Kaynara

Kaynara
Ada Apa Dengan Aini?



Rangga menghampiri Kaynara. Ia melihat banyak makanan yang ada di lemari.


"Banyak sekali makanan ini, apakah kau yang memasak nya?" tanya Rangga kepada istri nya. Kaynara hanya mengangguk sedih, Rangga meminta maaf. Ia mengatakan jika diri nya tidak tahu kalau Kaynara memasak sebanyak itu.


"Aini tidak mengatakan nya?"


"Saat aku bangun, aku melihat makanan yang Aini buatkan untukku, dia mengatakan jika diri nya sudah memasak..Lalu ia pun mengatakan mau mandi terlebih dahulu. Aku tidak tahu jika ada makanan lain di sini."


Tak lama, Aini pun menghampiri Kaynara.


"Aku meletakan masakan ku di meja makan, dan tiba-tiba perut ku sakit, jadi aku ke kamar mandi sekalian mau mandi. Aku mengira jika kak Rangga menunggu ku, dan aku akan memberikan makanan yang telah kau masak. Namun, saat aku kembali kakak sudah menghabiskan makanan yang aku buat untuk nya."


Kay pun hanya bisa terdiam, memang alasan yang di berikan Aini sangat masuk akal. Namun, apakah Aini tidak bisa memberitahu atau ikut meletakan masakan yang ia buat di meja makan?


"Aku sungguh minta maaf, Sayang. Sudah jangan bersedih lagi ya? Aku akan menghabiskan ini sekarang juga."


"Kak tapi kau sudah makan begitu banyak, masakan Kaynara kan bisa di makan nanti saja saat makan siang? Kenapa hal kecil seperti ini di perbesar sih. Lagipula, kakak ku kan juga tidak tahu. Dan masakan mu kan tidak basi jika di makan nanti siang, Kay. Kenapa harus di perpanjang?"


Terlihat Aini yang kesal, ia tak tega melihat kakak nya yang sudah kenyang harus makan lagi. Kay tidak menjawab ia hanya segera pergi ke kamar. Mungkin, faktor lagi hamil membuat Kaynara menjadi lebih sensitif.


"Lihat lah kelakuan nya kak, sangat tidak sopan. Padahal aku tidak sengaja melakukan itu, tapi ia seakan mengira aku sengaja melakukan nya."


Aini menangis, Rangga menenangkan adik nya..


"Jangan menangis, ini bukan salah mu. Namun, wajar jika Kaynara sedih. Dia juga lagi hamil, hormon ibu hamil jauh lebih sensitif bukan? Maklumi saja ya? Sudah, kakak tidak menyalakan mu kok."


Aini tersenyum dan memeluk kakak nya kembali.


"Kakak juga menyayangi mu, Kimmy."


"Kak, jangan pergi tinggalin aku ya?"


"Kakak enggak bakalan ninggalin kamu, kamu keluarga kakak satu-satu nya. Peninggalan mama dan papa."


Aini tersenyum, ia tak mengerti mengapa Kaynara begitu lebay sehingga harus mempermasalahkan hal kecil seperti itu


.


****


Di dalam kamar, Kaynara pun menangis. Rasanya ia sia-sia sudah bangun terlalu pagi memasak makanan kesukaan suami dan adik ipar nya dengan penuh cinta namun tak di hargai.


Ia memaklumi jika Rangga tidak memakan nya karena tidak mengetahui nya namun mengapa dengan Aini?


Aini seakan sengaja, awal nya ia memasak sendiri seperti tak mau memakan masakan nya..Lalu, ia menyembunyikan masakan Kaynara agar Rangga hanya memakan masakan nya saja.


Apa kesalahan ku? Mengapa Aini melakukan itu padaku?


Kaynara menyadari semenjak kepulangan Clara yang kembali ke tanah air. Dan gagalnya Kaynara membujuk Rangga untuk pulang ke tanah air. Aini menjadi berubah kepada nya, bahkan selalu dingin.


Padahal Kaynara sudah berusaha bicara kepada Rangga namun apalagi yang harus ia lakukan jika Rangga tetap ingin tinggal di sini dan tak mau kembali ke tanah air