My Little Maid, My Love

My Little Maid, My Love
Aku Sudah Tertarik Padanya Sejak Awal



Marvin menurunkan Brianna di atas ranjangnya dengan hati-hati, sedangkan Brianna hanya diam tak berani mengeluarkan suara. Brianna tidak mengerti mengapa Marvin membawanya ke kamar pria itu, bukan ke kamarnya yang ada di paviliun.


"Tuan kenapa saya dibawa kemari?" Brianna mulai membuka suara, sementara Marvin memilih duduk di samping gadis itu.


"Karena jarak kamarku lebih dekat di banding kamarmu yang ada paviliun" jawab Marvin santai.


"Tapi tidak semestinya saya berada disini Tuan. Saya bisa pergi sendiri ke paviliun" ucap Brianna merasa tidak enak, pelayan di luar sana pasti berpikir yang tidak-tidak tentang dirinya.


"Lalu membiarkan lukamu semakin parah begitu?"


Brianna menunduk tak berani menjawab, sepertinya akan bahaya jika ia mendebat Marvin.


"Sekarang istirahatlah, sebentar lagi dokter pribadiku akan sampai".


Marvin keluar meninggalkan Brianna sendirian di kamarnya.


"James, cari tahu orang yang berani mencelakai Brianna" sorot mata Marvin berubah tajam. Dari awal ia sudah curiga mendengar penjelasan James tentang keberadaan paku tersebut di sepatu Brianna, ini terasa janggal.


#


Dokter pribadi Marvin baru saja menyelesaikan tugasnya memeriksa kondisi Brianna. Tidak ada ringisan ataupun teriakan dari mulut Brianna, karena sekarang gadis itu sedang tidur lelap setelah menunggu dokter tersebut selama kurang lebih satu jam.


Brianna sama sekali tidak terusik saat dokter memeriksa lukanya, bahkan dokter itu pun merasa gemas melihat wajah damai Brianna yang tampak begitu polos dan menggemaskan saat tidur.


"Bagaimana keadaannya?"


"Dia baik-baik saja, lukanya tidak terlalu parah. Hanya saja jangan biarkan ia berjalan dulu selama beberapa hari kedepan, tunggu lukanya sampai mengering"


Marvin mengangguk mengerti, matanya menatap lurus ke arah Brianna yang betah dengan alam mimpinya.


"Ngomong-ngomong siapa gadis ini?"


"Dia pelayan pribadiku"


Pelayan pribadi? Bukankah gadis ini masih terlalu belia untuk dijadikan maid?


"Kita bicara di luar saja"


Dokter Alex adalah salah satu teman Marvin, mereka berteman sejak kecil. Usia Alex 3 tahun lebih tua dari Marvin. Pertemanan mereka terjalin cukup lama, jadi jangan heran jika Alex berbicara non-formal pada Marvin. Alex sudah menganggap Marvin sebagai saudara laki-lakinya, terlebih lagi ia sudah bekerja pada keluarga Xavier cukup lama sebagai dokter pribadi.


Marvin menceritakan semua tentang Brianna, Alex merasa terkejut karena Marvin masih mengingat dengan baik wajah gadis kecil yang dulu pernah Marvin ceritakan padanya.


"Jadi dia gadis kecil yang selama ini kau cari?"


Marvin mengangguk mengiyakan, bibirnya tersenyum kecil pertanda jika ia senang. Saat kecelakaan dulu, Alex ikut serta dalam merawat Marvin. Pria itu sudah menceritakan siapa orang baik yang sudah menolongnya dari maut, dan ternyata gadis polos itulah yang menyelamatkannya.


Alex ikut senang melihatnya, ternyata penantian Marvin tidaklah sia-sia.


"Sepertinya kau tertarik padanya Vin" Alex menatap Marvin menyelidik, dan Marvin menanggapinya lagi dengan senyuman kecil.


"Dari awal aku sudah tertarik padanya, jika tidak mana mungkin aku rela mencarinya selama ini"


"Huh benar juga, kalau begitu selamat. Aku turut senang, semoga kebahagiaan selalu menyertaimu bersama Brianna."


"Apa mamamu sudah tahu soal Brianna?" Senyuman Marvin memudar begitu nama mamanya disebut, tiba-tiba terbesit rasa khawatir di hati Marvin. mamanya belum mengetahui keberadaan Brianna di rumahnya. Yang ia takutkan adalah mamanya tidak bisa menerima keberadaan gadisnya mengingat bagaimana kuatnya sang mama dalam menjunjung tinggi sebuah status.


Alex menepuk pundak Marvin pelan, ia tahu apa yang Marvin pikirkan.


"Aku yakin semuanya akan baik-baik saja. Kau hanya perlu meyakinkan mamamu, bahwa pilihanmu adalah yang terbaik"


"Baik, terima kasih aku pasti akan melakukannya demi gadisku"


Alex tersenyum mendengarnya. Setelah itu Alex pamit, banyak pasien yang harus segera ia tangani di rumah sakit.


Marvin mengantarkan Alex sampai beranda rumah, setelah memastikan Alex pergi Marvin kembali ke kamar untuk menemani gadisnya.