
Rangga dan Kaynara saling memandang satu sama lain, kedua nya kini saling mencintai. Kaynara berdoa jika kebahagiaan nya ini tidak sementara, ia tidak siap jika harus kehilangan Rangga.
"Jangan tinggalin aku ya, aku cinta sama kamu." ujar Rangga secara tiba-tiba, Kaynara tersenyum. Ia juga mau mengatakan hal yang sama namun Rangga terlebih dahulu mengatakan nya seakan mereka ini sepemikiran.
"Aku juga mencintai kamu, jangan pernah tinggalin aku." Rangga mengecup kening Kaynara berulang-ulang.
Sebelum nya, Rangga belum pernah merasakan getaran sehebat ini jika di dekat wanita. Namun, sejak pertama kali melihat Kaynara hati nya selalu saja berdebar.
Rangga orang pertama yang melihat Kaynara saat diri nya berantakan bahkan tidak memakai satu benang pakaian di tubuh nya, melihat menderita nya Kaynara saat baru saja di perkosa oleh beberapa orang sekaligus. Hal itu selalu teringat di pikiran Rangga dan ia selalu berjanji pada diri nya untuk selalu menjaga Kaynara dengan baik.
****
Clara telah sampai di tanah air, ia ingin menemui saudara tiri nya Ryan.
Walau Ryan tidak menyukai nya namun bagaimana pun Ryan tetap lah kakak nya, hanya Ryan yang Clara punya saat ini..Namun, Clara tidak berhasil bertemu dengan sang kakak tiri.
Aini selalu berpesan kepada Clara untuk tidak menemui Ryan lagi karena itu bisa membahayakan nyawa Clara. Seringkali Ryan ingin menghabisi Clara saat melihat wajah nya, namun Clara tidak pernah perduli. Bahkan jika harus menukarkan nyawa nya untuk mendapatkan kasih sayang dari sang kakak ia pun rela.
"Kemana ia pergi?"
Clara sedih, karena tidak bertemu dengan kakak nya namun saat Clara mau kembali ke rumah. Asisten pribadi Ryan mengatakan jika Ryan berada di rumah sakit.
Clara berlari bergegas untuk ke rumah sakit yang telah di beritahu oleh asisten pribadi kakak tiri nya itu. Ia dikabarkan jika Ryan masuk ke dalam ruang ICU kondisi nya koma.
Jo mengatakan jika Ryan di tembak oleh orang yang tidak di kenal, Ryan kehilangan banyak darah sehingga membuat nya kritis seperti ini.
Clara menangis, ia tak mau kehilangan keluarga nya lagi. Clara pun memakai baju khusus berwarna hijau untuk masuk kedalam ruang ICU. Clara menangis memegang tangan kakak nya.
"Kak, jangan tinggalin aku.. Aku hanya punya kamu di dunia ini, mama dan papa udah pergi. Tetap lah hidup kak, jika tidak untuk kasih sayang mu padaku setidak nya demi kebencian mu padaku. Kau harus tetap hidup agar bisa membunuh ku kak. Bangun." Clara menangis menciumi tangan kakak nya.
Walau Ryan selalu membenci dan menghina nya namun Clara tetap menyayangi Ryan. Ia tak mempunyai kebencian sedikit pun untuk kakak tiri nya itu. Tiada henti nya Clara berdoa agar Ryan bisa sadar dari koma nya.
"Kak, bangun..Setelah kakak bangun, kakak bisa bebas untuk memukul atau membunuh ku..Tumpahkan segala kemarahan dan dendam mu pada ku kak. Aku enggak apa-apa asal kakak bangun,"
Jo yang mendengar ucapan adik dari bos nya itu pun merasa tak tega, ia melihat cinta dan kasih sayang yang di tunjukan oleh Clara kepada bos nya Ryan.
Jo berharap agar Ryan bisa segera sadar dan dapat menerima Clara sebagai saudaranya.
\#\#\#\#\#\#\#\#\#\#
Baca juga novel terbaru author yang berjudul "Dua Hati Dua Cinta."
Tanpa dukungan kalian Sangrainily bukan lah apa-apa, yuk berikan dukungan kakak-kakak terus dengan cara like, komen dan berikan vote. Masukan dari kakak-kakak sangat berarti untuk Sangrainily♥️🤗