
Caca menatap dedaunan yang jatuh dari pohon-pohon di sekitar taman,lalu mulai mengarahkan kameranya di setiap sudut dengan senyum selalu membingkai di wajahnya,sedangkan sang suami duduk di bangku taman menerima telfon dari Luis kakaknya sejak beberapa menit yang lalu,ada percakapan serius,tapi matanya terus mengawasi sang istri yang berjarak 15 langkah darinya.
"saat ini Putrimu sedang di rumah,apakah tidak ada cara lain selain keputusan bodoh ini kak?" Leon bertanya dengan tangan di kepal kuat,dan di seberang sana hanya suara pelan dan ucapan singkat.
"mungkin itu yang dia inginkan,aku akan hampir tiba di rumah,nanti aku telfon lagi" Leon mendengar penuturan Luis dengan perasaan berkecamuk dan mengisi hpnya ke dalam kantong sebelum beranjak meraih pinggang ramping istrinya.
"ayo kita pindah tempat...",Leon menuntun istrinya pergi dari taman ke arah mobil yang kembali mereka kendarai ke arah danau,tanpa malu-malu leon pergunakan waktu berduaan ini dengan sering mencuri-curi kecupan di pipi gembul milik Caca yang hanya sibuk dengan kamera di tangannya,tak masalah bagi sang suami,sudah sikap si kecil unik ini jika sesekali di ajak kencan.
"kak Luis bilang apa?,apakah lexa sudah sembuh?",Caca bertanya sambil mengirim pesan singkat untuk Deuz menanyakan kabar mereka di rumah,dan putranya membalas mengirimi foto sosok Zeyna sudah terlelap di atas kasur tepat di kamar pribadi milik balita itu.
"saat ini kak luis sudah hampir tiba di rumah kita,,kurasa biarkan dia memiliki waktu berdua bersama Zeyna,bila perlu kita mencari penginapan....." Leon menjelaskan sambil mengajak Caca duduk di atas rumput tepi danau.
"Hubby jangan mengambil kesempatan,anak-anak sekolah esok pagi,mereka tidak akan bisa tanpa aku siapkan sarapan" Caca mulai mengomeli sang suami yang niatnya pasti bukan lain meminta haknya,tanpa gagguan anak-anak dan pekerjaan,tapi satu sisi Luis saat ini harus di temani menghadapi masalah keluarganya,dan Leon tahu betul sang istri wanita yang peka serta peduli dengan hal ini.
"mengapa kita tidak kembali saja di rumah?,anak-anak belum tentu mau makan malam dengan benar...." Caca terlihat kuatir sekali tapi jemari Leon menggenggam kuat telapak tangan istrinya.
"tenanglah......,anak-anak sudah besar,mereka harus belajar mandiri,okey? dan kurasa biarkan Kak Luis memutuskan sendiri pilihannya,ini sudah kesepakatan Keluarga besar kita baby.....,percaya padaku.....",Leon semakin bijak dan tenang menghadapi hidup,sedangkan Caca lebih banyak kuatir akan semua hal dan sibuk berpikir jauh,itulah kedua insan ini saling melengkapi.
"baby....,,percaya padaku....,berikan haknya untuk hari ini saja.....dia dalam pengawasanku.....ayo kita cari tempat istirahat siang......dan kita bisa menelfon anak-anak lebih leluasa....",Caca tak menjawab,ia hanya bersandar di bahu kekar sang suami yang mengusap puncak kepalanya lalu menyadari ada tetesan airmata yang jatuh dari pipi wanitanya.
"hei.....kau kenapa sayang?" Leon menyeka airmata istrinya yang ikut terkejut lalu membenamkan wajahnya,lalu menengadah ke langit sore yang cerah,kembali menunduk menghirup aroma suaminya,sekejap ia kembali tenang lalu berbisik lembut.
"Hubby.....,aku memikirkan lexa.....,ini sudah lebih dari 2 tahun,dia belum juga mengingat kita,apalagi......" kalimatnya terhenti saat getar hpnya mengusik,kebiasaan jelek Caca adalah cepat teralihkan apalagi yang menelfon adalah staff di kantornya,bukan lain adalah Given yang di pindahkan David dari posisi asisten Ariana kerja di studio sambil kuliah, karna saat ini sang istri berhenti dulu mengurusi karir demi 3 anaknya lalu David yang selalu menuntut perhatian tentunya.
