
Given menatap layar hp sesaat,2 jam telah berlalu setelah sarapan bersama Yuka yang sudah pamit kembali ke rumahnya lebih awal,saudari kembar dari Yoga itu sangat aktif,dan saat ini Given hanya bisa duduk bersama Alexa.apa yang telah terjadi batin Given,banyak perubahan besar,sikap dan raut wajah Alexa sungguh banyak hal yang telah ia lewatkan.
"apakah kopinya enak?,aku sudah menuangkan 2 sendok gula...." Suara gadis bersurai hitam yang ia cat dari warna asli yang sudah hilang,suaranya memecah keheningan,saat ini keduanya berada di balkon apertemen baru milik Alexa,tepatnya di gedung paling atas dari bangunan paling mewah ini adalah salah satu aset pribadi milik tuan luissioner Alexander,sejak kemarin semua sudah di siapkan,sang istri meminta sebuah kamar privat dan sesuai interior yang telah ia tentukan pastinya.dan gadis ini menarik diri dari keramaian keluarga Napoleon,ia meminta sebuah ketenangan dan waktu sendirian, ia hanya ingin memiliki dua orang teman perempuan,Yuka dan Given,tidak lebih tidak kurang.salah satu dokter ahli sudah di memeriksa fisiknya,dan menurut diagnosa,Alexa tak mengalami gejala sakit apapun,malahan sikap ini adalah hal baik kedepannya,jadi dari pihak dokter menganjurkan Luis memberikan apa pun yang di minta Alexa,selagi itu masih sanggup sang sultan kabulkan.
"Given.....,hei...",Given di sapa berulang kali oleh Lexa yang ngelamun,beberapa panggilan masuk membuat Alexa mengingatkan,telfon dari Sera rupanya.
"ada telfon dari kak Sera,aku angkat dulu ya,," Given mengangkat telfon dari pihak kantor dengan menjaga jarak dari Alexa,ia sudah di beri berbagai pesan-pesan penting kemarin.
di satu sisi pemeran utama dari novel ini,yaitu Caca alias Casandra baru saja selesai menemani Zeyna sarapan di kamar,balita itu sedang sibuk menyusun kotak mainan bersama salah satu maid saat sang suami masuk dengan stelan jas rapi.
"Hari ini aku akan pulang sedikit terlambat.....,makan siang darimu aku tunggu di kantor.....",Leon pamit pergi ke kantor dengan mengecup puncak kepala istrinya lalu sedikit menekuk lututnya mengecup pipi bayi kesayangan mereka yang tersenyum hangat,hati orangtua mana yang tak tersentuh dan tidak terpana dengan wajah kecil tapi begitu cantik begini,Zeyna mewarisi gen ibunya,tapi bola matanya milik Luis,tak bisa di bayangkan jika Alexa sampai melihat fisik asli anak ini dan membawanya pergi jauh dari Caca,bukannya serakah,wanita ini sudah jatuh cinta pada Zeyna sejak pertama bayi ini lahir dengan kondisi ibunya memang bermasalah.
"Hubby...." langkah Leon tercegat saat Caca memanggilnya dengan pelan,sejak semalam istrinya tak bisa istirahat dengan benar,hanya satu problemnya,ia takut kehilangan bayi ini.
"Alexa sudah di apertemennya....jangan mencemaskan yang tidak pernah akan terjadi..." Leon menenangkan istrinya dengan satu pelukan hangat sebelum benar-benar pergi ke kantor,bukannya Caca tidak bekerja,tapi wanita itu kebanyakan bekerja dari rumah sejak Zeyna hadir.
Caca meninggalkan Zeyna bermain dengan para pengasuh dan segera ke kamar anak-anak laki-lakinya,sudah kewajibannya untuk memeriksa kamar mereka dan memastikan Deuz dan Zeus telah bersiap ke sekolah,bersyukurnya ia bahwa anak-anak sudah bangun dan meninggalkan kamar masing-masing dengan sangat rapi,Zeyna di ajak bibi Mei bermain di ruang tamu karna lantai di sana di lapisi karpet tebal dan jauh dari barang-barang hingga memudahkan anak itu berlarian dengan kaki kecilnya.
