
πHallo para reader setiakuuu,,love you....JANGAN LUPA DUKUNG PENULIS DENGAN LIKE,KOMEN SERTA VOTE YAAππΌππΌππΌππΌβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈ,bisa juga bergabung dalam group serta chat pribadi kok.
πͺπͺπͺπͺ
Deru motor yang di kendarai Caca di depan terdengar berirama dengan deru motor Leon yang mengikuti kemana arah istrinya pergi,dan wanita itu berhenti di depan sebuah minimarket,ia memberitahu Leon dengan sebuah kode agar menunggunya di luar.
"aku janji tidak akan lama,aku ingin ice cream rasa vanila....." wanita itu memang susah di tebak batin Leon yang tak sabar ingin tiba di rumah.sedangkan Caca tak peduli akan hal itu,sikap kekanak Kanakannya membuat gemas.Leon meraih hp dan menelfon Damar yang selalu sibuk di dalam ruangan kerja Leon.
"Hallo my solmate....buatkan aku jadwal perjalanan bisnis di kapal pesiar...."
"loh,jadwalmu masih seminggu lagi"
"ohh itu apakah bisa di percepat?,karna Caca sedang ngidam berada di kapal pesiar cukup lama....."
"menurut jadwal,kamu akan hadir menggantikan ayahmu di kapal Aurora"
"bisakah kamu buat jadwal di kapal pribadi Daddy saja?,nanti kamu atau David yang gantikan aku hadir di undangan lainnya......"
"mengapa Caca hamil anak kedua,malah kamu yang sepertinya malas sekali bekerja Leon?! cepatlah kembali di rumah,1 jam lagi ada rapat online!!"
Damar mulai kesal karna sejak Caca hamil anak kedua,Leon begitu malas ke kantor,padahal dulu saat hamil Putra pertama mereka,Leon begitu rajin dan profesional dalam pekerjaan.
"ia ia ia kami dalam perjalanan.....tapi aku saat ini emang sibuk Damar,tidak mungkin aku tinggalkan Caca yang sedang hadapi ujian skripsinya besok.....,kau tahu kan,jika emosi Caca begitu tidak stabil sejak kecelakaan waktu itu....."
"oke.....tapi jangan sampai 1 tahun waktu malas malasaannya.....,sekarang Sera kewalahan urusi studio Caca....kau tahu kan sejak publik tahu pemiliknya adalah istrimu,tempat itu di banjiri banyak projeck besar....."
"ya ya ya yaa.....hummnn,nanti kau akan ikut bersamaku saat Ke kapal...."
"tidak!!,,udah saatnya kau sendirian dan mandiri,aku harus urus perusahaan cabang dan juga Deuz,aku yakin kau tak mengajaknya...."
"karna Deuz di ajak jadinya kau dan Sera harus ikut!!"
"mengapa bukan David...?"
"Ariana sedang sibuk dan hamil muda,mereka ada program lain....kau kan memang asistenku....,apa perlu ku cari penggantimu??"
"pecat saja... .!!,cari saja asisten yang lebih sabar dari aku.....,brengsekk"
"ha ha ha ha ......sebrengsek otakmuu"
Leon menutup panggilan dengan tetap tertawa,entah sejak kapan Leon suka membuat Damar kesusahan dan marah,dan tentu saja asisten nya itu tak akan pernah pergi dari sisinya dengan serius.
"hubby aku tidak lama kan .....!," Caca menyapa dengan dua kresek es krim yang membuat Leon menurunkan kacamata hitamnya untuk memastikan apa itu kenyataan.
"honney.... what the....."
"ayo pulang....aku ingin makan ini di kamar....."
"besok jangan bilang kamu flu pas ujian!,itu kebanyakan..."
"no.....!," Caca begitu keras kepala dan melajukan motornya lebih cepat memasuki jalan menuju ke mension,di sepanjang jalan wanita itu tak ingin di dahului Leon yang berusaha menegurnya agar mengurangi kecepatan,hingga akhirnya mereka tiba di mension dan wanita itu buru-buru turun dari motor yang berhenti di depan pos security yang cepat tanggap langsung meraih setir motor agar kuda besi itu tak jatuh saat Caca langsung turun dan berlalu setelah tersenyum paling manis pada si security dan pengawal yang berjaga di sana.beberapa menita kemudian Leon tiba dengan alis menukik ikut melakukan hal yang sama.
"tolong parkir motornya boy....,istri saya tadi kemana?"
"ok,nyonya langsung masuk ke dalam tuan....."
