
Selesai menikmati sajian di dapur,Leon duduk di meja depan balkon menikmati malam yang sebentar lagi subuh,beberapa menit dirinya memejamkan mata,5 menit ia mereklasasikan pernafasan lalu kembali membuka mata,pemandangan malam di kota kelahirannya ini sungguh indah di padati lampu-lampu bangunan arsetik kuno Romawi,Leon berjalan ke arah kamar berniat mengambil kamera,saat itulah hatinya kembali perih tak terbayangkan gimana rasanya berada di posisi saat ini melihat sosok istrinya rebahan mabuk di atas kasur mewah lalu suhu dingin AC yang begitu rendah tapi kulit wanita itu berkeringat menatap kosong kearahnya.
Piyama merah,kelopak bunga mawar merah lalu segelas wine di sana,sejak kapan wanita itu memetik bunga-bunga mawar di balkon kamar lalu menaburkannya di sana?,Leon meraih kamera lalu memotret moment bersejarah ini,pernikahan yang sudah terbilang 18 tahun,Deuz kini sudah remaja dan tampan,tapi mengapa rumah tangga ini tiba-tiba memabukkan begini?,kepala Deuz begitu sakit,berdebar juga dengan pose wanita ini, masih tetap menakjubkan jiwa lelakinya dan memilih duduk di pojok ruangan tak ingin kembali ke teras depan,tak jauh lagi,tak ingin menebak apa yang akan Caca perbuat dengan sebuah pistol silver yang memang milik Leon, tapi pria itu sudah menyimpannya di brankas,kenapa wanita itu bisa membukanya dan begitu enteng tergeletak di samping tubuh berbalut piyama itu?,siapa yang ingin di bunuh Caca?,ini gila!!!.belum selesai di sana,jam tangan Leon,sabuk Leon dan beberapa pakian pria itu yang tadinya ada di kamar ganti,kini sudah berserakan di lantai tak berbentuk.
"seberapa dalam kamu membenciku ca?",Leon berucap lirih lalu menengadah di tas plafon menatap langit-langit kamar,emosi yang harus di musnahkan batinnya.
"18 tahun...." jawaban datar ini mengerikan sekali,sungguh terlalu miris jika di pahami secara realistis,tapi saat ini wanita itu sedang setengah sadar dan Leon tidak akan melakukan tindakan implusif lagi,bisa saja esok dia sudah lupa apa yang ia bicarakan hari ini.
"lalu apa yang kau inginkan saat ini honney?" Leon mendekat,meraih pistol,mengeluarkan isi dari benda itu,memungut setiap helai pakian yang sudah tidak akan bisa leon pakai lagi,,meletakkan barang-barang di kamar ganti sekaligus deretan keperluan kedua suami istri itu tertata rapi di sana,Leon kembali ke ruangan tempat tidur dengan perasaan cukup tenang sebelum suara berat si pemabuk merancau lagi.
"18 tahun kau pura-pura baik dan manfaatkan diriku ini hingga memiliki anak,sembunyikan diri di balik pegunungan Alpen jauh dari musuhmu.....,setelah kau bosan dan menemukan wanita yang lebih pantasss,lalu kau berselingkuh hingga membuatku hancurrr...." bicara sambil memukul dada sendiri,sikap ini baru 1 kali dalam hidup Caca,wanita itu berbeda jika mabuk,bisa saja dia membunuh orang jika saja mereka berada di Mension batin Leon.
"sudah dini hari.....,apakah kita belum bisa istirahat juga?suamimu ini sangat rindu memeluk tubuhmu....." Leon bergurau dengan keseriusan Caca,pria itu mendekat,memindahkan posisi tubuh Caca lebih anggun ke arah yang tepat untuk rebahan,tak peduli betapa tajam tatapan sang CEO studio Casandra itu kecewa.
"kau bertanya apa yang ku inginkan tadi kak Leonel Napoleon ,Ceo Napoleon Group!,jadi aku menjawab....,yang aku inginkan saat ini adalah penjelasan!" Caca memang minum wine,agar melupakan segalanya yang telah terjadi,tapi ada satu fakta yang ia baru dapatkan setelah menjalankan projek biografi Napoleon Fams,Leon bukan saja seorang konglomerat,bukan juga mantan fotografer ternama,bukan semata-mata pewaris tunggal Napoleon Company,dan bukan semata-mata salah satu mafia paling susah di temukan.pria ini telah memiliki sebuah rahasia sangat luar biasa besar dan tidak pernah satu kalipun Leon diskusikan bersama Caca.
"esok pagi kita akan bicarakan ini di rumah kita .....,maafkan aku honney....." Leon tau arah kalimat dan kekecewaan istrinya,bukan saja tentang skandal itu,ada masalah yang lebih membuatnya hancur,dan seharusnya sejak awal menikah Leon membicarakan hal itu,sebelum akhirnya sang istri mendapati fakta itu sendirian saat bekerja di balik kamera bersama team studio miliknya.
