My Nanny, Ohh My Future

My Nanny, Ohh My Future
81.Bukan Dewa



10 tahun kemudian


Sejak kembali dari liburan 10 tahun yang lalu,kehidupan Leon dan Caca berlanjut pada kedua putra mereka dan tidak terlalu memusingkan masalah yang di perbuat Ali,karna Erica telah memutuskan untuk menyelesaikan sendiri masalah rumah tangganya.sejak saat itu Leon lebih utamakan rumah tangganya dan pekerjaanya yang sering menguras waktu dan energi,bersyukurnya Caca tidak lagi mengambil pusing segala apapun yang di lakukan Leon di luar rumah.dirinya fokus mengurus kedua putra,dirinya sendiri dan karirnya secara serius namun tetap utamakan melayani sang suami di kasur,di dapur,dan tempat di mana ada Leon,Caca pasti akan di sana juga kecuali jika Leon sedang keluar negeri bersama ayahnya Tuan besar Napoleon,maka Damarlah yang ia percaya mengawasi tingkah laku si suami.


Ali yang pergi meninggalkan Erica dengan menyimpan rasa kecewanya,lalu kembali dengan penuh penyesalan beberapa bulan tanpa sambutan dari Erica yang memilih menetap di Roma,ia memilih mewakili Lea memimpin perusahaan besar Daddy Napoleon,menjadi wakil Direktur di sana sambil menunggu Lea dewasa,status mereka masih suami istri tapi Erica selalu menutup diri dari publik sejak kepergian Ali waktu itu, bukan waktu yang sedikit bagi Ali berusaha menebus kesalahannya akan tetapi Erica tak lagi seperti dulu.kini wanita itu sangat dingin dan terbilang sangat menutup diri dari siapapun.berbeda dengan Keluarga Leon,Mereka selalu punya cara sendiri untuk bahagia.seperti pagi yang cerah ini,hari Sabtu adalah hari yang selalu di nantikan Caca karna anak dan suaminya totalitas berada di rumah.


"sungguh membosankan......berikan remot itu padaku!!"


"ini acara yang aku tunggu-tunggu!" suara anak laki-laki berusia 12 tahun menjawab pada seorang gadis cantik jelita bersurai hitam pekat yang tak ingin mengalah.


"sampai kau bolos les private kan,aku akan beritahu ini pada kak Caca....." seru gadis yang dari awal sudah memulai perdebatan,


"jangan ikut campur Zia bawelll..!!"


"aku tidak bawell.....!!!berikan remotnyaa.......!!!"


"Again" batin seorang remaja berusia 15 tahun, suara ketus itu lagi,suara pertengkaran adik dari ayahnya.usia bibinya ini hanya berbeda beberapa tahun dari Deuz yang saat itu merasa terganggu di depan meja belajarnya,tak jauh dari sana duduklah Adiknya Zeus dan Bibinya yang biasa di panggil Zia Lea sedang bertengkar dan Jambak jambakan,saat ini Lea sudah beanjak remaja,



lea 19 tahun



Deus 17 tahun



Zeus 15 tahun


akan tetapi entah sejak kapan bibinya ini tidak begitu cocok dengan si kecil nakal Zeus.


"berhenti Zeus.....!,masuk ke kamar,kamu punya tv pribadi di kamar,,atau pergilah mandi .biarkan Zia nonton sendirian...." Deuz berusaha melerai,namun rambutnya yang malah jadi sasaran oleh si bibi dan juga adiknya.


"Aarrrrgggghhhhhh. Mommy......!!!! Daddy.....!!!,bisakah kalian jangan bermain dengan bocah itu saja??!!,,please help me now....."


suara dari si sulung membuat sepasang mata gelap si ayah berkobar tapi hanya sebentar Karna ada sosok kecil di balik tirai,pria yang sudah berusia matang itu mematikan api rokoknya pelan-pelan ke meja kamar tidur mewahnya lalu berjalan dengan malas ke sebuah tempat tidur kecil yang terletak di pojok kamar,menggendong bayi perempuan montok yang dari awal sedang bermain sendirian,mata Leon menatap ke arah kamar mandi sambil bergegas menggeser pintu kamar mandi dengan santai dan elegan.