"jika ada tamu,tolong katakan jika hari ini kami tak bisa di ganggu kecuali Sera dan Damar ya...."
setelah menitahkan tugas pada boy kepala pengawal di sana,sang tuan muda berwajah datar itu menyusul istrinya menggunakan lift darurat yang terletak di sisi pintu masuk ruang tamu.bisa di tebak istrinya akan kemana.Damar yang dari awal sibuk di ruang kerja hanya menarik nafas lega setelah mengecek cctv rumah dari labtopnya,apalagi Leon ikut masuk di ruang baca di mana istrinya duduk bersila di atas sofa sambil menikmati es krim.
"sayang.....bisakah kau patuh sedikit??!!,,kenapa kamu begitu keras kepala padahal aku sudah ingatkan Jangan cepat-cepat kalau jalan....."
"ya ya ya...enak sekali..,,seandainya lexa tidak kembali akan lebih seru menikmati es ini....,saatnya aku telfon Mami....agar menjaga Deuz untuk hari ini..."
"Caca.....aku sedang serius....lihat aku yang bicara,bukan hp ataupun es krim itu"
leon begitu kesal atas sikap dan tingkah Caca yang tak memikirkan kandungannya sejak siang tadi,kali ini Leon terlihat serius memperingatkan wanita itu agar tak anggap enteng tegurannya.
"letakkan es krim itu atau aku akan membuangnya sekarang!!" Caca bergeming,menatap suaminya dengan tatapan memelas mencoba merayu agar di maafkan,namun Leon begitu tegas kali ini mengingat besok wanitanya mengikuti ujian.
"Bi Mei.....!" satu panggilan saja dari Leon,kepala pelayan itu muncul di ambang pintu bersama bibi Mel,kedua wanita itu adalah asisten rumah tangga kepercayaan kedua orangtua Leon dan juga kedua orangtua Caca,saat ini mereka di perintahkan mengawasi pasutri muda di mension ini sambil menunggu selesai pembangunan sebuah rumah lebih megah lagi untuk orangtua Leon yang berniat pindah ke Swiss saat Leon dan Luis telah siap menggantikan ayahnya menjadi CEO Napoleon Company yang semakin berkembang pesat.
kini tanpa menunggu perintah lebih lanjut,keduanya telah membawa kresek es krim yang di tenteng tadi,berpindah di dalam kulkas dapur.leon berdiri mengawasi dua orang maid menata meja makan di ruang baca agar Caca makan dengan nyaman nantinya.namun pemikiran Caca berbeda saat ini,wanita cantik itu meneguk sisa liurnya dengan susah payah lalu menatap mata suaminya dengan berkaca-kaca.
"Bi Mel......,,aku tak ingin makan apapun saat ini"
bibirnya bergetar memanggil wanita yang dulunya menemani Caca di saat bersama kakek Harland,dan tentu saja wanita itu paham raut anak asuhannya itu berubah ingin menangis namun di tahan.
"ajak bibi Mei keluar,dan jangan lupa minta tolong sopir pribadiku antarkan makan malam Deuz ke rumah....." setelah berkata demikian,Caca beranjak dari sofa ke arah lemari buku dan masuk lorong tempat paling ujung di mana terdapat ruangan khusus pembaca hening.leon akan mengikutinya tapi segera di cegat lengan bibi Mel.
"nak Leon.....berikan dua bungkus es krim pada nona Caca....,ini bukan keinginannya......,,maaf bukannya bibi ikut campur,sepertinya dia buru-buru masuk rumah karna begitu ingin menikmati esnya ....ngidamnya mungkin parah"
"besok dia ujian skripsi bi,aku tak ingin dia sakit.."
"akhir-akhir ini nona Caca sudah banyak belajar dua jam dalam satu hari,biarkan hari ini dia tenangkan pikirannya...." bibi Mel membujuk penuh hati-hati pada majikan mudanya yang super maskulin ini terdiam sesaat lalu mengangguk paham,dia baru sadar sikap posesifnya kembali merusak moment dan mood istrinya.
"maafkan aku bi Mel,bi Mei.....tolong siapkan makan malam untuk baby Deuz,agar sopir mengantar ke rumah papi Harry dan minta tolong katakan pada Damar agar makan malam lebih dulu"
wanita bernama bibi Mei mengangguk paham dan keluar,sedangkan bibi Mel masih di sana menyodorkan dua bungkus es krim Magnum pada Leon,yang ternyata dari tadi telah di sediakan wanita itu lalu beranjak keluar ruangan,Leon menghembuskan nafas tenang lalu melangkah ke arah ruangan pojok di mana istrinya duduk menghadap jendela sambil menelfon ibunya mengabari bahw hari ini dia akan tiba malam hari untuk temani Deuz tidur.sang suami ikut duduk lalu mengusap puncak kepalanya penuh kelembutan lalu meletakkan es krim di atas meja samping labtop.setelah menutup telfon,Caca melirik sesaat lalu berpaling tak ingin menatap mata suaminya.
