My Nanny, Ohh My Future

My Nanny, Ohh My Future
114.Sejak Awal



Drama saling bujuk rayu itu berakhir dengan tidak ada satupun yang pergi dari Mension setelah dua orang sosok tiba di depan ruang tamu,tatapan Zeyna tertuju pada wanita muda yang dari awal sedang menatapnya juga,itu adalah Alexa dan Luis,mereka tiba dari rumah mereka yang penuh misterius dan putuskan meminta Leon agar tidak membawa anak-anak liburan ke Dubai,dan mereka sepakat untuk membentuk hubungan dengan Zeyna dengan cara tinggal sementara di Swiss bersama Zeyna dan Zeus.sedangkan Deuz dua bulan lagi akan pergi melanjutkan studinya.


"kami....membawakanmu sesuatu sayang......" Alexa berlutut di hadapan Zeyna dan menyerahkan sebuah kotak,tapi di raih Zeus,remaja itu begitu sensitif pada keluarga pamannya Luis,ia langsung menggendong Zeyna lalu pergi dari sana ke arah kamar kakaknya tanpa menoleh, luis dan Lexa serta leon lalu Caca yang baru tiba dari studio tertegun melihat moment itu,sebelum sama-sama duduk di ruang keluarga berbicara tentang tentang sikap tadi.


"dia persis sekali dengan Mommy kita dulu....,beliau begitu tegas membawaku dengan paksa dari keluargaku karna melihat ketidakadilan.....,hingga akhirnya sampai saat ini dia malah membuat ibu kandungku tidak dapat berkata apa-apa,karna akupun mencintai mommy jauh lebih dari ibuku yang melahirkan aku"


luis berbicara parau memaklumi sikap ponakan keduanya,dan ia teringat akan dirinya yang juga memiliki nasib yang sama seperti Zeyna,bukan bahagia bersama keluarga kandungannya yang begitu kaya raya dan bangsawan terkenal,ia malah besar di dalam keluarga Leon yang mengajarkannya bahwa bahagia bukan berasal dari materi maupun tahta,sekalipun Leon keluarga Napoleon juga tidak kalah milyadernya dari keluarga kandung luis dan David,karna ke 3 orang itu adalah anak dari 3 bersaudara.


"baiklah.....jika kalian sudah di sini,kami akan istirahat dulu,kalian silakan mengambil alih dapur,dan juga gantikan posisi kami sampai anak-anak menerima kalian apa adanya....." Leon berucap pelan sambil merangkul Caca melangkah ke arah kamar yang terletak cukup jauh dari ruang tamu,mereka sepakat untuk memberikan peran orangtua yang sejak awal milik mereka di Mension ini,tapi tentu saja dalam pengawasan.


" aku akan bersih-bersih dulu,jika kalian lapar ataupun lelah semua sudah di sediakan,maafkan aku,belakangan ini sungguh sibuk....,selamat datang dan selamat berjuang jadi ibu dan ayah ya...." Caca ikut berbicara santai lalu menunjukkan rasa lelah pulang dari bekerja ingin istirahat sesaat di bathtub.


setelah menikmati beberapa potong roti di meja makan,ia sudah terbiasa mencari sesuatu untuk di makan,ia sudah sejak awal mandiri,ya itulah istri kecil Luis,


Alexa menatap sekitar Mension besar ini,hampir sama dengan Mension di Itali,tapi di sini lebih hangat dan ramai dengan suasana ramah serta terkonsep dengan dekorasi familiar seperti kembali ke masa-masa Alexa bersama Daddy dan mommy Napoleon dulu,saat ia melangkah ke arah kamar yang sudah di siapkan,ia melihat sebuah lukisan Lama,sudah beberapa kali karya ini ia pandangi setiap berada di Mension megah ini,di sana adalah potret David,Devis dan dirinya bersama Mr.Napoleon dan Mrs.Queen yang saat itu masih muda dan dirinya masih balita,moment itu membuat hatinya kembali tenang,sekalipun pikirannya masih sedikit kalut akan suasana ini tapi ia yakin sejak awal Tuhan sudah menitipkan dirinya pada keluarga yang membuatnya hingga saat ini tetap aman,memaafkan, loyalitas,dan juga penuh cinta.moment di lukisan itu ia tidak ingat kapan,karna saat itu dia masih anak kecil,tapi untuk David dan Devis adalah anak kembar yang dekat dengan orangtua Leon,kedua remaja itu sampai saat ini tidak terlalu menggubris atau repot dengan masalah yang ia ciptakan,tapi sebenarnya kedua kakak kembar itu selalu perhatian padanya dalam segi kesehatan mental dan juga pakian,foto asli dari lukisan ini ada di rumah besar keluarga napoleon.dengan hati-hati Caca mengusap pigura itu terutama tepat di lukisan atau potret wajahnya sendiri masa itu lalu mengusap pigura itu sambil menatap sosok wajah orangtua Leon,mereka tersenyum menggendongnya kala itu,gambaran yang begitu hidupkan nuansa ruangan ini dan juga perasaan siapapun yang melihat karya di depan gadis manis nyaris bergetar akan menangis,tapi ia tahan.


