
Brianna berjalan mengikuti langkah Natasha yang tampak anggun. Saat ini mereka sedang menuju kelas baru Brianna. Gadis itu sesekali menoleh ke arah Marvin yang berjalan di belakangnya. Pria itu masih setia mendampinginya, seperti seorang ayah yang sedang mengantar putrinya di hari pertama bersekolah.
"Apa kau gugup?" Bisik Marvin setelah mereka berhenti di depan pintu kelas. Sedangkan Natasha sudah masuk lebih dulu. Brianna menunggu aba-aba dari wanita itu untuk di panggil.
"Apa mereka akan menerimaku?" Brianna berbalik menghadap Marvin, raut gelisah tampak jelas di wajah cantiknya.
Bahkan Marvin bisa melihat ada buliran keringat di pelipis gadisnya.
"Kenapa tidak? Kau gadis yang baik, pintar dan juga cantik. Aku rasa mereka akan menyukaimu"
"Benarkah?" Tanya Brianna sedikit ada rona merah di kedua pipinya mendengar pujian dari Marvin.
Pria itu terkekeh gemas, diusapnya keringat Brianna dengan punggung tangannya.
"Jangan gugup, cobalah untuk percaya diri. Jangan memikirkan hal-hal yang buruk, ini hari pertamamu sekolah. Buat mereka terkesan padamu" Brianna mengangguk patuh, senyuman manisnya kembali terbit setelah mendengar kalimat penyemangat dari Marvin.
"Brianna, masuklah" Natasha membuka pintu kelas, mempersilahkan Brianna mengenalkan diri pada teman-teman barunya.
"Semangat!"
Itulah kata terakhir yang Brianna dengar dari mulut Marvin. Pria itu tidak ikut masuk dan memilih memantau Brianna dari luar jendela
#
Riuh tepuk tangan terdengar setelah Brianna memperkenalkan diri, tidak banyak yang gadis itu sampaikan mengenai dirinya. Ia terlalu gugup berdiri di hadapan banyak orang. Semua pasang mata tertuju padanya, sehingga kalimat yang semalam ia rangkai mendadak hilang dari pikirannya.
"Brianna, kau bisa duduk dengan Nina" Natasha menunjuk seorang gadis berkacamata tebal yang duduk di paling belakang, hanya kursi itulah yang tersisa. Jadi mau tidak mau Brianna harus duduk disana, dan gadis itu sama sekali tidak keberatan.
Brianna tersenyum ramah pada Nina, gadis berkacamata itu terlihat pemalu dilihat dari gestur tubuhnya, Nina cenderung gadis yang kaku dan tertutup. Gadis itu membalas senyuman Brianna dengan canggung, hanya sekilas karena setelah itu Nina fokus membaca buku tebal di tangannya.
Brianna meletakkan tasnya di samping kursi Nina, lalu mencoba menyapa Nina.
"Hai namaku Brianna Carissa" Brianna mengulurkan tangannya. Nina tidak langsung merespon, gadis itu menatap telapak tangan Brianna sejenak, lalu menatap wajah Brianna sebentar.
"H..hai namaku Nina" ucapnya pelan, lalu menjabat tangan Brianna.
"Senang berkenalan denganmu"
"Ya.."
"Mulai sekarang kita adalah teman"
Ucapan Brianna berhasil membuat Nina terkejut, ada sorot tidak percaya dibalik kacamata tebalnya. Pasalnya Brianna adalah orang pertama yang mengajaknya berteman, sedangkan yang lain terlihat enggan.
"Teman?"
"Ya teman, apa kau keberatan?" Tanya Brianna ragu.
#
Suasana kantin terlihat begitu ramai hari ini, jam istirahat baru saja di mulai. Para siswa mulai berbondong-bondong pergi mencari makan untuk mengisi perut mereka. Sama halnya dengan Brianna dan Nina, saat ini mereka sedang berjalan menuju kantin.
Brianna tampak bersemangat, mulutnya sedari tadi terus mengoceh mengekspresikan rasa gembiranya. Sedangkan Nina lebih banyak tersenyum dan sedikit berbicara.
"Nina, setelah makan bisakah kau menemaniku berkeliling. Aku ingin melihat lingkungan sekolah ini"
"Tentu Brianna, aku akan menemanimu" jawabnya dengan senang hati. Brianna adalah sosok yang ceria, gadis itu sangat baik dan juga ramah. Nina merasa nyaman berteman dengan Brianna.
"Hai Brianna"
Langkah kedua gadis itu terhenti ketika ada orang yang memanggil Brianna. Ada 3 orang gadis menghampiri mereka berdua. Brianna tahu gadis-gadis itu adalah teman sekelasnya, namun ia belum sempat berkenalan.
Namun entah apa yang terjadi, Nina tiba-tiba bersembunyi dibalik punggung Brianna, terlihat seperti ketakutan.
"Nina kau kenapa?"
"Lebih baik kita pergi" bisiknya pelan.
"Kenapa?"
"Hallo Brianna" seorang gadis bertubuh tinggi ideal menyapanya. Wajahnya terlihat cantik dengan rambut panjang bergelombang.
"Kita belum sempat berkenalan bukan. Perkenalkan namaku Steffy" Gadis cantik bernama Steffy itu mengulurkan tangannya.
"Hai senang berkenalan denganmu" balas Brianna masih dengan senyuman ramahnya, dua gadis lainnya pun turut memperkenalkan diri. Mereka adalah Elsa dan Jessi.
Steffy memicing sinis ke arah Nina yang masih berdiri di balik punggung Brianna.
"Brianna kau berteman dengannya?" Tanya Steffy dengan senyuman remeh. Begitupun dengan Elsa dan Jessi, mereka bertiga terlihat tidak suka melihat Nina.
"Ya kami berteman, memangnya kenapa?"
"Dari pada kau berteman dengannya, lebih baik kau bergabung dengan kami."
Steffy tiba-tiba menarik tangan Brianna, membawanya menuju kantin meninggalkan Nina sendiri.
"Mashed Potato di kantin sekolah ini sangat lezat kau harus mencobanya" Elsa merangkul pundak Brianna, menarik perhatian gadis itu dari Nina.
"Tapi, bisakah kita mengajak Nina?" Pinta Brianna sesekali menoleh ke belakang. Nina masih diam di tempatnya, ada raut kecewa disana membuat Brianna merasa tidak enak.
Ia tidak mengerti kenapa Steffy tidak mengajak Nina, apa hubungan mereka tidak baik?