"Morning mom..." ,Zeus muncul di balik ruang tengah dengan seragam sekolahnya memeluk ibunya dengan manja,jika seperti ini jelass anak itu akan meminta di antar ke sekolah,berbeda dengan Deuz yang mandiri.
"kakakmu sudah di meja makan,,mengapa kamu di sini?" Caca mengusap puncak kepala anak keduanya yang sangat manja.
"hari ini aku ingin membawa motorku sendiri..." ternyata Zeus ingin membawa kendaraan ke sekolah,tentu saja tidak di bolehkan caca,ia menatap Deuz yang menikmati sarapannya dengan sangat santai.
"Deuz akan mengantarmu pagi ini...."Leon tak ingin istrinya lebih tertekan dengan rasa kuatir yang terlalu berlebihan,di rumah ini terlalu banyak kekacauan yang rumit,setidaknya anak-anak tidak juga ikut membuat kepala ibu mereka tambah sakit.Deuz anak yang cerdas,ia sudah bangun meraih kunci motor sambil meraih pundak adiknya dari rangkulan sang ibu yang mendapat kecupan di punggung tangan tanda mereka akan pamit pergi.
"mom.....,aku akan mengantar si pengacau ke sekolah.....lalu akan mampir di rumah kaca..." Deuz pamit sambil mengecup pipi ibunya yang telah memeluk Zeus,putra sulungnya hanya sinis melihat kemanjaan adiknya itu.
"mom....,aku di antar si perusuh......" Zeus ikut pamit dengan sebutan balasan untuk si sulung yang menariknya keluar dari sana sambil terus berdebat penuh candaan,dan berpapasan dengan Zeyna yang tersenyum,masih sempat -sempatnya dua laki-laki nakal itu mencubit pantat montok bayi itu lalu pergi,meninggalkan suara tangisan di ruang tamu.
"Zeyna.....ayo kita ke dapur,,kita siapkan makan siang untuk Daddy lalu setelah itu kita bermain ...." Caca menuntun bayi itu untuk ke dapur di awasi mata seseorang lewat monitor cctv,gerak gerik Caca yang begitu telaten di dapur sambil mengajarkan dan mengenalkan nama2 bahan dan juga berbincang ria penuh kasih membuat hati orang itu tenang,dan menyeka air matanya yang tanpa sadar menetes sejak awal mengawasi,dia adalah luis.saat ini pria itu sedang dalam perjalanan ke Asia urusan bisnis bersama Mr.Napoleon,mereka sudah mendirikan sebuah perusahaan besar di Korea,dan leon sudah beberapa kali ke sana bersama David.di dalam pesawat jet pribadi,Luis duduk mengawasi keberadaan Zeyna,,lalu Alexa yang kini sudah menetap di ibu kota Swiss,bekerja di studia Casandra,di bawah pimpinan caca tentunya.
"Nak.....,semua akan baik- baik saja sekarang...,biarkan berjalan dengan pelan....,jalani prosesnya...." Mr.Napoleon menepuk lengan putra sulung angkatnya yang hanya menarik nafas getir saat melihat ke layar laptop,di mana Alexa sedang bersiap-siap akan pergi kerja.
"Alexa menarik dirinya terlalu jauh Dad....aku sungguh tidak akan kuat jika....."
"stop memikirkan yang belum terjadi Luis....,dia kelemahanmu saat ini,dulu dia adalah senjatamu,bahan percobaan mu,pendampingmu,saat ini biarkan dia membuatmu jatuh cinta dengan sederhana.....,biarkan dia bebas.....,kau yang sejak kecil mendidiknya,ayahnya,sekaligus suaminya..."
"tapi Dad....sampai kapan?,bagaimana jika dia pergi membawa Zeyna?,kata dokter....Alexa sedang mengalami masa kesadaran total,memory di otaknya hanya dia yang tau Dad...."