"Hallo ada apa Given?" Caca langsung mengangkat panggilan dari si Given yang saat itu sedang berada di studio bersama Sera.
"Kak......,ada Nona Alexa di ruang tamu.....dia sepertinya sedikit aneh..." suara pelan Given tetap di dengar Leon yang langsung lebih rapatkan posisi kepalanya di sisi hp Caca yang melongo.
"hah????,,"kedua suami istri itu saling pandang lalu bergegas kemobil,tak peduli kegugupan sang sopir yang dari awal sedang duduk santai cepat-cepat hidupkan kendaraan yang melaju sesuai perintah sang CEO tampan di kursi penumpang mengengam jemari sang bidadari yang amat ia cintai di sampingnya saat ini.
"Apakah Hubby ke rumah,,kita bagi tugas saja....aku ke studio?"
"jadi kita akan main detektifan sekarang?" Leon bertanya dengan senyum gemas pada Caca yang terlihat semangat sekali hadapi masalah percintaan kakaknya si Luis,mata hazelnya Makin bulat mengangguk minta persetujuan,ini bukan urusan mereka sebenarnya,jika saja Zeyna bukan berada dalam pelukan Leon dan caca sejak lahir.
Entah apa yang telah terjadi dulu,saat Leon dan Caca kembali dari liburan di Itali.Alexa di kabarkan kecelakaan,di saat itu ia masih muda dan hamil dalam kondisi koma,saat melahirkanpun harus di operasi dengan resiko ingatan Alexa yang di vonis dokter akan amnesia,luis yang tidak menerima kenyataan bahwa istri kesayangannya tidak bangun-bangun ikut mengalami gangguan mental parah harus dalam pengawasan dokter dan keluarga,hingga akhirnya Leon mengambil tanggung jawab mengambil bayi yang tak bisa di urus Luis sejak awal lahir karna frustasi,Caca dan Leon membawa bayi itu ke Swiss dan menamainya Zeyna,8 bulan setelah di operasi Alexa sadarkan diri tapi dengan ingatannya yang hilang total,membangkang,tak menerima dirinya adalah istri Luis lalu sering terjadi pertengkaran hebat sampai Luis sering menerima perlakuan tidak sopan dari gadis berusia 19 tahun itu, Mr.Napoleon dan Mrs.Queen membawa Alexa ke rumah rehabilitas terbaik dan berusaha menempatkan dokter terbaik untuk mengobati gadis itu,namun ingatannya yang saat ini malam membuat Alexa membenci sang suami,jati dirinya yang terjebak di dasar alam bawa sadarnya belasan tahun kini bangkit mengubah pola pikir dan penilaiannya tentang Luisioner Alexander.
"apakah ini karma Karna kak Luis menghamili gadis kecil 17 tahun dulu?" tiba-tiba pertanyaan itu keluar dari mulut Leon,Caca menatap tak terima lalu menunjuk dirnya dengan kesal.
"aku juga hubby nikahi di usia.....hamp!" Leon menutup bibir istrinya dengan telapak tangan lebarnya saat melihat sang sopir tersenyum lucu lalu cepat-cepat berubah roman jadi datar takut di pecat nantinya.
"kabari aku kalau ada apa-apa ya baby....." Leon mengingatkan saat mobil berhenti tepat di depan studio megahnya,ia mengecup pipi suamunya lalu melambai sebelum turun,tapi Leon ikut turun.
"Hubby....kita berpisah hanya beberapa jam.....please.....jangan perlakukan aku seperti adiknya Deuz,okey!" Caca mulai marah akan sikap posesif sang suaminya yang menjawab dengan enteng.
"aku sekalian mengecek pekerjaanmu,apalagi ada Damar di sini,temui Alexa....aku akan ke kantor....lalu setelah itu aku akan kembali kerumah bersama Damar," Leon pura-pura melangkah ke arah pintu kantor ,melewati ruang kaca di mana tempat itu khusus ruang vip Caca untuk menerima tamu.sang istri tersenyum kalem menatap punggung suaminya lalu kembali melangkah ke arah di mana Sera dan Given berdiri mengapit Alexa.