"tidak.....kita harus bicarakan saat ini,esok aku akan kembali bekerja,kau tau projects ini sungguh luar biasa memakan biaya dan juga keseriusan....." Caca sudah bangun dari posisi rebahannya,mengendalikan emosi sebaik mungkin sekalipun jari-jarinya bergetar mengenggam ujung dress merahnya sendiri,ada rasa kecewa tapi sebaiknya ia harus berusaha tenang dan siap menerima penjelasan sang suami.
"lihatlah...,ini sudah hampir jam kita selalu bangun pagi jika di Swiss.....,bisakah esok jam 8 kita bicarakan hal ini saat sarapan!,beri aku waktu tidur sebentar...." Leon menekan kedua bahu rapuh Caca Hingga wanita itu menatap netra sang suami,betapa tampan dan juga kelam tatapan itu,mereka saling menatap sesaat sebelum Leon mengecup keningnya lalu memeluknya dengan nafas berat berbisik.
"kau pasti lelah..,aku kemari untukmu,untuk anak-anak kita dan.....untuk masa depan kita kedepannya...,lihatlah pipimu sampai sedingin ini....hmmnn....maafkan aku ya....,terserah kamu mau memaafkan atau tidak...tapi yang jelas,aku janji ......sungguh esok pagi semua akan kujelaskan..," Leon bicara pelan,dan lembut,tak dapat memberi ketegasan yang kasar pada Caca,jika hal itu sampai terjadi mungkin dirinya akan berakhir di meja pengadilan,dari tatapan wanita itu terlihat sangat terluka.
"baiklah....,aku akan tidur di teras....,aku gerah berada di kamar..," efek wine,Caca merasakan tubuhnya panas,di teras kamar memang ada sebuah gazebo kecil yang di tutupi tirai transparan,di dalam sana sudah lengkap dengan 1 satu kasur empuk dan bantal,leon berinisiatif menggendong wanita itu ke arah balkon lalu merebahkannya di sana sambil menatap setiap jejeran keramik berisi pohon mawar yang kembangnya telah raib di rusak wanita di dalam pelukannya ini.
Kesimpulan dari rasa hancur di hati Caca saat ini adalah,menemukan fakta bahwa anak sulungnya akan pergi lagi,dan kali ini anak itu sudah memantabkan diri mengembangkan bakatnya itu di sebuah tempat yang hanya di ketahui Leon dan juga Luis.
jadi,setelah beberapa hari di terpa masalah skandal Leon,Caca fokus ke pekerjaan agar segera kembali ke Swiss,tapi saat menekuni dan pergi di sebuah rumah lama keluarga Napoleon,yang merupakan salah satu istana termegah dalam sejarah,yang di tempati dan di kuasai keluarga Luis,di sana sangat jelas anaknya sudah masuk daftar cucu pertama yang memiliki sebuah perusahaan sabun sejak 2 tahun lalu,bukti itu tertulis sangat nyata di sebuah buku dan album-album dalam perpustakaan keluarga mertuanya,pantas dua tahun terakhir Ayah mertuanya dan Deuz sering berlibur berdua 2 atau 3 hari ke negara Roma,di sana anaknya memiliki sebuah perusahaan,hanya saja demi melindungi status Deuz yang masih berusia 17 tahun,segala berkas atas nama Ayahnya Napoleon,namun sesungguhnya di dalam sebuah buku,ada sebuah flashdisk yang isinya tentang Deuz dan karya karya ilmiahnya,salah satu game paling di gemari masyarakt muda saat ini adalah game online,dengan kabolarasi bersama neneknya Mrs.Queen dan Mrs.Victoria,anak itu menciptakan game dan perfilman animasi terbaik nomor 1 di dunia.
Caca mengerjab menahan perih di pelupuk matanya mengingat semua data dan bukti perginya Deuz untuk wamil ke luar negeri,lalu menghilang beberapa bulan,lalu beberapa hari lagi anak itu akan pergi lagi,pelukan dari lengan Leon bukan lagi terasa menenangkan,tapi menyesakkan untuk tubuhnya,awalnya saat menemukan data data itu,Caca langsung menghubungi Alexa,tak peduli dengan masalah rumah tangga gadis itu,Caca meminta bantuan untuk mencari tahu fakta,dan dengan sejujur jujurnya tak peduli Luis atau siapapun menuduh Alexa sebagai seorang cybercrime,ia memberikan semua hasil yang lebih mengejutkan lagi,bahwa Deuz diam-diam melakukan semua itu secara sukarela dan juga diam diam sudah menandatangani sebuah sekolah khusus di luar negeri untuk beberapa tahun kedepan.