"Lexa.....ada apa? sudah makan,Caca masih mandi,jika ada keperluan,ada sery dan Damar yang kau sudah tau kan nomor kontak mereka", Leon menyapa saat akan mengecek keberadaan anak-anak dan melihat wanita itu berdiri di depan lukisan lama yang sudah sejak awal Mension ini berdiri di pajang indah di sana.cepat-cepar lexa menguasai keadaan lalu berbalik menatap wajah rupawan pria pewaris tunggal Napoleon group ini,kakak laki-laki yang dulu bergantian dengan Luis menjaganya,usapan di puncak kepala membuat setitik bening menumpuk di kedua mata gadis itu yang berbicara pelan tapi tetap Leon dengar.


"kau harus tau satu hal Lexa,ide ini dari saran David dan Devis,mereka tidak begitu sibuk komonikasi denganmu,tapi asal kau tau saja,keduanya sejak kecil menyayangimu sama seperti mereka menyayangi Erica dan Lea,apalagi kamu juga memberikan kami Zeyna,lalu Sampai kapanpun tidak akan satu orangpun yang bisa merubah posisimu sebagai wanita terhebat di dalam hidup kak Luis....jadi percayalah padaku....semua akan terasa indah jika kamu lakukan dengan hati bahagia...." Leon tidak membeda bedakan kasih sayangnya untuk Erica,dan Alexa,apalagi adik kandungnya Lea,ke 3 wanita itu tetap menjadi adik-adiknya yang sudah membuat hidupnya sejak kecil sangat berwarna,sikap Alexa yang dulunya paling jadi pusat perhatian semua keluarga karna ia anak yang kehilangan orangtua kandung dan mengalami beberapa tekanan psikis dari keegoisan prof.Luis kakaknya.


" ya,suatu saat nanti aku akan bertemu dan mengatakan langsung bahwa aku menyayangi mereka....lalu...Terima kasih kak Leon,kalau bukan karna kak Caca dan dirimu...entah bagaimana pernikahan kami selama ini....,oh ia...aku tidak ingat ini moment kapan,kenapa kak Leon dan kak Luis tidak ada di lukisan ini.."


"moment ini saat mommy dan Daddy mengantar Devis kembali ke rumah orangtua kandung mereka,kau tau kan,sekalipun mereka kembar sampai saat ini David tidak ingin kasih sayang mommy terbagi untuk Deviz,tentu saja aku menetap di rumah menjaga Erica,dan kak luis di rumah sakit mengikuti terapi kakinya yang cidera Karna perang(Luis kembali dari perang membawa Alexa yang anak yatim dari Medan perang,di adopsi olehnya)......,kami bangga padamu,banyak hal yang sudah kau lakukan untuk kami,jadi cyber,saat ini jadi model terbaik,lalu untuk ingatanmu tentang Zeyna,pelan-pelan saja ya...kami percaya padamu...." Leon bicara sambil mengusap-ngusap puncak kepala Alexa,ia tetap gadis yang bertubuh langsing dan hampir sama tinggi dengan Adik iparnya yuka serta Given adik angkat David dan Ariana,tapi yang sangat menonjol dari Alexa,raut wajah baby doll ini bikin merinding.


"Kak Leon.....,Terima kasih...tanpa kak Caca dan dirimu,tentu aku tidak mungkin bisa melewati semua ini dengan sangat baik...."


Alexa tulus mengucapkan kata-kata itu dan di dengar luis dari balik daun pintu,sejak di perjalanan dari Itali,lexa begitu antusias mendengar segala penjelasan dan beberapa hal yang ia lupakan,Leon tersenyum mengusap puncak kepala Alexa penuh kasih,dia masih tetap menjadi bagian dari keluarganya sejak awal,wanita menatap nanar penuh senyuman manis itu lalu mengusap sudut matanya dan melangkah yakin ke arah pintu kamar,Luis yang mendengar suara kaki,cepat-cepat menjauh dari sana ke arah kamar mandi,sedangkan Leon mematung sesaat di depan lukisan itu lalu menghela nafas lega lalu melangkah ke arah kamar anak-anak,mereka terlihat sibuk dengan permainan dalam pengawasan si sulung; saat melangkah kembali ke arah kamar malah berpapasan dgn istrinya yang juga melihat lukisan yang tadi.


"honey....sudah selesai mandi?" Leon meraih sebuah gelas mewah dan menuangkan anggur di sana,lukisan itu memang terletak di posisi strategis antara meja bar tempat Leon dan David biasa duduk menikmati anggur,yang lurus mengarah ke arah luar Mension.


...****************...