"hey.....Alexa......kemarilah....aku datang...." entah keberanian darimana Caca merentangkan tangannya seakan menyuruh Alexa masuk di dalam pelukan,dan sial....gadis itu malah berlari kencang dan menubruk dada Caca hingga hampir jatuh terduduk,sikap Alexa memang terlihat aneh,dulu sesayang apapun ia pada seseorang,tak pernah meminta sebuah pelukan,ia gadis dingin dan cukup cerdas dalam menjaga integritas suami; namun kini ia telah menjadi Alexa yang menemukan jati dirinya.
"kak Caca.....aku kabur dari rumah sakit,aku pusing di sana,bolehkah aku nginap di sini atau mungkin pinjamkan aku uang agar kembali ke mesir"
suara memelas,.manja dan.....ada apa dengan Alexa?,dandanan yang dulunya manis dan polos kini berubah drastis lebih sederhana.
"aku ingin berpisah kak....." Leon yang awalnya sudah masuk di dalam kantor istrinya mengawasi dari cctv sambil menelfon Luis,tapi pria itu sedang tidur lelap di samping putri mungilnya.menurut penuturan anak buah Leon,sang kakak baru dua jam yang lalu berada di Swiss,tiba dengan jet pribadinya dalam keadaan lelah.
Leon menelfon Deuz yang langsung di angkat oleh putranya.
"hello Dad.....what?"
"sopanlah sedikit....,bawa pergi Zeyna dari rumah bersama pengasuh sesuai alamat yang Dad kirim lewat chat ya,Daddy akan menyusul kesana nanti,sopir sudah menunggumu di depan parkiran.....okey!"
Perintah itu tak bisa di tolak Deuz yang diam-diam masuk ke kamar lalu menggendong Zeyna dari sisi sang ayah kandungnya,entah apa yang sang Daddy rencanakan,yang jelas Deuz tak ingin membantah,sekalipun di tuduh menculik adik di rumah sendiri.
Satu jam setelah Alexa sedikit tenang,Caca dan Leon mengajaknya ke mension,Luis saat itu sibuk mencari Zeyna hingga Leon buka suara.
"Zeyna di tempat yang aman,sekarang kami berdua tinggalkan kalian bicara empat mata dulu,ingat......jangan kudengar ada keributan" leon menatap kakaknya yang di harapkan mengalah dulu,sejak awal tiba di studio,mata Alexa sudah membengkak karna menangis.di sisi lain,di taman belakang Zeus menatap ke lantai atas sambil berguman kesal,lalu melirik dua gadis kembar dan juga laki2 kembar yang merupakan sepupu hampir seusianya itu sibuk bermain puzzle rumah rumahan tak jauh dari kolam mengundang otak kenakalannya meronta-ronta,tapi dirinya lebih penasaran kemana kakak dan adik kecilnya sejak 1 jam yang lalu tak terlihat lagi di kamar.
"permisi tuan muda kedua,nyonya menitipkan pesan kalau ini sudah jam 6,ajak teman2nya makan malam....." salah satu maid menyampaikan dengan sopan sesuai instruksi Caca pada mereka,tapi anak itu hanya mengangguk lalu bertanya dengan malas.
"Kak Deuz dan Adikku kemana?" mata rupawan itu membuat si maid hanya menggeleng gemas,selain manja dan nakal,Zeus cenderung merajuk pada orang-orang rumah hingga tak ada satupun yang berani marah padanya,wajah tampannya mirip kakak sulunyanya yang lebih tampan namun dingin persis sang ayah.
"ummnn siapkan di sini saja makan malamnya,Dad dan mom sibuk di meja makan utama...." itu suara sepupunya yang lain,bukan lain remaja seusianya,kakak dari gadis-gadis kembar itu, yaitu Christofel,Kakak kandung Anabella dan Andrea itu muncul dengan sebuah buku di tangan,ia begitu manis jika tersenyum,maid itu nyaris meleleh jika sudah berada di lingkaran anak-anak keluarga Napoleon.
