My Little Maid, My Love

My Little Maid, My Love
Kau Hanya Siswa Baru



Setelah bel istirahat berbunyi akhirnya mereka kembali ke dalam kelas. Namun ada sesuatu yang mengejutkan Brianna saat mereka memasuki kelas. Suasana kelas masih terlihat gaduh karena guru belum masuk ke kelas.


"Ada apa ini?" Brianna melihat bangku tempat Nina duduk terlihat kotor bekas makanan, bahkan mejanya terlihat basah karena ada air tercecer di atasnya.


Sementara Nina, ekspresi gadis itu terlihat datar seolah-olah semua ini sudah biasa terjadi.


"Siapa yang mengotori meja Nina?" Brianna bertanya ke salah satu siswa yang duduk tak jauh dari mejanya. Gadis yang ditanya tampak mengangkat bahunya acuh dan lebih memilih fokus memainkan ponselnya.


Brianna lalu mengalihkan pandangannya ke siswa lain. Hampir semuanya tidak peduli dengan apa yang terjadi, semuanya sibuk dengan aktivitasnya masing-masing. Bahkan ada beberapa siswa yang sengaja melemparkan tatapan sinis ke arahnya.


"Apa-apaan ini?" Batin Brianna tak mengerti, apa Nina memang selalu di perlakukan seperti ini?


Nina mulai mengambil sampah-sampah di atas mejanya. Gadis itu sama sekali tidak mengeluarkan suaranya.


"Nina biar aku bantu" Brianna ikut membersihkan meja Nina. Di sana ada sebuah lap kecil yang tergeletak begitu saja di atas meja. Brianna pun mengambilnya tanpa curiga, ia membersihkan meja Nina dengan lap tersebut.


"Lihatlah bukankah tangannya begitu lihai saat bersih-bersih?"


Sebuah suara menghentikan pergerakkan tangan Brianna. Gadis itu mendongak melihat Steffy bersama 2 sobat karibnya berdiri tak jauh darinya. Keangkuhan ketiga gadis itu nampak begitu jelas, tipikal orang-orang yang suka menindas.


Pandangan semua siswa di kelas tersebut mulai terpancing dengan ucapan Steffy, Brianna dan Nina menjadi pusat perhatian mereka.


"Kenapa diam? Ayo bereskan lagi, bukankah kau anak seorang pelayan? Kau pasti sering diajarkan bersih-bersih oleh ibumu kan?" ucap Steffy dengan nada sedikit berteriak. Sepertinya gadis itu sengaja ingin mempermalukan Brianna dihadapan teman-temannya yang lain.


"Jadi kau anak seorang pelayan?'" celetuk seorang siswa pria dengan gaya sok kerennya.


"Ya dia sendiri yang bilang padaku dengan bangganya. Bukan begitu Brianna?"


Brianna terdiam, membuat seluruh penghuni kelas semakin mencemoohnya. Memangnya salah jika dirinya anak pelayan?


"Steffy apa kau yang mengotori meja Nina?" Daripada menanggapi ucapan Steffy, Brianna berbalik bertanya pada gadis sombong itu. Brianna berusaha untuk tenang agar tidak terpancing emosi. Walaupun egonya ingin sekali menarik rambut panjang gadis itu.


"Kenapa kau melakukan ini? Apa salah Nina padamu?"


"Brianna sudahlah tidak apa-apa" Nina berbisik pada Brianna, ia tidak mau Brianna sampai berurusan dengan Steffy.


"Tidak bisa Nina, mereka tidak bisa seenaknya padamu"


"Kau hanya siswa baru disini, tidak perlu jadi pahlawan kesiangan. Lagipula bukankah kalian terlihat cocok?"


Suasana kelas kini berubah menjadi hening, seolah-olah mereka sedang melihat pertunjukan yang menakjubkan.


"Sama-sama anak miskin!" ucap Steffy menyeringai diiringi gelak tawa siswa yang lain.


"Jaga ucapanmu Nona" jawab Brianna dingin, ia berusaha menekan emosinya.


"Memang benar kan? ini adalah sekolahan elit, seharusnya kalian tahu diri darimana kalian berasal. Awalnya aku pikir kau adalah anak orang kaya, tapi ternyata kau hanya anak pelayan yang beruntung mendapat majikan yang sangat baik. Bukan begitu?"


"Dan lihatlah benda-benda yang dia pakai, semua itu hasil belas kasihan dari majikannya"


Brianna mengepalkan tangannya kuat begitu mendengar ucapan menyakitkan dari mulut Steffy. Emosinya mulai terpancing. Sifat Steffy benar-benar tidak selaras dengan wajahnya yang rupawan.


"Kenapa? Kau ingin membela diri?"


"Kau..."


"Apa?!!!"


Brianna tidak bisa melanjutkan ucapannya, karena saat itu juga gurunya memasuki kelas. Seluruh siswa kembali ke bangkunya masing-masing, suasana yang tadinya memanas mulai kembali seperti semula. Nina menatap Brianna dengan Nanar, gara-gara dirinya Brianna jadi bertengkar dengan Steffy.