My Little Maid, My Love

My Little Maid, My Love
Terima Kasih Sudah Mencariku



Setelah mengetahui keberadaan Brianna, Marvin langsung pergi ke tempat di mana Brianna di turunkan oleh para penculik tadi. Matanya tidak pernah lepas menyelusuri setiap jalan yang ia lewati. Ia masih bersyukur bahwa tikus-tikus sialan tadi tidak menurunkan Brianna di dalam hutan.


Marvin bisa membayangkan bagaimana ketakutan Brianna saat ini, apakah gadisnya itu baik-baik saja sekarang? Apakah Brianna kedinginan?


Sungguh setelah ini Marvin tidak akan pernah melepaskan Samantha.


"Disana ada gubuk apa mungkin Brianna ada disana?"


"Kita berhenti saja"


James yang kebetulan mengemudi akhirnya mengehentikan mobilnya. Marvin segera turun, lalu mendekati gubuk tersebut yang terlihat gelap tanpa pencahayaan sama sekali. Marvin pun merasakan firasat jika Brianna berada di gubuk tersebut.


"Brianna Carissa!!!" Marvin mencoba memanggil Brianna, namun tidak ada sahutan.


"Pakai ini"James memberikan senter pada Marvin, dengan cepat Marvin menerimanya dan berjalan lebih dekat lagi dengan gubuk tersebut.


"Brianna?"


Marvin melihat ada tubuh seorang gadis yang meringkuk bersandar pada tumpukan kayu. Pakaian yang dikenakannya tampak lusuh dengan kondisi kaki tak beralas.


"Brianna Carissa!!"


Benar gadis itu adalah Brianna Carissa, Marvin langsung merengkuh tubuh mungil itu ke dalam pelukannya. Akhirnya ia bisa bernafas lega, gadisnya berhasil di temukan.


Brianna yang saat ini sedang tertidur, menggeliat saat merasakan dekapan seseorang.


"Eunghhhh"


"Brianna kau baik-baik saja sayang?"


Marvin merenggangkan pelukannya sejenak, menatap Brianna yang kini sedang mengerjapkan matanya mencoba mengumpulkan kesadarannya.


"K..kau siapa?"


"Tu..Tuan Marvin?"


"Ya ini aku"


Brianna menyentuh wajah Marvin untuk memastikan, dan detik berikutnya gadis itu menangis haru lalu memeluk tubuh Marvin erat.


"Hikss Tuan Marvin.. terima kasih sudah mencariku"


"Apa kau baik-baik saja?" Tanya Marvin sembari mengelus punggung Brianna. Jawaban Brianna tentu saja tidak, gadis itu melepas pelukannya lalu menggeleng pelan.


"Disini dingin dan banyak suara serigala. Aku takut" cicit Brianna pelan. Hal tersebut membuat Marvin tersadar jika gadisnya hanya mengenakan sweater tipis dan rok sebatas lutut.


"Astaga!! Kau pasti sangat kedinginan" Marvin menangkup kedua pipi Brianna yang terasa dingin, kemudian ia segera menggendong tubuh mungil itu dan membawanya ke dalam mobil.


Marvin menyelimuti Brianna dengan mantelnya. Saat di dalam mobil Marvin bisa melihat wajah Brianna dengan jelas. Wajah gadis itu tampak sembab, berapa lama gadisnya menangis? Bahkan ia bisa melihat jejak air mata di wajah pucatnya.


Selain itu ada bintik-bintik merah di sekitar wajah, tangan, dan kaki mungkin itu adalah bekas gigitan nyamuk.


Tangan Marvin terulur mengusap pipi Brianna, menyalurkan kehangatan dari telapak tangannya. Tatapan Marvin tidak pernah lepas wajah Brianna. Sorot matanya nampak sendu merasa tidak becus menjaga Brianna dengan baik.


Brianna terdiam mendapatkan perlakuan manis tersebut, gadis itu hanya diam seribu bahasa. Rasa aman dan nyaman langsung Brianna rasakan begitu melihat Marvin. Pria itu adalah malaikat penolongnya, begitulah yang ada dipikiran Brianna saat ini.


"Tuan Terima kasih banyak"


Marvin hanya tersenyum menanggapinya, lalu ditariknya tubuh itu ke dalam pelukannya. Bahkan Marvin tanpa sungkan mengecupi pucuk kepala Brianna dengan sayang. Hatinya benar-benar lega sekarang.


Brianna sama sekali tidak menolak, justru gadis itu mencari posisi ternyaman dalam pelukan Marvin. Dengan posisi tersebut, ia bisa mencium aroma mint daritubuh Marvin yang begitu khas, hal tersebut membuat hatinya jauh lebih tenang. Kepalanya bersandar di dada Marvin dengan nyaman.


"Tidurlah kembali, kau pasti lelahkan" Brianna mengangguk menurut, ia memang lelah sekali ditambah lagi usapan tangan Marvin di kepalanya membuat matanya semakin memberat, dan akhirnya kembali tertidur.


Mereka tidak menyadari masih ada orang lain di dalam mobil tersebut. James, pria itu hanya bisa mengulum senyumnya melihat hubungan Marvin dengan Brianna yang semakin dekat.