My Little Maid, My Love

My Little Maid, My Love
Jadilah Pelayan Pribadiku



"Kenapa kau mau bekerja disini?"


"Aku ingin membantu mama mengumpulkan uang. Mamaku mengatakan jika uangnya sudah terkumpul banyak, aku bisa sekolah kembali"


Marvin terdiam mendengar alasan Brianna, jadi selama ini gadisnya putus sekolah? Ya Tuhan, ia pikir Brianna bekerja karena gadis itu sedang libur sekolah. Kau terlalu bodoh untuk menyadarinya Marvin Xavier, Brianna pasti menghadapi masa-masa yang sulit bersama mamanya.


Tatapan Marvin berubah sendu, sebenarnya ia tidak ingin gadisnya bekerja seperti ini. Apalagi di usianya yang masih di bawah 17 tahun, seharusnya Brianna bersekolah seperti anak gadis pada umumnya, menikmati masa remajanya bersama teman-temannya yang lain.


Ada beberapa hal yang ingin ia tanyakan pada Brianna, termasuk keberadaan ayahnya. Kenapa Brianna hanya datang bersama mamanya saja?


"Jadi aku mohon padamu Tuan jangan memecatku. Aku benar-benar membutuhkan uang banyak untuk sekolahku. Aku berjanji tidak akan membuat masalah lagi" mohon Brianna.


Marvin bisa saja mendaftarkan Brianna ke sekolah saat ini juga. Namun sepertinya ini bukanlah waktu yang tepat, karena sudah pasti Brianna akan terkejut mengingat mereka baru bertemu beberapa kali. Brianna belum bisa mengenali siapa itu Marvin Xavier, pria malang yang dulu sempat ditolongnya.


Marvin berharap Brianna masih mengingatnya, jika tidak maka ia akan berusaha mendekati gadisnya. Tentu saja Marvin memiliki strategi khusus untuk mendapatkan hati gadis kecilnya ini.


"Sebenarnya aku ingin memecatmu, tapi setelah mendengar alasanmu tadi aku berubah pikiran".


Senyuman Brianna seketika merekah mendengarnya, apakah itu tandanya Marvin tidak akan memecatnya?


"Terima kasih banyak Tuan, terima kasih. Aku berjanji akan bekerja dengan giat" tutur Brianna semangat.


"Kau ingin uangmu terkumpul dengan cepat bukan? Aku memiliki sebuah penawaran untukmu"


"Penawaran?"


"Ya, kau bisa mendapatkan gaji besar asal kau mau melakukan pekerjaan ini"


"Jadilah pelayan pribadiku"


"Pe.. pelayan pribadi?" Brianna tidak mengerti maksud Marvin.


"Ya pelayan pribadi, tugasmu adalah menyiapkan segala kebutuhanku seperti menyiapkan pakaian kerjaku, makanan, menyiapkan air hangat untuk mandi, menyambutku ketika pulang bekerja, memasangkan dasi, dan apapun yang berhubungan langsung denganku. Mudah bukan?"


Brianna melongo mendengar ucapan Marvin, pria itu tidak sedang bercanda kan? Ia belum berpengalaman bekerja, tapi Marvin sudah menawarinya sebagai pelayan pribadi. Tentu ini sangat beresiko, Brianna takut akan melakukan kesalahan yang lebih fatal lagi.


Dan sepertinya ini akan jauh lebih berat dibandingkan pelayan biasa, segala perilakunya mungkin akan terus dipantau oleh Marvin sendiri, bukan Emily lagi.


"Gajimu bisa 2-3 kali lipat lebih besar dari pelayan biasanya. Dan aku jamin dalam waktu 3 bulan saja kau bisa mendapatkan seragam sekolahmu yang baru"


Penawaran Marvin berhasil membuat Brianna tertarik. Jika benar seperti itu, maka dengan senang hati Brianna menerimanya.


"Bagaimana?"


"Baik Tuan saya bersedia" jawab Brianna mantap tanpa berpikir panjang, sama sekali tidak ada keraguan di wajahnya. Bukankah ini sebuah kesempatan emas?


Marvin bersorak dalam hati, sebenarnya ini adalah strategi Marvin untuk lebih dekat dengan Brianna. Dan ini adalah salah satu cara yang tepat untuk mengenal gadisnya lebih dalam lagi.


"Kalau begitu mulai detik ini kau adalah pelayan pribadiku. Sekarang ambilkan aku makanan, aku lapar sekali"


"Siap laksanakan Tuan"


Brianna terlihat bersemangat, senyumnya tampak mengembang membuat Marvin ikut tersenyum melihatnya. Setelah ini ia harus membuat Brianna jatuh hati padanya, lalu menjadikan gadis itu sebagai miliknya, SEUTUHNYA!