My Nanny, Ohh My Future

My Nanny, Ohh My Future
122.Mandiri



Satu malam Zeus menginap di rumah sakit,beberapa teman sekolahnya menjenguk dan ada juga yang berlama-lama di sana,mereka adalah anak anak David,jadi makin jelas bahwa penghuni kamar VIP itu adalah anak pemilik rumah sakit,karna anak-anak David terlalu terlihat mencolok dengan gaya fashion mereka yang memang sedang populer di milan,karna Zeus dan Deuz tidak beda jauh dengan tampilan mereka,si pesakitan jadi malas menjadi sorotan, esok hari ia membujuk orangtuanya agar rawat jalan di rumah,dokter siapa ya ng berani menolak permintaan Leon,seorang pria konglomerat sekaligus milyader terkenal kejam di kalangan dunia kerja dan sosial.


Pada saat tiba di rumah,Leon tidak di sana,pria itu sudah pamit untuk pergi ke perusahaan,tapi sebenarnya pria itu sedang duduk di rumah mertua dan kedua orangtuanya,mereka sedang membahas tentang kelanjutan masalah Zeyna dan juga tujuan Luis kedepannya,intinya mereka sedang membuat kesepakatan serius tentang pria meresahkan itu.


Leon kembali di malam hari,ia memanggil Deuz ke kamar Zeus,ketiga laki-laki itu tidak seperti anak dan ayah saja batin Caca yang juga ikut masuk setelah memastikan Zeyna sudah tidur di kamarnya,Zeus yang masih rebahan dengan beberapa perban agak mendingan,anak remaja itu saat ini sudah berusia mendekati 20 tahun,jadi ia punya hak mendengar dan memutuskan menerima atau tidak keputusan ayahnya.


"kita akan berpisah beberapa waktu setelah musim panas selesai.....,jadi saat ini kita harus bicara tentang masalah Zeyna selanjutnya....,sebelum itu.....Deuz hentikan dulu pekerjaanmu...." Leon menegur putranya yang sejak awal sedang mengerjakan sesuatu di tabletnya.anak itu terlalu banyak sibuk dengan benda persegi itu batin caca juga.


"baiklah Dad....." Deuz dan Zeus meletakkan pekerjaan mereka di meja dan duduk di masing-masing kursi,sebenarnya pertemuan keluarga biasa di lakukan di ruang kerja Leon tapi karna Zeus sakit jadi mereka di kamar ini dengan pintu di kunci agar tidak ada yang menguping.


"mulai saat ini,keluarga kita harus transparan soal Masalah apapun,biar tidak ada masalah seperti yang terjadi pada mommy dan Daddy kemarin......,Daddy akan mulai dari Deuz...."


Casandra mendengar semua pembicaraan suaminya dengan serius,pria itu menyimpulkan beberapa hal yang tidak bisa ia atur sendiri sekarang.anak-anak sudah dewasa dan harus di beri tanggung jawab serta pilihan hidup masing-masing,itu yang di terapkan keluarga Leon sejak awal menikah,ia tidak mau mengikuti jejak Ayahnya yang otoriter dan juga keras pendirian,ia berbicara secara terbuka pada kedua putranya dan merekapun memilih jujur dengan apa yang mereka inginkan.


Deuz melanjutkan pendidikan di university ternama,tapi yang jelas di sana menjamin kualitas dan integritas yang thebest di dunia,Leon menerapkan aturan jika Deuz harus benar-benar fokus kuliah,dan untuk pekerjaannya bisa ia kerjakan setelah study nya tidak padat lagi.


Zeus meminta wamil di US,dan ingin menerima beberapa tawaran pemotretan di Milan,anak itu lebih suka berbaur dengan dunia hiburan sejak melihat sepupunya,tapi dengan syarat ia tidak boleh terlalu memikirkan reaksi media massa,entahlah malam itu,anak-anak tiba,-tiba merubah mood Caca yang tadinya turun naik karna rasa kesal pada Leon,lalu merasa bersalah pada Zeus,saat mendengar anak-anaknya akan sibuk hatinya sedikit merasakan kosong.


Zeyna akan bersekolah di sekolah lokal dan mendapatkan juga sekolah private sebagai tambahan,dengan jadwal yang padat itu,membuat pola pikir putri angkat mereka dapat kembali normal dengan terus di kontrol oleh dokter pribadi.


Leon menerima saran dan kritik malam itu dari dua anak kandungnya,lalu reaksi Caca yang diam hanya mengangguk patuh,menandakan ia juga kurang setuju jika sudah membahas tentang Zeyna,tapi mereka bertiga tidak bisa membatalkan program studi anak itu jika demi menyembuhkan traumanya.


"dan mommy harus fokus kembali di studio setelah mengurus keperluan dan jadwal kalian.....,tentang Zeyna kita bicarakan esok lagi....akupun tidak ingin dia di luar rumah,tapi metode ini harus kita terapkan demi kesembuhannya....." Leon bicara serius lalu pergi dari sana dengan mata sedikit berair,Caca tau jika suaminya mengambil keputusan itu tidak semata-mata karena berpikir sesaat,namun pria itu juga sedih sama seperti mereka,tapi tidak ingin ia tunjukkan saja.


Deuz mengusap bahu ibunya yang merenung,ia meyakinkan wanita itu bahwa semua akan berjalan dengan baik jika di hadapi dengan tenang dan juga sabar.


"sudah jam 9 malam,mommy harus istirahat dan mengajak Daddy makan malam ...dia pria yang keras kepala dan harus di perhatikan..." Deuz menuntun ibunya keluar dari kamar Zeus yang ikut senyum mendukung.


