Kaynara

Kaynara
Harus Bangun!



Rangga bahagia, melihat calon anak nya bergerak aktif seakan merespon obrolan mereka. Rangga dan Aini yang begitu antusias mengajak bayi yang ada di dalam kandungan Kaynara untuk berkomunikasi.


*******


Clara menatap Ryan yang masih tidak sadar kan diri, air mata nya berlinang membasahi pipi. Entah sampai kapan, saudara tiri nya itu akan sadar dari koma nya.


Jo selalu mengamati, dan menjaga Clara walau dari jauh, karena ketulusan Clara membuat nya perlahan jatuh hati kepada wanita itu. Namun, Jo tersadar akan posisi nya yang hanya seorang pengawal pribadi Ryan. Lagipula, Ryan sangat membenci Clara.


aalJo tidak mau Ryan beranggapan jika Clara juga mengambil Jo dari nya.


Dokter dan beberapa perawat masuk, memeriksa keadaan Ryan. Clara bertanya kepada dokter bagaimana perkembangan kakak nya. Dokter mengatakan jika belum ada perkembangan pada Ryan.


"Dok, tolong lakukan yang terbaik untuk kakak saya. Berapa pun biaya nya saya akan membayar nya." ucap Clara dengan air mata yang berlinang. Begitu besar cinta dan kasih sayang Clara kepada kakak tiri nya itu.


Bagaimana pun, mereka sudah tumbuh bersama saat Clara masih kecil. Bahkan, saat Clara masih di dalam perut mama nya.


"Kami sudah melakukan sebisa Kami..Namun, kita serahkan lagi kepada Tuhan Yang Maha Esa. Saya berharap, kamu berdoa untuk kesembuhan dan kesadaran saudara mu. Kami sebagai tim medis akan melakukan semaksimal kami."


Clara pun begitu lemas dengan ucapan dokter itu, ia tau jika dokter pun sudah menyerah dengan keadaan Ryan.


Tuhan, aku mohon jangan ambil kakak ku. Dia satu-satu nya kerabat yang aku miliki sekarang. Jangan ambil dia, Tuhan.


"Bangun, kak! Kamu kuat. Aku tau, jangan lemah. Aku kenal kamu sebagai orang yang kuat dan kejam. Ayo bangun! Bangun! Pukul aku! Bunuh aku! Ayo, kamu paling benci aku dekati kamu sedekat inikan? Aku sudah sangat dekat padamu. Bangun, ayo usir aku!" teriak Clara dengan suara yang berat.


Jo tak tega melihat kondisi Clara, namun ia pun tak bisa berbuat apa-apa. Jo berdoa agar bos nya segera siuman. Agar Clara tidak melemah seperti itu karena keadaan Ryan yang tak berdaya.


"Jangan menangis, Clara. Kamu wanita kuat." Jo pun tanpa sadar meneteskan air mata, ia melemah melihat wanita yang ia sayangi seperti itu.


Dokter pun menguatkan Clara dan mengatakan jika hanya butuh kesabaran sebentar lagi, tim medis akan selalu melakukan yang terbaik untuk kesembuhan Ryan.


Clara berterimakasih kepada dokter dan juga beberapa perawat karena sudah perduli dengan mereka. Terutama kepada nya, bahkan tak jarang mereka memberikan semangat kepada Clara.


Jangan putus asa, terus lah berdoa. Tuhan melihat hamba nya yang terus bersabar dan berdoa. Tiada yang mustahil bagi nya. Tetap lah tegar!


Clara mengangguk, dokter dan beberapa perawat meminta izin untuk keluar dari ruangan yang saat ini Ryan tempati.


Jo menghapus air mata nya, ia tak mau jika dokter atau siapapun melihat kesedihan nya. Setelah dokter itu keluar, Jo mengatakan dengan dingin kepada Clara. Jika Clara juga harus memikirkan diri nya sendiri. Karena Clara juga tahu, Ryan pun tak suka kalau Clara ada di dekat nya.


Aku tidak perduli, Jo! Aku tidak perduli, bahkan saat ini aku hanya ingin dia membunuh ku. Aku ingin dia memukul ku, tapi untuk itu dia harus bangun kan Jo?