Leon terjaga dari lelapnya yang lelah karna menyadari rasa basah dan lembab di kulit lengan kanan yang dari awal sedang menjadikan lengan berototnya untuk Caca,jadi wanita itu tidak tidur sampai pagi menyapa,Leon mencari handphone dan mengirim pesan pada kedua orangtuanya untuk menjaga anak-anak hingga mereka kembali,terutama Deuz harus diam di Mension tidak di ijinkan pergi ke Milan yang kemarin anak itu sudah pamit akan pergi menonton sepak bola.
"ayo kita mandi bersama,sambil bicarakan ini......,aku siapkan air hangat dan menelfon seseorang menyiapkan sarapan....." Setelah memastikan respon ayahnya yang memang sudah tau situasi ini sejak dari swiss,Leon bergegas bangun sambil terus memeluk wanitanya hingga terdengar suara isakan.ya,wanita itu awalnya bangga akan semua kesuksesan buah hati paling ia cintai,tapi ada sebuah fakta yang membuat hatinya hancur,bahwa semua orang termasuk anaknya sendiripun merahasiakan semua itu bertahun-tahun,ibu siapa yang tidak kecewa?.
"ini lebih sulit,kita selalu bersama di meja makan yang sama,,tapi kalian tidak pernah berpikir bagaimana pendapatku,dia anakku,yang aku kandung 10 bulan,dia putraku,mengapa sulit menghadapi situasi ini?" ya,Caca kecewa karna dirinya tidak di beri tahu sama sekali jika Deuz telah memutuskan sesuatu hal besar tanpa memikirkan bagaimana perasaan ibunya,Leon sungguh menyesal atas segala yang sudah melukai istri cantiknya.
"aku tidak ingin bicara banyak dengan Deuz......,jika dia harus segera pergi,silakan ...!,dia hanyalah mesin tak berperasaan yang terlahir dari perutku,bukan anak yang menghargai ibunya,memikirkan kecemasan ibunya.....,guna apa aku bekerja,setia di sampingmu,jika segala hal sudah kalian rancang,dan aku hanyalah mesin cetak anak!" mendengar kata-kata itu nyaris menitikkan airmata Deuz yang ternyata berada di balik pintu kamar,anak itu seharian tidak tenang sejak tiba dari perjalanan panjangnya karna sang ayah menelfon secara khusus,dan saat itulah sikap ibunya memang tidak sehangat dulu sebelum dirinya pergi wamil.
hari ini,pagi-pagi sekali,Deuz beranikan diri meminta pertolongan Paman Damar,alias asisten atau tangan kanan Leon,untuk memberikan alamat apartemen pribadi ibunya,yang memang sebelum dirinya lahir,tempat ini sungguh private teruntuk kedua orangtuanya saja,tapi bukan Deuz namanya jika tidak bisa melakukan segala cara.
Leon menyadari kehadiran Deuz sejak awal,karna mendengar bunyi pin pintu terbuka,pria ini memiliki banyak kelebihan,selain rupawan bak Dewa Yunani,dan bangsawan paling tersembunyi,ia adalah salah satu pria yang memiliki indera yang begitu tajam.luis dan Leon selalu berkompetisi secara sehat sejak kecil,tapi yang membedakan keduanya adalah logika Leon saat itu lebih besar,hingga Luis selalu terlihat cerdas dan lebih unggul, akhirnya Leon lebih banyak bergantung dan hingga saat ini,ia tidak ingin begitu lama di balik meja memikirkan logaritma rumitpun pastinya luis selalu unggul.
Deuz terlatih sejak dini oleh karakter Luis,Hingga anak itu memang lebih banyak menyimpan banyak misteri di dalam karya-karya menakutkan,harus di jaga ketat dan di kontrol.
"Saat ini aku hancur ....", suara lirih dan genangan airmata caca membuyarkan konsentrasi Leon yang tadinya akan membuka pintu kamar,pria itu memeluk istrinya lalu berbisik lirih penuh perasaan bersalah.
"Deuz di sana,berada di balik pintu kamar kita....,maafkan aku sayang....,yang pantas di salahkan adalah aku,ayahnya,suamimu......,karna....,aku yang sengaja menyembunyikan hal ini darimu,aku yang mengatur Deuz agar bungkam....,karna aku mencemaskan banyak hal....." Leon yang mengatur segalanya,demi kerahasiaan karya Deuz yang pernah membuat sesuatu bahan kimia berbahaya,dan jika saat itu Caca mengetahui bakat putranya,jelas Caca akan menentang ide serta kreativitas putra mereka,ibu siapa yang mau anaknya menjadi penjahat,tentu Leon tak ingin caca menghalangi segala penemuan-penemuan Deuz sebelum anak itu mendapatkan hak paten dan kredibilitas.
"ya terserah kalian saja...,biarkan aku mandi sendiri dan siapkan sarapan saja jika hubby tidak keberatan...."