"di dunia ini kekasih terbaikku adalah ibu yang melahirkan kami"


Caca menggandeng putra sulungnya melewati kamar Zeyna,karna dari pintu yang setengah terbuka,suaminya sedang di sana duduk membetulkan selimut dengan mata yang berkaca-kaca,Caca Deuz terus melewati kamar itu ke arah kamar lain sambil sama-sama memikirkan tugas yang akan mereka lakukan.


"kau mau tinggal di asrama atau di rumah?" Caca berbincang dengan Deuz di depan pintu kamar anak sulungnya itu,dan anak itu mengangkat bahu pasrah.


"besok aku kesana mengecek segalanya lalu bilang ke mommy harus bagaimana okey ....Its okey mom....."


Caca melangkah mengangguk dan pergi dari hadapan anaknya yg ikut berbalik menutup pintu dari dalam,ibu 2 anak dan 1 putri angkat itu melangkah pelan menaiki lift ke atap mansion,akses di rumah ini terlihat lebih modern sejak kembali dari luar negeri,karna di saat berada di negara lain,Caca melihat beberapa rumah mewah di lengkapi beberapa fasilitas yang cukup membuat suasana rumah makin enak di tinggali.


Leon keluar dari kamar putrinya setelah maid penjaga masuk untuk tidur menjaga Zeyna,hari ini ayah dan anak itu berbincang lumayan nyambung,biasanya setiap kali Leon ajak bicara,anak itu langsung menyela meminta untuk menepuk atau sekedar menyuruhnya membacakan bait terakhir sebuah buku mengantar tidur,malam ini Zeyna di ajak bicara,dengan menurut gadis itu mendengar dan setuju melanjutkan kelas onlinenya yang di jeda menjadi sekolah offline di luar,anak itu terlihat antusias mengangguk patuh saat ayah angkatnya menjelaskan bahwa sudah saatnya Zeyna masuk sekolah remaja,setelah cukup lama mereka saling terbuka,anak itu meminta ayahnya esok pagi bersama-sama mengecek letak sekolahnya di mana,setelah itu Zeyna tidur tanpa membaca buku,ia sudah mengantuk sejak 30 menit yang lalu.Leon menutup pintu dengan lega lalu menuju meja makan sesuai pesan maid yang di perintahkan Caca agar suaminya makan dulu, saat melihat makanan yang sebenarnya menggugah selera,tapi pikirannya tertuju pada gaun hitam yang Caca gunakan tadi saat di kamar Zeus,lebih terkejut lagi saat salah satu anak buahnya menyampaikan bahwa Caca sedang di atap.


Atap mansion tidak bisa di akses sembarangan,itu adalah ruang pribadi Leon,sekaligus ruang meditasi yang kadang suka menenangkan pikiran atau sekedar rokok di sana,Caca pernah di beri ultimatum tidak boleh kesana jika bukan bersama dirinya,sudah hampir di anggap gudang oleh istrinya dan ia patuh tidak naik kesana,kecuali menyuruh maid sekedar bersih-bersih tanpa menyentuh beberapa benda yang di tutup,anak-anak juha tidak bisa masuk kesana,terdapat beberapa karya-karya Caca saat masih gadis,dan juga beberapa lukisan2 Leon saat masih remaja sudah di pindah di ruangan ini.


Setelah menghabiskan makan malam tanpa anak-anak dan istri,pria itu duduk sejenak di depan iPad mengecek beberapa pekerjaan yang tertunda,1 jam berlalu,belum ada tanda-tanda istrinya kembali,baru kali ini lagi mereka saling diam cukup lama, padahal 3 malam yang lalu sudah habiskan tenaga demi meladeni sikap cabul Caca saat sedang mabuk di rooftop studio.


Deuz mengetuk pintu kamar berniat pamit menginap di rumah kaca,tepatnya di rumah orangtua Caca,ia sengaja menghindari membuka kamar pribadi,karna malas dengan adik sepupunya Rui dan Riu pasti akan ikut masuk lalu berakhir tanpa istirahat,di sana sudah ada Chris anak sulung pamanya David,adik sepupunya itu suka masuk ke kamar Deuz untuk membaca atau hindari adik-adik kembarnya yang suka ribut,intinya saat ini rumah Leon kedatangan anak-anak dari Deviz dan David.


Leon menekan pelipisnya melihat tingkah anak sulung ini,ia persis dirinya jika sedang malas,memilih pergi daripada banyak berdebat dengan adik-adikya.


"Adikmu nanti bangun malam-malam mencari....aku harus bilang apa......,di rumah ini terlalu banyak kamar kosong,atau cari mommy kamu sana,entah dia di mana....." adik yang di maksud adalah Zeyna,beberapa hari ini si kecil mungil itu tidak ingin jauh-jauh bermain,ia hanya ingin mengekori kakak sulungnya dengan raut wajah menggemaskan,tapi untuk beberapa hari ini Deuz merasakan badannya pegal-pegal mungkin karna kurang istirahat mengurus kepindahannya.


" aku belum juga tinggal di apartemen ku,sudah dapat Omelan hummn,aku akan tidur di sini saja...." Deuz naik di ranjang orangtunya dan langsung tengkurap menghirup aroma orangtuanya di bantal,hingga dalam 1 detik telah mengantar dirinya di dalam mimpi,ia terlihat lelah sejak mengurus adik-adiknya batin Leon,mata pria itu menelusuri setiap sosok putra sulungnya,ingin mengusap rambut atau mencubit,tapi anaknya yang satu ini baru sekarang naik di kasur dirinya dan Caca untuk bersikap manja,entah kerasukan apa ia tiba-tiba ia merindukan tidur di antara ibu dan ayahnya.entahlah.......namanya juga anak pertama yee khaaan readers 😁😁✌️