"selesaikan belajarmu.....,jam 8 malam kita kembali di rumah papi mami untuk istirahat.....," Leon bicara lembut,namun Caca tetap terlihat kesal mendorong es krim hingga jatuh di lantai.
"jangan mengikutiku!!!,,stop di sana....! sungguh menjengkelkan!!!"
sebelum Leon mencegat,Caca telah berbalik memperingati lalu keluar kamar dengan mengerutu naik ke kamar bekas lexa dan Luis pakai,dia diam di sana dengan bertingkah seperti anak belasan tahun di awasi Leon dan Damar yang baru saja keluar dari ruang kerja menyambut istrinya Sera yang terlihat baru tiba dari studio.leon berdiri di bawah tangga tak berani naik dan masuk ke kamar kakaknya.
"apa yang terjadi Leon?" Sera bertanya dengan penuh selidik,wanita seusia Leon itu terlihat bingung melihat Leon berhenti di bawah tangga karna mendengar suara Caca marah-marah di dalam kamar kakaknya.
"aku hanya melarangnya makan es krim sebelum makan nasi tadi...." Leon bicara pelan sambil melirik Sera lalu Damar bergantian,kedua asisten dan sekalian menejernya itu saling pandang,dan sama-sama menahan senyum lucu mereka,Leon terlihat takut di marahi jika matanya semanis itu menatap bingung.
"aku takut kak Luis mengecek cctv lalu mengadu pada Mommy...." Leon bicara dengan raut wajah kelelahan dan bingung.
"pergilah ke dapur buatkan dia jus alpukat....,berhentilah bertindak posesif pada ibu hamil....biar aku yang membujuknya" Sera menyarankan sambil menaiki tangga,Leon patuh kearah dapur,sedangkan Damar telihat tersenyum melihat kelakuan rasa bersalah atasannya itu,sambil melangkah pelan mengikuti kearah mana Leon berjalan dengan kepala di garuk.
"cepat buat jusnya,jangan keras kepala.....apakah kutu-kutu di kepalamu itu masuk merasuki otak posesifmu lagi?" Damar mulai menggoda leon yang gusar di depan meja sambil menyiapkan buah alpukat di bantu bibi Mel yang hanya mengeleng dalam hati menggelitik melihat kelakuan atasan dan asistennya saling berdebat.
"bukannya ini gara-gara kau memberinya kunci motor?!"
"hei....dia sudah pamit baik-baik,tapi sikap posesif mu itu berlebihan.....ini Swiss Leon....tempat dia di besarkan....jadi jangan buat dirinya terkekang dengan batang hidungmu nempel melulu....aku saja bosan melihat tingkahmu tadi...."
"berhenti menasehati ku...."
"jika aku berhenti,kau akan kewalahan bodoh...." celetuk Damar membuat Leon berubah roman wajahnya jadi masam,dan merangkul sahabatnya itu mendekat lalu berbisik.
"diamlah....aku bilang berhenti menggangguku,bukan menyuruhmu berhenti jadi asistenku!!,,tidak ada David,kau kini yang suka memperkeruh keadaan....aku tahu rahasimu bro..."
"berhenti berlagak seperti Caca yang mengancamku tadi,itu tidak akan mampan jika kau yang melakukannya,karna kau juga banyak rahasia...."
Damar membalas merangkul pundak Leon yang melotot galak,tapi asistennya itu terkekeh.
"cepatlah ke kamar,online meeting tinggal 30 menit dari sekarang!,mandi dan berpakaian resmilah...."
Damar terlihat serius memberi peringatan lalu berlalu kembali ke dalam ruang kerja,Leon mendengus membawa gelas jus alpukat ke kamar dan melihat istrinya masih memeluk bantal sambil bersandar di bahu Sera sambil berkeluh kesah.
"ia ia.....lain kali katakan saja terus terang pada Leon...apapun yang kamu rasakan,jangan masuk di kamar kak Luis dan memukul papan agenda miliknya,kau tau kan kalau kamar ini penuh dengan CCTV.....gimana jika Daddy Napoleon mendapat laporan dari kakak iparmu?,,nanti suamimu kasihan dapat teguran" Sera mengusap-ngusap puncak kepala Caca yang menyeka airmatanya lalu bicara parau.
"kak Sera apa aku ini lemah???harga diriku terasa di injak-injak setiap kali dia bertindak seperti itu......kak Sera tau kan kalau aku tidak lemah,tidak suka terlalu di awasi...."
"maafkan suamimu ca,dia tak tahu apa yang dia perbuat tadi telah melukai harga dirimu.....,,dia bersikap posesif Karna mencintaimu dan bayi dalam kandunganmu ini....,"
"tidak.....aku masih kesal....."Caca masih keras kepala dan mengeleng tak ingin memaafkan sikap Leon yang berdiri menahan kakinya agar tak keluar dari sisi lemari tempat dia bersembunyi dan mendengar percakapan itu.
