My Little Maid, My Love

My Little Maid, My Love
Kau Sungguh Gadis Yang Beruntung



Brianna sudah kembali ke rumah besar Marvin, setelah Marvin menyelesaikan rapatnya pria itu langsung bergegas mengantarkan Brianna pulang. Marvin tahu Brianna sudah bosan menunggunya, belanjaan gadis itu sudah diantarkan oleh para pengawalnya lebih dulu, jadi ia tidak perlu repot-repot membawanya.


"Brianna kau sudah pulang, bagaimana jalan-jalan dengan Tuan Marvin? Kau di ajak kemana? Apa menyenangkan?" Seloroh Mia yang kebetulan ada di kamar. Wanita itu langsung melontarkan beberapa pertanyaan pada Brianna yang baru saja tiba.


"Kami tidak jalan-jalan"


"Hanya berbelanja" lanjut Brianna dalam hati, ia tidak mungkin mengatakan yang sebenarnya, bisa-bisa semua penghuni paviliun gempar. Ia menatap seluruh isi kamarnya, tidak ada satu pun barang-barang belanjaannya tadi. Seingatnya anak buah Marvin sudah dulu membawanya.


"Brianna kau mencari apa?"


"Ah ti..tidak"


"Brianna ayolah jujur padaku, Tuan Marvin mengajakmu kemana?" Tanya Mia penasaran.


"A..aku hanya menemani Tuan Marvin berbelanja, setelah itu pergi ke kantornya"


"APA?? Kau pergi ke kantornya?" Pekik Mia


"kak, jangan keras-keras"


"Demi Tuhan Brianna Carissa, kenapa kau begitu beruntung?" Mia menatap Brianna tak percaya kali ini dengan nada suara lebih pelan.


"Aku yakin Tuan Marvin tertarik padamu"


"kau ini bicara apa, itu tidak mungkin" ini bukan pertama kalinya Mia mengatakan hal tersebut, dan Brianna tidak percaya dengan itu.


"Aku bisa melihat dari caranya menatapmu Brianna, sikapnya begitu berbeda saat berhadapan denganmu. Apa kau tidak bisa merasakannya?"


Brianna terdiam, tiba-tiba ia teringat dengan moment yang ia habiskan seharian ini bersama Marvin, pria itu memang begitu baik. Ia sempat berpikir apa Marvin juga sering membelikan baju-baju mahal di mall untuk pelayan lainnya? Selain itu kejadian di lift ikut terlintas di pikirannya, Marvin hendak menciumnya.


Jadi apa benar Marvin menyukainya? Tiba-tiba jantungnya berdegup dengan kencang, semburat merah langsung menghiasi kedua pipinya.


"Itu tidak mungkin"


"Brianna pipimu memerah" goda Mia sambil mencolek dagu Brianna, wanita itu terlihat mengulum senyumnya melihat Brianna salah tingkah.


"Ah aku tidak tahu!" Brianna beranjak dari duduknya, kemudian berlari menuju kamar mandi.


"Jika dugaanku benar, kau sungguh gadis yang beruntung Brianna" gumam Mia dengan kekehan kecil.


#


"Ma!! mama!!" Brianna berteriak memanggil mamanya sambil mengacak isi lemari bajunya. Wajahnya terlihat panik melihat lemarinya telah kosong, tak ada sehelai kain pun yang tersisa disana.


"Ada apa sayang?" Sang mama muncul di balik pintu, ia terkejut melihat kamar mereka berantakan akibat ulah putrinya.


Brianna masih mengenakan selembar handuk di tubuhnya, ia baru saja selesai mandi. Ia hanya bisa menemukan baju mamanya di dalam koper.


"Nak baju-bajumu sudah dipindahkan ke kamar yang lain"


"Ke kamar yang lain? Apa maksud mama?"


"Kamarmu yang baru"


"Kamarku disini bersama mama dan Mia"


Yasmine menghela nafasnya, ia pun menarik tangan Brianna untuk duduk bersamanya di atas ranjang.


"Tuan Marvin yang memintamu pindah, sekarang kamarmu ada di rumah utama"


"APA???"


"Saat kau mandi Tuan Marvin meminta mama untuk memindahkan semua baju-bajumu, awalnya mama menolak tapi perintahnya tak bisa terbantahkan. mama terpaksa memindahkannya tanpa persetujuan darimu. Jika Brianna tidak mau, mama bisa bicara lagi pada Tuan Marvin"


"Kenapa Tuan Marvin selalu bertindak semaunya?" Dengus Brianna kesal


"Brianna..."


"Aku sendiri yang akan bicara dengannya, ma"


Tanpa pikir panjang Brianna langsung beranjak dari ranjang, lalu berjalan menuju pintu kamar.


"Nak!!"


"Aku ingin tetap di kam...."


Ucapan Brianna terhenti begitu ia membuka pintu, ada seseorang berdiri menjulang di hadapannya. Marvin Xavier, pria itu di sana, berdiri di depan kamar Brianna. Ekspresi Marvin berubah tercengang melihat pemandamgan yang ada di hadapannya saat ini. Begitupun dengan Brianna, gadis itu pun sama terkejutnya.


"Brianna Carissa!!!! Pakai bajumu nak!!"


Sang mama berteriak di belakangnya, membuat Brianna menoleh pada mamanya.


"A..apa? pakai baju?"


Brianna menundukkan wajahnya untuk melihat tubuhnya saat ini. Oh sial!!! Ia masih mengenakan selembar handuk!!!! Lalu ia menoleh kembali kearah Marvin, yang masih diam mematung menatap...


"AAAAAAHHH MAMAAAAA!!!!!


BLAMM!!!!