
Sebuah pesta pernikahan sederhana tengah berlangsung saat ini. Pancaran kebahagiaan nampak begitu jelas menghiasai wajah sepasang pengantin yang baru saja mengucapkan janji suci mereka.
Mia dan James kini telah sah menjadi suami istrinya. Keduanya kini tengah menyambut para tamu yang datang. Tidak banyak yang mereka undang, hanya beberapa teman Mia, rekan kerja James dan beberapa sanak keluarga.
"Selamat atas pernikahan kalian"
Brianna datang memberi selamat lalu memeluk Mia dan James secara bergantian, diikuti oleh Marvin dengan membawa Maxime dalam gendongannya.
"Selamat, akhirnya kau melepas masa lajangmu" sambung Marvin sambil terkekeh menepuk bahu James.
"Terima kasih"
"Maxime semakin menggemaskan saja dan juga tampan" puji Mia sambil memegang tangan mungil Maxime dengan gemas.
"Tentu saja lihat dulu siapa ayahnya" Ucap Marvin bangga.
"Sepertinya kalian belum sepenuhnya menyusul kami"
Mia dan James menyerngit bingung, mereka tidak mengerti maksud Brianna. Mereka sudah menikah sekarang apalagi?
Brianna tertawa melihat ekspresi sepasang pengantin baru itu, matanya mengarah pada Maxime memberi isyarat.
Ahh bayi.
Tak butuh waktu lama James dan Mia langsung mengerti, wanita itu tersipu malu sedangkan James hanya tersenyum penuh arti.
"Kau tenang saja Brianna, setelah acara ini selesai kami akan langsung membuatnya, iya kan sayang?" Goda James, sontak saja Mia terkejut ia menepuk dada James kesal dan juga malu di sana ada Marvin juga.
"Tidak perlu malu Mia, itu hal yang wajar-wajar saja. Akan lebih baik jika tidak menundanya"
Brianna mengangguk setuju, kini ia pun sudah lebih berpengalaman menjadi seorang istri sekaligus seorang ibu.
"Emm soal itu biarlah menjadi kejutan nantinya"
"Aku tunggu kabar bahagia itu"
Rupanya kedatangan Keluarga kecil Marvin berhasil menarik perhatian para tamu undangan di sana. Ada yang penasaran dengan sosok istri dan bayinya ada pula yang merasa iri. Tak jarang Marvin menebar kemesraan dengan sang istri. Hal tersebut ia lakukan untuk menunjukkan bahwa inilah sosok istrinya yang begitu ia cintai. Dimana sudah ada malaikat kecil di antara mereka, yakni Maxime Xavier.
Tidak banyak yang tau sosok Brianna Carissa, karena selama ini Brianna selalu menutup diri dari media. Ia tidak ingin terlalu di ekspos dan menjadi pusat perhatian. Bagi orang pertama kali melihatnya, mereka akan takjub dengan kecantikan alami Brianna Carissa.
"Ah istri Marvin Xavier benar-benar cantik, pantas saja pria itu menikahinya"
"Wanita itu sangat beruntung bisa dinikahi seorang Marvin Xavier"
"Lihat bayi mereka, lucu sekali. Aku benar-benar iri, mereka terlihat seperti keluarga yang sempurna".
"Aku ingin memiliki suami seperti Marvin Xavier!"
"Ahh aku tidak memiliki kesempatan lagi untuk mendekati Tuan Marvin!"
Begitulah bisik-bisik para tamu yang sampai ke telinga Marvin dan Brianna.
"Sayang kau dengar, mereka semua memujimu dan juga Maxime"
"Itu terdengar berlebihan" ucap Brianna malu, ia terus menundukkan kepalanya karena jujur saja ia merasa sedikit risih dengan pandangan orang-orang di sekitarnya.
"Kau pantas mendapatkannya, sekarang angkat wajahmu jangan menunduk terus. Mulailah untuk percaya diri"
Brianna menurut walaupun masih belum berani menatap sekitar, ia hanya menatap suaminya dan juga bayinya.
"Seorang istri Marvin Xavier harus percaya diri, jangan pedulikan mereka. Lagipula mereka memuji mu sayang"
Brianna memberanikan diri menatap orang-orang sekitar. Hatinya sungguh lega, tidak ada yang menatapnya dengan ekspresi cemooh ataupun benci. Mereka hanya menatapnya penasaran dan adapula yang membungkuk memberikan rasa hormat.
Brianna pun memberikan reaksi yang sama, dengan senyuman kecil di bibirnya.
"Tidak seperti yang kau bayangkan bukan?"
Marvin tersenyum sambil mengelus kepala Brianna. Wanita itu mengangguk setuju, ia merasa lega sekarang dan merasa lebih percaya diri.