"kak Sera tau kan,aku masih kepikiran dengan masalah lexa dan kak Luis makanya aku pergi menenangkan diri,aku juga ingin tak gugup besok saat ujian.....,tapi saat kembali dia bersikap seperti itu lagi,padahal saat di jalan tadi siang....dia masih baik padaku...."
Caca terus mengeluarkan rasa kesalnya hingga Sera menarik nafas berat,ternyata wanita berusia 23 tahun ini sedang d Landa kecemasan berlebih sejak masalah Luis terjadi,tapi Leon telah gagal menenangkan istrinya dengan sabar.
"lalu apa yang kau inginkan saat ini?" Sera bertanya penuh hati-hati lalu menyeka airmata Caca yang sering menangis beberapa bulan terakhir ini,padahal dulunya dia adalah gadis yang susah menangis kecuali Leon membentaknya dengan keras.
"aku ingin jus Alpukat lalu tidur ...." tebakan Sera benar adanya,dan leon yang mendengar hal itu keluar dari persembunyiannya dengan senyuman.
"sim salahbim....bin Bim jusnya datang....." Leon menyodorkan jusnya tak diraih sang istri.malah wanita itu tiba-tiba menangis lagi dan berteriak.
" aku ingin jus alpukat buatan kak Damarrr....." Sera memandang Leon yang terlihat mulai kesal tapi cepat dia redam saat Sera menarik tangannya keluar kamar sambil berteriak pada Caca.
"berhentilah menangis sayang,aku akan menyuruh Damar siapkan jusnya...sekarang!!." Sera berlari kearah Damar yang akan masuk di dalam ruang kerja,ikut kaget mendengar suara tangisan si Caca,ia ikut berlari kecil diseret istrinya yang berbisik.
"bawakan Jus alpukat yang tadi di buat Leon,Caca sedang mengalami mengidam parah...." Damar yang sudah tiba di depan melototi Leon yang dari awal masih memegang jus alpukat kini di tarik Sera diam di balik pintu saat suaminya masuk membawakan jus di tangan.
"hei ca....,nih aku bawakan jus alpukat.....,jangan lupa di minum sebelum belajar ya...."
Damar terlihat meyakinkan Caca yang berhenti menangis dan melirik gelas jus,dan tiba-tiba lebih berteriak keras.
"ini penipuan!!!,,aku ingin juss buatan kak Damarrr.....!!!,,bukan jus dari tangan si beruang posesif itu berpindah tangan ke tangan kak Damarrrrr....."
teriakan sedih Caca membuat Leon dan Sera sama-sama menepuk jidat di ikuti Damar yang keluar buru-buru ke dapur,ketiganya kini terlihat bingung sambil mencari buah alpukat di kulkas.
"apa perlu kumarahi saja?kelakuannya sungguh berlebihan!"
Leon berguman sendiri langsung di tarik Sera untuk duduk di dekatnya lalu bicara pelan.
"sekarang.... pergilah ke kamar mandi pribadi kalian....mandi bersih dan lakukan meeting online....Caca biar kami yang urus....,Damar sana antar leon ke kamar" kali ini Leon menuruti saran Sera,ia di tuntun Damar ke arah kamar pribadi,sempat berhenti sejenak dan berdiri di depan tangga berharap istrinya yang berada di kamar lantai dua itu keluar dari sana merajuk seperti biasa minta maaf.namun harapannya pupus saat mendengar suara istrinya ngoceh memaki dirinya.leon menelan ludah kasar berlalu ke kamar dengan isi kepala nyaris meledak.
"Damar...istriku atau aku yang perlu dokter psikolog?,kepalaku sungguh pusing.....semoga adik Deuz kali ini tidak mengikuti mental ibunya....." Leon bicara parau lalu melirik Damar yang hanya mengangkat bahu bersandar di depan pintu kamar melihat Leon akan ke kamar mandi.
"Damar...." Leon memanggil lagi.
"apa lagi?" Damar mulai curiga dengan tatapan Leon padanya.
"temani aku mandi....."
Braakk!!!! Damar menarik pintu kamar Leon yang berjingkat kaget segera masuk ke kamar mandi dengan ketus.sedangkan Damar mengusap tengkuknya kembali ke dapur.
"siapa yang banting pintu?" Sera bertanya,namun Damar hanya terus mengusap tubuhnya agar tak merinding.
"suamiku jawab aku?"Sera sekali lagi bertanya
"diamlah.....bantu aku membuatkan jus alpukat untuk Caca,setelah itu telfon dokter cicil kemari mengecek hormon Leon"
"hormon?" Sera bingung dengan sikap ketus suaminya yang sibuk memblender alpukat sambil meneguk air es agar tenang.