Kaynara

Kaynara
Menyesal 2



Rangga melihat adiknya Kimmy begitu egois, ia memahami jika Kimmy marah kepada keluarga Kaynara.


"Kimmy, kakak gila kalau enggak ada Kaynara. Kamu tahu kakak sangat mencintainya,"


Kimmy pun terdiam, ia tahu bagaimana perasaan kakaknya. Namun sulit sulit sekali untuk dirinya menerima Kaynara.


"Terserah kamu! Kakak udah lelah, kakak akan tetap menjemput Kaynara ke Paris!"


Rangga meninggalkan adiknya seorang diri. Namun saat Rangga ingin pergi, Kimmy justru mengambil pisau di dapur


"Lebih baik aku mati, daripada kakak harus kembali dengannya!"


"Kimmy!" Rangga berteriak lalu berlari ke arah adiknya yang menggoreskan pergelangan tangannya. Darah mengalir sangat banyak, mungkin Kimmy menggores terlalu kuat dan dalam


Rangga langsung menggendong tubuh adiknya dan membawanya kerumah sakit.


"Kimmy, bertahanlah! Maafkan kakak"


"Kimmy lebih baik mati kak! Daripada ha-harus melihat kakak bersama dengan wanita itu!" setelah mengucapkan itu, Kimmy langsung tak sadarkan diri. Rangga menyesal, dia begitu egois.


Rangga langsung menghentikan sebuah mobil


"Tolong adikku membutuhkan bantuan!"


Pengemudi itu berbaik hati mengantarkan Kimmy dan Rangga kerumah sakit.


Di perjalanan, Rangga berdoa untuk keselamatan adiknya


Mereka sudah sampai di rumah sakit, Rangga segera turun. Tidak lupa ia mengucapkan terimakasih banyak, Rangga sangat cemas dengan keadaan adiknya.


Ia memanggil perawat dengan perasaan yang begitu cemas.


Rangga keruangan adiknya, terlihat Kimmy yang sudah sadar. Ia pun masuk, suster segera pergi saat Rangga masuk.


"Kakak enggak mau kamu melakukan hal bodoh seperti itu lagi!"


Kimmy tidak menjawab, ia memalingkan wajahnya dari sang kakak.


Rangga mendekati Kimmy, memeluk adiknya dengan penuh kasih dan sayang


"Maafin kakak ya?"


Kimmy menoleh kearah kakaknya, ia mengatakan jika dirinya juga menyayangi Kaynara. Namun sulit baginya menerima kenyataan.


"Kak, dulu aku selalu ingin ingatanku kembali. Namun sekarang, aku tidak ingin kak! Lebih baik aku tidak mengingat apapun namun aku tetap bisa menyayanginya. Apa kakak mengira aku tidak menyayangi dia? Aku sangat menyayanginya, bahkan aku yang merawatnya saat dirinya mengalami depresi yang berat. Aku juga ingin tetap hilang ingatan agar ingatanku hanya yang baik-baik saja tentang dirinya. Apa kakak mengira aku ini tidak terluka? Kakak mengetahui bagaimana kedekatan kami bahkan sebelum Kimmy mengenal dan bertemu dengan kakak. Kimmy sudah terlebih dahulu mengenal dan bertemu dengannya!"


"Maafkan kakak Kimmy. Kakak mohon jangan lakukan itu lagi!" Rangga tidak perduli lagi dengan hati dan cintanya. Lebih baik ia kehilangan Kaynara daripada harus kehilangan Kimmy, apalagi Kimmy begitu nekat mau menghabiskan dirinya sendiri


"Kak, saat melihat wajahnya Kimmy mengingat pembunuh itu! Dia pembunuh kak! Wajahnya sangat mirip dengan lelaki tua itu!"


Rangga meminta adiknya untuk tidak melanjutkan lagi ucapannya. Rangga tidak mau hati sang adik semakin terluka.


"Sudah! Jangan mengatakan hal apapun lagi, kakak hanya ingin kamu. Lebih baik kakak kehilangan wanita kakak daripada kakak harus kehilangan adik kesayangan kakak, tolong jangan melakukan hal bodoh lagi!"


Rangga memeluk Kimmy, Kimmy membalas pelukan kakaknya.


Ia tersenyum licik, rencananya berhasil walau harus mengorbankan dirinya.


Kimmy memang sangat membenci Kaynara, bahkan ia menyesal jika pernah merawat kaynara dengan baik. Seharusnya ia membunuh mental Kaynara secara perlahan dan menghasut Kaynara untuk melakukan bunuh diri. Jika ia tahu jika Kaynara adalah teman sekolahnya dulu. Orang yang paling ia benci


Keduanya saling melepaskan pelukan satu sama lain. Memang benar Kimmy sempat menyayangi Kaynara namun itu karena ingatannya hilang. Dan dia tidak tahu tentang masa lalunya sendiri.