"Alexa di operasi dalam keadaan koma,,dan sampai saat ini dia belum menyadari kalau Zeyna adalah bayinya....,kalaupun suatu saat rahasia ini terbongkar,Alexa tak akan membawa Zeyna,karna di dunia ini orang yang dia segani,yang dia percaya adalah Caca.....,ingatlah....saat dia kabur dari rumah sakit,siapa yang pertama dia cari nak,,bukan Daddy,bukan mommy apalagi kamu,,yang dia tuju adalah Caca.....,jika suatu saat semua semakin jelas,kurasa Alexa akan sangat berterima kasih pada Leon dan Caca......" Napoleon bukan pria dewasa yang bodoh,ia adalah seorang kakek dan seorang ayah untuk 3 orang putra(Luis,Leon dan David),.2 orang putri (Erica dan Lea).dan yang menjadi anak kandung darah dagingnya adalah Leon dan Lea,tapi di dalam keluarga besar ini yang unggul dalam segala aspek adalah menantunya Casandra atau caca.pengaruh gadis itu sangat besar dan telah merubah hidup banyak orang,jadi menurutnya tak ada yang perlu di risaukan.
"istirahatlah....,jangan terlalu mengawasi Alexa,karna dia bersama Given dan juga Yuka....,kedua gadis itu sudah menguasai bela diri dan juga cukup keras kepala...." Mr.Napoleon tak ingin pertemuannya dengan para relasi kerja nanti di Korea berantakan karna mood si cerdas ini,ia menyerahkan perintah mutlak agar luis istirahat yang harus di patuhi,dan pria tampan itu benar-benar ke kamar sambil menguap.Mrs.Queen yang sejak awal duduk di sebelah kabin tidak begitu sibuk mengurusi suami dan anaknya Luis,wanita itu sibuk dengan karyanya sambil berkomunikasi dengan bessan Mrs.Victoria,di pesawat ini dua wanita itu punya pekerjaan dan urusan lain.
"hallo para ladies.....,apakah aku menganggu sebentar?" Mr.Napoleon mendekat dengan gelas anggur di tangannya,dua wanita yang masih saja tetap cantik itu hanya tersenyum menunjukkan kesibukan mereka di dunia sosmed,terpaksa sang suami menarik diri duduk di kursi lain membaca beberapa artikel tentang Erica dan juga Lea di berita,di sana sedang heboh-hebohnya penampilan glamor dua gadis konglomerat itu saat menghadiri acara amal.berbeda dengan Caca yang sejak hadirnya Zeyna,menantunya itu bekerja di balik panggung,menarik diri dari dunia publik,sibuk dengan dua orang putranya dan satu orang balita,belum lagi putranya yang cenderung lebih dominan cemburuan,Mr.Napoleon tersenyum sendiri mengingat ekspresi putra tunggalny jika marah atau cemburu,begtu persis dengan tabiatnya dulu,tatapan matanya bertemu dengan sang istri,ratu dalam hidupnya itu membalas senyumannya sesaat lalu kembali berbincang dengan Mrs.Victoria.entah tergerak Karna apa,tuan besar napoleon menelfon menantunya saat itu juga,yang di sambut baik.
"ya Ayah....,hallo....apakah sudah sampai?" Caca langsung bertanya dengan antusias,sejak cucu cucunya memanggil ayah mereka masing2 dengan sapaan Daddy,Caca mengubah sapaan untuk dirinya sama seperti ia memanggil kedua orangtua kandunganya yaitu Mr.Harry dan Mrs.Victoria,dan percakapan mereka berlanjut.
"Sebenarnya ada hal penting yang ayah akan bicarakan padamu,dan sudah ku pernah bicarakan dengan leon...."
"apa itu ,katakan saja"
"jangan marah sebelumnya,Ayah ingin cucu cucuku ikut wajib militer..." Di negara Switzerland atau Swiss,memiliki aturan wamil,dan bebeapa bulan tahun kemarin presiden negera itu tertarik dengan kecerdasan Deuz,untuk semakin menguatkan mentalnya,sang kakek tentu harus melatih cucu-cucunya lebih baik lagi.
"apakah tahun ini Ayah?" Caca bertanya dengan berat hati rupanya.