"Aku dari perpustakaan,saat melewati meja makan.....Mom dan Dad sedang serius membahas something.....berjalan ke dapur lalu aku kemari untuk lebih tenang membaca,aku juga membawa buku pesananmu sudah datang tadi di antar kurir,ini aku bawakan " Chris melengos ke arah kursi malas menenteng buku-buku edisi terbatas miliknya dan Zeus,setelah berbicara baik-baik pada Zeus yang cenderung berbuat onar jika di kasari,mood si pemilik mata hazel itu sedang buruk,lihat saja tingkahnya yang mengabaikan Chris,ia bergegas menghampiri Bella dan Andrea,menendang rumah rumahan mereka bersama Rui dan Riu anak dari Deviz dan Riana.kedua pasang kembar itu akhirnya kejar kejaran dengan Zeus hingga ke dalam mension.
"Apa yang barusan kamu lakukan?" tiba-tiba suara Mommy Caca mengagetkan Zeus yang bersembunyi di samping kulkas dapur,remaja itu menghembuskan nafas kesal di sana ayah ibunya baru saja memergokinya.
"mereka sulit di pisahkan...."jawaban Zeus membuat Leon memutar bola matanya kesal,belum lagi tadi ia sedang ingin mengecup istrinya saat itu pula anak keduanya ini masuk tanpa menyadari kehadiran mereka di pojok dapur sedang berduaan.
"mereka kembar,,tentu saja siapapun tidak bisa memisahkan mereka sayang...." Caca berusaha menjelaskan,tapi Zeus tak suka jika ia di abaikan kedua gadis kembar itu.
"aku akan buktikan bisa memisahkan mereka Mom....." Zeus kembali keluar dari dapur,Leon kembali merangkul pinggul istrinya yang mengupas buah di wetafel.
" sudah bergantung pada kakaknya,nakal,,anak itu mudah sekali iri pada orang lain.....,sifat kritis dan juga....manja seperti dirimu...." leon berbisik pelan di telinga Caca yang tersenyum merona.
"dan dia juga seperti dirimu yang tak suka melihat orang lain tenang.....,apa coba yang ada di pikirannya hingga mencoba membuat saudari kembarnya harus berpisah.....," Caca mundur ingin kemeja makan,tapi Leon menekan pinggulnya dari belakang dan berbisik.
"biarkan aku memelukmu honney....ini waktuku berduaan dengan istriku..." Leon memutar tubuh Caca agar menghadap ke arahnya,hingga posisi wanita itu rapat dan di angkat duduk di atas westafel sesuai keinginan pria di depan ini yang akan mendaratkan kecupan bertepatan dengan suara dari balik pintu dapur.
"jangankan Bella dan Andrea....!!,aku juga bisa membuat mom dan Dad berpisah!!" itu suara Zeus di iringi dengan suara kakinya berlari dari pintu dapur,rupanya anak itu masih di sana sejak orangtuanya ketahuan bermesraan di dapur.leon mendaratkan kecupan singkat di pipi Caca lalu bergegas keluar dari pintu dengan gemas mengejar putranya.
"oohhh ASTAGAAA.....,harus belajar tau tempat sekarang.....huuffhh...." Caca berguman sendirian dengan telinga merah malu lalu membawa nampan berisi buah ke taman belakang melihat suaminya sudah memanggul putra keduanya di atas pundak yang teriak-teriak marah,Sera dan Given yang baru tiba hanya mengangkat bahu duduk di sisi Caca tepat di depan kolam di mana anak-anak sedang di sana juga,Leon melempar putranya ke kolam hingga tawa semua orang pecah.
"Dad.....!" Zeus menyiram ayahnya dengan air,dengan nafas naik turun di dalam kolam,ia mencari pembelaan,namun kakaknya saat ini tak ada di rumah.leon tersenyum menang lalu ikut turun melanjutkan perang air bersama putranya itu,hingga terbitlah senyum bahagia di wajah Caca.
Berbeda di kamar atas,kamar yang sering kosong kini sedang terjadi perang dunia ke 3 hahaha,antara Luis dan istrinya,tak peduli Leon sudah menegur jangan ada keributan,tapi siapa yang tak tau kamar itu di rancang khusus oleh Luis kedap suara dan lebih luas dari kamar lainnya.leon memang memberikan ruang khusus untuk kakaknya itu saat membangun mension megah ini.
"berpisah intinya....!!!" kata-katanya itu terlontar terus dari bibir kecil gadis yang dari awal sedang mencari sesuatu untuk di lemparkan pada tubuh Luis.
LIKE DAN KOMEN GUYYYSSS DI TUNGGU🥰🥰🥰🥰🥰🤍🤍🤍🤍