis itu lebih terlihat manis dan polos sekarang dan tidak lagi bersikap dingin.
"David......pria cantik dari Napoli"
"what?"
"aku minta sesuatu...."
"apa?"
"kapan kita ke rumah adik sepupuku....aku merindukannya...."
"selesai bulan madu dan pembukaan butik barumu di sini"
"haaahh?,,butikk baruku?,di Napoli?"
"yaaaa......supriseee....!"
"David .....beri aku pelukan....sekarang!!"