"bee,....apakah belum selesai?,Lea dan Zeus pasti bertengkar.....,dan Deuz pasti tak ingin di ganggu.....,"


"sedikit lagi hubby......ahhh what the hell???,rokokmu masih belum padam......!"Caca menjawab pertanyaan suaminya yang tampil di depan pintu kamar mandi sambil menggendong bayi sebegitu entengnya.leon menatap dirinya di depan kaca besar dengan perasaan puas,tubuhnya yang elastis dan tinggi tak lupa si baby girl yang baru berusia 2 tahun.



Daddy Leonel



Mommy Casandra


Wanita itu baru saja selesai mandi dan menatap takjub pada sosok suaminya,keduanya memiliki perbedaan usia yang sangat jauh nyaris beda 17 tahun.


"lihatlah hasil pekerjaan Mami dan juga Mommy kita....." Caca alias Casandra menunjukkan sebuah hasil karya terbaru dari ibu kandungnya,yang keluar di berita pagi ini,ibu mertuanya seorang penulis menjadikan karya itu cover novel terbarunya juga,dan cover itu adalah lukisan terbaru dari selembar foto lama Caca dan Leon sebelum Zeus lahir.waktu itu rambut Leon memang masih panjang dan Caca yang hamil muda anak kedua mereka si kecil bandelnya saat ini buat kepala keduanya pusing.



"Daddy..............!!!!!!!!" suara si sulung membuat Caca membuang hp di atas ranjang dan berlari ke lantai satu,di mana Deuz berteriak kesakitan karna rambut panjangnya di tarik-tarik sang adik dari suaminya yang menyusul Sambil menggendong bocah mungil menggemaskan.


"Mengapa Mommy diam saja??,bantu aku......" Deuz berusaha melepaskan diri,tapi Lea tak bisa terima jika Zeus dalam rangkulan si kakak.


"Leaaaaaa.......," suara bariton dan berat kakaknya membuat si adik manja itu cemberut melepaskan rambut Deuz yang berdecak kesal rebahan di atas sofa menaruh kepalanya di atas pangkuan sang ibunda tercinta,meraih gadget lalu bermain game sambil meringis saat si ibu memijit kulit kepalanya.


"Lea.....,katakan padaku dengan jujur apa yang membuatmu memusuhi Zeus?" Leon bertanya dengan tegas di jawab dengan ketus lagi oleh adiknya.


"Zeus terlalu nakal....kalian kan tidak tau kalau dress mahalku di gunting gunting hanya karna dia tidak suka aku pergi dengan Philip!," yang di maksud Lea adalah teman kuliahnya yang ulang tahun beberapa hari lalu.


"son.....why?" Leon bertanya pada Zeus yang tadinya duduk sejajar dengan Lea,tapi sudah merapat di dekat Zeyna lalu meraih gadget dari Deuz yang sedikit keberatan keberatan,lalu berbicara pelan


"Jawab pertanyaan Daddy sana....." Deuz berniat menarik gadget dari Zeus tapi tak sengaja malah benda itu terjatuh mengenai luka di lutut adiknya.


"auuuuwwww.....sakit sekali.......!,ini gadget milikku..." Zeus meringis marah pada kakaknya yang menatap horor tak peduli pada luka adiknya yang terlihat kembali berdarah,puppy eyes adiknya mulai di genangi airmata minta pembelaan dari sang ibunda.Leon mendesah penuh geram akan dua putranya yang mulai berebut perhatian di depan Caca.


