My Little Maid, My Love

My Little Maid, My Love
James dan Mia



Mia menatap secarik kertas berisi beberapa bahan makanan di tangannya. Emily baru saja menyuruhnya untuk berbelanja keperluan dapur paviliun.


Dulu saat Brianna masih menjadi pelayan, Mia sering sekali mengajak gadis itu berbelanja. Dengan di temani Brianna, Mia jadi memiliki teman mengobrol dan tentu saja Brianna menjadi tidak bosan terus diam di rumah. Namun sekarang ia tidak bisa melakukan itu lagi, Brianna sudah menjadi istri Tuannya dan sekarang gadis itu sedang pergi berbulan madu. Mia menjadi kesepian sekarang.


Bunyi kelakson mobil mengejutkan Mia, saat ini ia sedang berjalan menuju gerbang utama. Sebuah mobil Audi silver menghampirinya dan Mia tahu siapa pemilik mobil tersebut. Mia menghentikan langkahnya sejenak dan mobil tersebut berhenti di sisi tubuhnya.


"Mau kemana?" Tanya si pemilik mobil sambil menurunkan kaca mobilnya. Mia segera membungkukkan tubuhnya, tiba-tiba ia merasa gugup ketika si pemilik mobil bertanya. Pemilik mobil tersebut adalah James


"Saya akan pergi ke Supermarket Tuan" jawab Mia dengan senyuman kecil.


"Naiklah"


"A..apa?"


"Kebetulan sekali aku juga ingin membeli sesuatu di sana sekaligus pergi ke kantor. Jadi lebih baik kita berangkat bersama"


Mia menelan ludahnya, ini pertama kalinya James menawarkan Mia menaiki mobilnya. Selama ini James memang terlihat cuek dan hampir tidak pernah berbicara dengannya. Tapi kali ini secara mengejutkan pria itu mengajak ke supermarket bersama.


"Cepatlah naik, tidak perlu sungkan" James sudah turun dari mobilnya dan membukakan pintu untuk Mia. Gadis itu mengerjap tak percaya.


"Astaga! Tuan James membukakan pintu untukku!"


Akhirnya dengan malu-malu Mia memasuki mobil tersebut, diam-diam James pun tersenyum senang ajakannya di terima. Oke ini adalah langkah awal untuk mendekati Mia. Dari awal Mia bekerja di rumah Marvin, James sudah tertarik dengan gadis itu. Namun pria itu tidak berani mendekatinya. Akhirnya ia hanya mengaguminya secara diam-diam.


#


James dan Mia memasuki supermarket secara beriringan. James mengambil sebuah troli begitupula dengan Mia. Namun dengan cepat James menyimpan kembali Trolinya dan mengambil alih Troli yang di bawa Mia.


"Akan lebih mudah jika belanjaan kita di satukan, lagipula aku hanya membeli sedikit barang" Ucap James dengan seutas senyum di bibirnya. Mia mengerjap beberapa saat, jantungnya tiba-tiba berdebar kencang begitu melihat senyuman tampan pria itu. Ini pertama kalinya Mia melihat James tersenyum padanya, wajahnya tiba-tiba memanas.


Mereka mulai berjalan mencari keperluan mereka, James senantiasa mengikuti Mia kemanapun gadis itu melangkah sambil mendorong troli layaknya seorang suami yang sedang menemani istrinya berbelanja.


"Tuan, biar aku saja yang membawanya" Mia merasa tidak enak sedari tadi James membawa trolinya yang mulai penuh. Tetapi pria itu dengan cepat menolak.


"Tidak apa-apa, kau fokus saja mencari keperluan mu"


"Tuan bukannya ingin pergi bekerja? Tuan bisa terlambat, saya bisa melakukannya sendiri"


"Astaga kali ini dia tertawa. Tuan James benar-benar terlihat berbeda dari yang biasa aku lihat"


"Baiklah Tuan, terimakasih atas bantuannya" ucap Mia tulus.


"Kau ingin beli daging? Sepertinya di sana sedang ada promo. Ayo kita ke sana"


James terlihat bersemangat, dengan cepat ia mendorong trolinya lalu mendekati wanita sekitar 40 tahunan sedang mempromosikan daging sapi berkualitas.


Wanita tersebut terlihat senang melihat ada pelanggan yang mendekatinya. Dengan lugasnya wanita itu memberikan penawaran terbaik untuk menarik perhatian pelanggannya.


"Tuan dan Nyonya bisa mencobanya terlebih dahulu" Wanita tersebut memanggang beberapa potongan daging kecil agar bisa dicicipi oleh James dan Mia.


James mulai mencicipinya begitu daging tersebut matang. Sedangkan Mia hanya diam di samping pria itu memperhatikan bagaimana reaksi James begitu memakannya.


"Nyonya ayo di coba" wanita tersebut tersenyum ramah lalu menyodorkan beberapa potongan daging. Mia mengalihkan pandangannya dari wajah James lalu mulai mencicipinya.


"Tuan, istri anda sangat cantik" celetuk wanita tersebut tiba-tiba. James maupun Mia langsung tersedak mendengar ucapan wanita itu.


"Maaf bu, aku bukan istrinya" Mia langsung menjelaskan.


"Benarkah? Aku kira kalian sepasang suami istri. Kalian terlihat serasi"


Wajah Mia dan James langsung memanas dan suasana menjadi canggung. James mengusap tengkuknya malu, sambil mencuri pandang ke arah Mia.


"Ekhmm, apa benar kami terlihat serasi?" Kini James bertanya. Wanita tersebut tersenyum sambil mengangguk kecil.


"Ya , cantik dan juga tampan. Semoga kalian bisa cepat menikah" sepertinya  wanita tersebut menganggap Mia dan James adalah sepasang kekasih.


Mia tentu saja terkejut. Mia ingin menjelaskan kembali namun niatnya terhenti ketika James kembali berbicara.


"Terima kasih, kalau begitu kami akan membeli dagingnya".


James melirik sekilas ke arah Mia yang menatapnya dengan raut terkejut, ya gadis itu terkejut karena James menanggapi ucapan wanita paruh baya itu. Seolah-olah membenarkan kalau mereka memiliki hubungan spesial.