Kaynara

Kaynara
Memikirkan



Jo menatap bosnya yang tak bergeming tanpa Ryan mengatakannya Jo sudah tau jika Ryan memikirkan Kaynara saat ini.


Namun Jo tidak mengatakan apapun, ia memakan makanannya dengan lahap.


Percuma juga meladeni pria yang sedang dilanda kebucinan seperti bosnya Ryan.


Tanpa Ryan sadari, Jo sudah menghabiskan setengah makanan yang lezat itu. Ia protes kepada Jo mengapa tidak menunggunya makan.


"Tuan, jika saya menunggu tuan saya sudah mati kelaparan." jawab Jo singkat, memang cinta membuat orang bisa gila.


"Jo apakah dia sudah makan?" tanya Ryan kembali, Jo melirik kearah jam di tangannya


"Menurut saya sudah, rumah sakit tidak akan membiarkan pasiennya kelaparan, Tuan. Jangan khawatir!"


Ryan menghela nafas panjang, ia perlahan memakan makanan yang ada dihadapannya karena memang perutnya sudah terasa lapar.


Sedangkan Jo sudah terasa ingin meledak perutnya kekenyangan.


Setelah selesai makan, Jo tidak bergeming dari tempat duduknya ia menunggu bosnya siap makan.


Ryan memang seperti perempuan, lambat sekali jika makan.


Ryan mendapatkan panggilan telepon, dan yang menerima panggilan itu Jo.


Memang seperti itu, siapapun yang menghubungi Ryan pasti akan Jo yang terlebih dahulu yang mengangkatnya.


Hai bagaimana kabarmu?


Jo kaget mendengar suara itu, ia tau jika itu adalah suara Clara.


Sontak Jo langsung mematikan panggilan tersebut.


Ryan bertanya siapa yang menghubunginya tadi. Jo berbohong dan mengatakan itu nomer salah sambung..


Ryan dengan polos percaya dengan bawahannya.


Jo tidak mau jika Ryan mengetahui Clara yang menghubunginya tentu saja akan membuat mood Ryan menjadi buruk.


Jo memberikan ponsel Ryan kepada pelayan. Ryan tentu saja protes. Namun Jo beralasan jika saat ini Ryan harus istirahat dan tidak boleh memegang ponselnya.


Jo terpaksa berbohong agar jika Clara kembali menghubungi Ryan. Maka Ryan tidak tau


Jo juga meminta kepada pelayan untuk memberikan ponsel Ryan kepadanya jika ada yang kembali menghubungi Tuan mereka.


Pelayan mengangguk, karena selain Ryan. Jo juga memiliki kuasa yang sama, bukan karena Jo ingin berkuasa namun Ryan yang memberikan hak dan kuasa itu untuk Jo.


Selesai makan Ryan langsung pergi ke kamarnya, ditemani oleh Jo.


Ryan langsung berhenti menoleh Jo semenjak kehadiran Kaynara, Ryan tidak mau lagi ditemani Jo jika mau tidur.


"Hey, apa kau mengira aku ini anak kecil yang harus selalu kau temani?" kesal Ryan kepada Jo.


Jo langsung meminta maaf kepada Ryan dan meninggalkan bosnya seorang diri di kamar.


******


Clara yang baru saja Menghubungi kakaknya dan di matikan oleh Ryan langsung bersedih.


"Mengapa sulit sekali membuatmu menerima ku."


Clara menangis, mau sampai kapan Ryan bisa menerima dirinya.


Clara hanya ingin mengetahui kabar dari saudaranya.


Clara menghapus air matanya, mencoba menghubungi Jo namun tidak aktif. Mungkin saja WhatsApp Jo sudah tidak digunakan lagi.


Hanya WhatsApp Ryan yang masih aktif namun saat ia menghubungi saudaranya itu. Ryan justru mematikan panggilan mereka.


Clara hanya bisa berdoa agar Ryan selalu sehat.


Clara pun mengingat kaynara, bagaimana kabar Kaynara sekarang? Ia pun memutuskan untuk menghubungi Kaynara hanya sekedar menanyakan kabar Kaynara.


Clara tidak tega melihat Kaynara yang hanya seorang diri di negara orang apalagi Kaynara sedang mengandung di usia kehamilannya yang sudah menghitung hari persalinan.