"jawab pertanyaan Daddy......." Deuz tetap pada posisinya dan menahan lengan ibunya agar tetap membelai rambutnya saja,sedangkan si adik menunduk merasa di adili oleh kedua orangtuanya dan juga kakak serta bibi kecilnya.hanya adik kecilnya yang dari awal sibuk dengan dirinya sendiri berguling atau merangkak dua meter dari kakinya.


"Zia Lea tidak boleh jalan berdua dengan si bodoh Philip itu,aku pernah melihatnya memotret Zia saat bermain di kolam bersama Zia Yuka dan Zia Given.....!"


Jawaban Zeus membuat Caca menarik nafas emosi,sedangkan Lea begitu tak terima, berlari ke arah kamar mengambil hp mengumpat marah-marah memberitahu dua teman gadisnya bukan lain Yuka,dan Given.sedangkan Deuz merasa kasian pada si adik.leon mengangkat bahu mengisyaratkan Caca agar kali ini membiarkan dua putranya menyelesaikan pertikaian.


"sudah.....jangan menangis,sini....." Deuz mengusap-ngusap punggung adiknya di ikuti Leon yang merasa bersalah.anak keduanya ini sudah berusia 15 tahun tapi sedikit berlebihan seperti ibunya jika terpojok,sangat sensitif,beruntungnya Leon memiliki putra sulung yang tegas dan juga penyayang,seperti saat ini anak sulungnya terlihat sejak awal berusaha tak membiarkan adiknya di kasari Lea,rela rambut dan tubuhnya jadi tameng,walaupun mulutnya cukup pedas jika berbicara,tidak dengan sikapnya pada si adik.caca bersedekap dada menatap Zeus,


"berhenti menangis,lihat Zeyna.....dia anak perempuan tapi tidak lembek seperti kamu....."


Caca tak terima melihat putra keduanya selalu peka dan cepat meneteskan airmata jika terpojok atau menahan kekesalan,padahal karakter ini turun dari gennya yang cenderung menyimpan amarah di akhiri dengan drama.


"aku bukan Dewa......!,bukannya mommy membela aku,Zia Lea terlalu menyimpan dendam padaku.....lihatlah.....kakiku terluka Karna terjatuh dari motor yang di rusakin Philip,cek cctv di garasi jika kalian tidak percaya.....!!!" Zeus berkata ketus sambil menatap ibunya yang merengut kaget,Leon meraih lengan Zeyna yang sudah merangkak ke arah kaki Deuz,dirinya menyimpan amarah pada putra salah satu sahabatnya itu,tapi ia ingin melihat bagaimana anak-anak yang sudah belasan tahun ini bisa menyelesaikan masalah mereka tanpa perlu campur tangannya.philip adalah anak dari rekan bisnis dan juga salah satu temannya,dan sudah sejak anaknya beranjak 10 tahun Leon mengajarkan kedua putranya untuk cerdas dalam hal menangani masalah di rumah atau di luar rumah,apalagi keduanya sudah di didik dari kecil oleh Caca untuk mandiri dan bertanggung jawab.


"maafkan aku....." Lea muncul dari pintu kamarnya dengan tatapan rasa bersalah pada ponakan sekaligus teman mainnya sejak kecil,Deuz,Yuka,Given,Yoga dan Zeus adalah satu lingkaran persahabatan sedarah yang sejak kecil bersamanya.okelah Lea adalah adik dari Leon kepala rumah tangga di rumah mension ini,tapi jika masalah seperti sekarang Lea baru tahu jika kedua ponakannya berusaha membela dan melindungi dirinya dengan cara mereka sendiri.sang kakak dan kakak iparnya terdiam sesaat saat Deuz menegakkan tubuhnya duduk bersandar di sofa lalu melirik balita yang dari awal sudah membuatnya jengah,bagaimana tidak jengah anak kecil itu tidak peduli apa yang terjadi lalu sibuk dengan mulut mungilnya berceloteh yang semua orang di sana tidak paham.


