My Little Maid, My Love

My Little Maid, My Love
Kegaduhan Di Pagi Hari



07.10


Brianna terbangun saat tangisan Maxime kembali menyapanya pagi ini. Dengan kondisi tak berbusana yang hanya berbalut selimut, Brianna beranjak dari ranjang lalu mengambil piyamanya yang tergeletak begitu saja di lantai. Siapa lagi pelakunya jika bukan pria yang kini masih berkelana di alam mimpi dengan suara dengkuran yang cukup keras.


Ah sepertinya Maxime terbangun karena dengkuran ayahnya.


"Selamat pagi sayang" Brianna membawa Maxime ke dalam gendongannya, melihat wajah sang mama Maxime seketika menghentikan tangisannya. Bayi tampan itu tersenyum lalu menepuk-nepuk dada Brianna.


"Kau lapar sayang?" Tanya Brianna, lalu dibalas celotehan tidak jelas dari mulut Maxime. Wanita muda itu tertawa melihat tingkah bayinya.


Dengan cepat ia memberikan asinya pada Maxime dan langsung disambut tawa ceria.


Tak lama kemudian Marvin juga terbangun, pria itu meraba sisi ranjangnya yang kosong berharap istrinya masih tertidur di sampingnya.


Marvin mengangkat kepalanya dengan mata setengah terpejam, ia tersenyum lega mendapati Brianna tengah menyusui anak mereka.


"Good morning" sapa Marvin sambil menyandarkan punggungnya ke kepala ranjang.


"Selamat pagi, syukurlah kau sudah bangun suara dengkuranmu membangunkan Maxime"


"Benarkah? Aku merasa tidak mendengkur" Marvin tidak terima dengan tuduhan Brianna.


"Ckk itu karena kakak tidur, jadi tidak sadar betapa luar biasa kerasnya suara dengkuran mu. Ranjang kita saja sampai bergetar"


"APA???"


Brianna menahan tawanya, ekor matanya melirik ke arah sang suami yang terlihat mengerucut kan bibirnya. Lihat belajar darimana ekspresi itu? Rasanya sebelum mereka punya anak, Marvin tidak pernah mengeluarkan ekspresi imut seperti itu. Kemana perginya wajah Marvin yang tegas dan dingin?


"Aku akan memandikan Maxime, bisa jaga Maxime sebentar?"


"Hmm baiklah, kemari anak papa"


Marvin mendekati Maxime, dengan senang hati bayi itu menyerahkan diri pada sang ayah.


Marvin membawa Maxime menuju balkon untuk menikmati udara pagi, dan juga sinar matahari yang menyorot ke arah balkon.



Sedangkan Brianna pergi menuju kamar mandi untuk menyiapkan air hangat dan juga peralatan mandi untuk Maxime.


Pada awalnya Brianna kesulitan memandikan Maxime. Saat usia Maxime masih berumur 1 sampai 2 bulan, Brianna tidak berani memandikan putranya. Tapi sekarang ia sudah ahli, bahkan Brianna sering mengajak Marvin untuk memandikan putra mereka.


Brianna terkejut begitu mendengar teriakan Marvin, dengan cepat ia meninggalkan kamar mandi lalu mendekati suami dan putranya.


"Ada apa kak?" Brianna terlihat panik, takut terjadi sesuatu dengan Maxime. Ia melihat Marvin mengangkat Maxime ke udara, Maxime terlihat senang. Bayinya tertawa sambil menatap sang ayah.


Marvin menoleh ke arah Brianna dengan wajah masam, setelah di telisik baju Marvin terlihat basah di area perut sampai celana pendeknya. Sekarang Brianna tahu apa yang menyebabkan suaminya berteriak.


"Huffftt"


Brianna menutup mulutnya menahan tawa, rupanya Maxime mengompol di baju ayahnya.


"Aisssssh!!!" Marvin jengkel, ia mendelik kesal ke arah Brianna yang tengah menahan tawanya.


"Tidak usah di tahan, tertawa saja sepuasnya" Marvin menggerutu, ia segera menyerahkan Maxime pada Brianna dan saat itu pula tawa Brianna pecah.


Marvin meringis melihat bajunya yang sudah basah akibat ulah putranya.


"Tidak boleh mengumpat di depan Maxime"


Marvin merengut, ia segera melepas bajunya kemudian menghampiri Maxime yang tertawa polos ke arahnya. Marvin menghela nafasnya, lalu dikecupnya pipi bulat kemerahan milik putra tampannya dengan gemas.


Maxime kembali tertawa sambil berceloteh tidak jelas, Marvin tersenyum melihatnya mana mungkin ia bisa marah pada anaknya yang menggemaskan ini.


Setelah mencium pipi sang anak, kini ciuman Marvin beralih pada pipi sang mama.


"Morning kiss"


Brianna mengulum senyumnya, pipinya sedikit merona setelah mendapat serangan dari Marvin. Ini bukan kali pertama, tapi suaminya itu selalu membuat hatinya menghangat.


"Aku akan memandikan Maxime" Brianna mengambil handuk milik Maxime lalu pergi menuju kamar mandi.


"Sayang" panggil Marvin.


"Hmm?"


"Setelah Maxime, mandikan papanya juga" Marvin tersenyum jahil membuat Brianna otomatis melempar handuk yang sedang ia pegang.


"Kakak!!!!"