
Caca meletakkan bunga tulip putih di atas nisan Kakek Harland,setelah berdiri lama memandangi suaminya duduk dalam diam sejak 15 menit yang lalu.dirinya ikut duduk dan mengusap punggung pria yang telah menikahinya untuk segera kembali ke rumah.
"Kak Damar mencarimu....."
"Hmmnn....." Leon hanya mengangguk lalu menjawab dengan satu deheman lalu bersandar di bahu istrinya.
sudah 3 hari terakhir Leon mengunjungi makam kakek Harland dan duduk termenung di sana,entah apa yang terjadi.caca tidak ingin banyak bertanya dan menunggu suaminya yang bercerita jika sedang mengalami masalah.
"kesiapanmu untuk naik kapal sudah mantab?" leon mengusap perut istrinya sambil melihat matahari yang akan terbenam dan menuntun istrinya untuk pamit pulang ke rumah.
"sudah.....,kita hari ini akan makan malam di rumah Kakek......Daddy dan Mommy di sana....." tak ada respon sedikitpun dari Leon,membuat Caca kembali meradang tak peduli keadaan.
"jika bosan,,ngomong saja!!!,,Hubby bosan kan karna aku sedang hamil.....!!"
Brakk...tiba-tiba wanita hamil 3 bulan itu masuk mobil dan menutup pintu dengan keras lalu mengunci pintu dari dalam saat Leon akan masuk dan menjelaskan,belum selesai di sana.mesin mobil di nyalakan dan mobil mewah milik Leon itu melaju menjauhi makam meninggalkan sosok pria keras kepala di sana berdiri dengan tatapan terkejut.
"seharusnya aku yang marah.....aiiihhh.....!" Leon memandang mobil mewahnya di bawa pergi oleh Caca dengan raut wajah memerah dan airmata kesal,entah pikirannya di mana hingga bisa senekat itu meninggalkan sang suami di sana sendirian,di antara deratan makam-makam yang sepi dan mulai remang-remang.leon duduk terhenyak di atas rumput hijau yang tumbuh rapi di sekitar makam,teringat jelas tadi saat para staff dan karyawan pulang ke rumah masing-masing.Ali tiba-tiba sudah berada di ruangan Caca dan mereka berbicara Sangat akrab di sana,tak menyadari kehadiran Leon di balik pintu memperhatikan mereka.
flashback beberapa jam sebelum kejadian;
"aku sudah baca chatmu kok....." Caca terlihat meyakinkan Ali yang terlihat tergesa-gesa masuk dan menyentuh perut istri dari pria yang mengepalkan tangan hingga buku-buku tangannya terlihat mengeras di balik pintu yang terbuka.
" bagaimana penampilanku yang sekarang?,ini hadiah untukmu dari
ibuku....." Ali menuntun Caca duduk di sofa,seakan-akaj itu ruangan yang nyaman untuknya duduk manis membuka sebuah kotak hingga seekor kucing lucu terlihat menatap Caca yang tertegun.
"untukku?" pertanyaan Caca pada Ali, membuat Leon melihat sebuah ekspresi berbinar terpancar di wajah pucat istrinya,ada genangan airmata di sudut mata wanita itu yang langsung memeluk Ali dengan terharu.sesenang itukah dia jika Ali memberikan sesuatu??.
"
Ali&Mici
"Terima kasih Li....,,katakan pada mommy Carol kalau aku menyukainya,,aku beri nama Mici yaahh.....,"
"Masih ingat Moci,kucing yang dulu kamu titipin padaku saat kembali ke Dubai?,dia sekarang sudah memiliki 7 anak dan sangat di sayang Yuka dan Yoga...."
Leon ingin masuk,namun rasa Kelu di lidah dan kakinya yang malah mundur pergi dari sana dengan raut tak terbaca,tanpa mendengar percakapan selanjutnya lagi.
"yaaa....aku tau,Dion sudah sering menceritakan tentang adikmu yang menyukaiku he he" Ali mengusap puncak kepala wanita yang dulu ia cintai,namun saat ini adalah istri dari kakak kekasihnya.
"mici kamu ajak dulu keluar ruangan,aku akan kasi kejutan kak Leon dengan hadiahmu.....kau tau kan Li,suamiku suka kucing melebihi aku....cuman yaah gitulaahh....kalian selalu ribut" Caca bicara dengan raut kesal sesaat lalu tersenyum lagi saat Ali mengusap puncak kepalanya dan berbisik.
"suamimu orang yang keras kepala,tapi aku tidak membencinya....apalagi melihatmu sekarang sudah bahagia....,,tenang saja mulai saat ini aku akan berusaha mengalah padanya...,selamat bekerja dengan tekun" Ali berlalu sambil mengajak Mici,Caca mengecek hp dan tak menemukan pesan apapun dari suaminya jika akan pergi dari studio tanpa menunggunya agar kembali ke rumah bersama.
Leon meninggalkan Studio berniat ke rumah mertuanya,karna Deuz di sana.tapi emosi yang begitu tak terkendali membuatnya mengarahkan mobil ke jalur pariwisata layangan dan duduk di sana beberapa menit sebelum ke bawah bukit membeli bunga dan anggur untuk ke makam kakek,berakhirlah seperti saat ini,Leon kembali terduduk di atas makam kakek Harland memandang sekitar yang sepi.ingin menelfon David,hpnya tertinggal di mobil yang di bawa pergi istrinya.leon meraih botol anggur yang tadinya ingin ia bawa pulang untuk ayahnya tapi saat ini dirinyalah yang lebih membutuhkan itu.