"Diamlah.....bocah berisik....kami sedang berbicara serius......" Deuz berbicara gemas lalu menduel pipi anak itu,tapi anak itu menatap tak suka pada si sulung.leon tersenyum meraih dan menggendong anak kecil yang mereka panggil Zeyna.


"uuuuhhh.....!" nah dia akan berceletoh kesal dengan suara seperti itu lalu memeluk leher Leon seakan-akan tak ingin berbagi ayah.Zeus sibuk dengan gadget yang sudah di relakan Deuz demi menghibur hatinya,sedangkan Lea menunggu jawaban dari Zeus atas permintaan maafnya tadi.


"Zeus......,,sayang......,Zia leamu meminta maaf...."Ibundanya mengingatkan Zeus tapi anaknya itu malah tersenyum sinis meninggalkan ruangan keluarga ke arah kamar mereka di ikuti su sulung,Deuz berhenti sejenak saat suara Zeyna memanggilnya dengan keras.


"Kak De'usss......" Zeyna sudah berusia 2 tahun lebih dan rambutnya baru saja di gunting pendek Karna kenakalannya sendiri beberapa hari lalu bermain gunting,Leon mencium pipi gembul bayi itu bertubi-tubu tapi tatapan anak itu tetap pada kakak sulungnya.


"Zeyna memanggilmu......,ayolah....mengapa kalian terlalu kaku padanya?"


Caca tak terima putri kecilnya di abaikan Deuz dan Zeus setiap hari,sejak bayi itu lahir,kedua anak laki-lakinya ini hanya bisa mencubit atau menatap horor pada bayi itu hingga menangis.


"dia terlalu tak tau tempat untuk ngompol....." Deuz menajawab sekenanya lalu merangkul bahu Zeus pergi dari sana.


"kami bukan Dewa yang harus baik pada siapapun....." Zeus menimpali sambil melototkan matanya yang tajam semakin membuat anak kecil imut itu berubah bergidik.


"Jaga sikapmu Zeussssss.........!!!!!" Caca berbicara keras nyaris teriak sambil melemparkan bantal sofa pada putra keduanya yang menghindar lari naik tangga mendahului Deuz.sedangkan Leon menutup pandangan Zeyna yang sebentar lagi akan meledak nyaring menangis tentunya.


"atuuuutt.......atuuuutt......huuuu" Zeyna mulai ribut donk,dan Caca beralih mengambil alih menggendong putri berambut keabuan itu.memeluk gemas penuh dengan bujukan,hingga bayi itu berhenti menangis,tapi terus menatap kearah lantai dua,di depan pintu kamar Deuz sedang berdiri menunggu adiknya ikut keluar lagi,mereka membawa jeket dan juga tas tidak lupa helem.


"Deuz......Zeus........,,,hari ini adalah....." Caca belum melanjutkan kalimatnya tapi dua putranya sudah memotong pembicaraan sang ibunda sambil melangkah kearah mereka.


"hari ini adalah hari Sabtu,hari di mana waktu Daddy dan Mommy bersama anak dan juga diam di rumah.......!" kedua anak laki-laki itu tak peduli jika sang wanita yang melahirkan mereka itu terlihat kesal,Leon hanya tersenyum lalu melihat anak-anak remaja itu bukan ke garasi tapi ke arah teras belakang.


"kalian bukannya akan pergi?" Caca bertanya sambil mengikuti langkah kedua putranya yang ternyata sudah dari awal mengeluarkan kendaraan roda dua mereka masing-masing ke halaman belakang.


"kami akan bersih-bersih motor dan juga fasilitas pelengkapnya Mom,setelah itu kami akan adakan fotoshoot untuk hari ini"


Deus menjelaskan sambil meraih pipi Zeyna dengan gigitan kecil hingga bayi itu meringis


"kami bukan dewa yang bisa melawan mommy jika murka....." Zeus menjawab dengan tatapan lucunya,Leon terkekeh dengan tingkah anak keduanya yang suka berkata seperti itu khusus untuk ibu kesayangannya yang ikut tersenyum.