"bikin kesal saja....!!,aku sampai meminta sopir mengantarku kesini tapi dia malah bersikap dingin padaku.....!" Caca terus melajukan mobil membelah lembah yang mulai berembun tanda cuaca sedang berubah dingin,melewati perkebunan anggur milik David tanpa menyadari sopir pribadi mereka sedang duduk di bangku taman menunggu kabar untuk menjemput.
"nyonya kenapa membawa mobil sendirian?" sopir itu melihat kecepatan mobil yang terlalu luar biasa meninggalkan kesan jika caca sedang marah.sopirpun menelfon nomor tuan besarnya Leon tapi tidak di angkat2,terpaksa dirinya memberanikan diri masuk ke kafe mencari David dan Damar.
"pak Damar.....sepertinya ada sesuatu ....nyonya Caca sudah kembali dari pemakaman membawa mobil tuan...."
Damar yang tadinya sudah beberapa kali menelfon Leon tapi tidak di angkat ikut curiga dan bergegas keluar dari kafe membawa motor milik David yang juga ikut bersamanya kearah pemakaman,tidak lupa menelfon Sera dan juga Ariana agar menenangkan Caca yang ternyata langsung ke rumah kakeknya mencari Deuz yang saat itu sedang tidur.diam-diam wanita itu menyelinap masuk ke rumah orangtuanya yang rupanya sedang mengobrol di taman belakang,entah apa yang merasuki pikiran istri dari Leon itu,langsung memeluk putranya lalu menangis di sana hingga anak itu terjaga.
"mommy.....have you come back from work?" Caca cepat-cepat menyeka airmatanya agar tak terlihat oleh Deuz,dan mengangguk tanpa bicara apapun dirinya menarik selimut dan membenamkan wajahnya di sana meredam rasa kesal dan sedih yang telah menguasainya.hingga Deuz ikut memeluk ibunya seakan-akan menyadari seseuatu tapi tidak ingin bertanya,anak itu mengecup puncak kepala ibunya dan segera ke kamar mandi meraih mantel mandi.
"mom.....mandi dulu baru tidur....." dan semakin berlinanglah airmata wanita itu langsung memeluk erat putranya hingga Deuz nyaris ikut menangis.diam-diam jarinya menekan panggilan di smartwatch handphone di yang tergeletak di samping bantal,dia memanggil pamannya David tempat anak itu sering bercerita,tapi dirinya hanya ingin memperdengarkan suara isakan tangis ibunya pada sang paman yang menyodorkan hp tepat di wajah Leon yang saat itu telah di dapati duduk dengan raut beku,anggur yang ingin dirinya minum telah di rampas Damar mengingat saat ini keluarga Napoleon sedang berada di Swiss dan nanti malam akan membicarakan hal penting.David sengaja membesarkan volume hp dan mengaktifkan loudspiker hingga Leon ikut mendegar tangisan sedih istrinya yang bertanya dengan hati-hati pada putra mereka.
"my son...,jika mommy memilih....siapa yang akan kamu ikut jika di ajak pergi?, Daddy apa mommy??" Leon menekan rahangnya saat mendengar suara serak istrinya bertanya hal itu pada Deuz yang menjawab dengan suara parau.
"Deuz akan mengikuti mommy.....,,biar Mommy tidak sedih lagi .....what happened?" tangan mungil itu menyeka airmata ibunya yang tersenyum mengeleng lalu mengecup kedua pipi putranya.
"Nothing......happened Deuz....i love you more...."
"apakah Daddy yang membuat Mommy sedih?"
"just tiret of work and want to take a vacation.....Nothing happened....." Caca tak mungkin mengatakan pada siapapun bahwa perkataan putranya adalah fakta,Leon menatap langit yang mulai menaburkan bintang-bintang lalu mengusap wajahnya yang terasa mengeras.
"beraninya dia ingin mengajak putraku untuk pergi pada pria tengal itu??!!"
David menjauhkan hpnya dan melihat Leon bergegas ke arah motor,Damar mencegahnya lagi di saat akan mencari kunci.
"tenangkan dirimu....!,apa sebenarnya yang terjadi?,Ali hanya datang untuk melamar Erica dan atas bantuan Caca dia mendapatkan cincin,apakah kau salah paham dengan percakapan mereka tadi sore?,hei......sadarlah.....orangtuamu datang di sini untuk membicarakan sekolah Deuz dan juga lamaran Erica.....,Ali,Caca,dan Dion sedang menyusun kejutan untuk Erica nanti malam....." Damar tau segalanya karna pria itu di menyusul bosnya itu ke studio dan melihat gerak gerik Leon dari jauh sedang mencurigai istrinya tanpa tahu fakta sebenarnya.
"lalu bagaimana dengan Mici??" Leon teringat kucing pemberian Ali tadi,Malah membuat David salah paham.
"siapa Mici???!!!,,selingkuhan Ali??,,beraninya dia hianati adik kesayanganku yang polos???!!"
Brrrrrmmmm brrm David langsung melajukan motor tanpa mendengar penjelasan Leon ataupun Damar yang bengong di sana dan berakhir dengan teriakan frustasi karna kini keduanya tak mendapatkan kendaraan untuk mengejar David ataupun kembali di rumah.