
Kaynara sedang sibuk berperang dengan dapur, ia akan memasak makanan kesukaan Aini dan juga Rangga untuk sarapan pagi.
"Mereka pasti suka."
Aini pun menghampiri Kaynara saat diri nya sudah hampir selesai masak, Aini mengambil bahan-bahan yang ada di kulkas.
"Kamu mau masak? Aku udah memaksakan makanan kesukaan mu Ai."
"Tapi, aku lagi ingin makanan lain yang sering almarhum mama ku masak, Kay. Enggak apa-apa kan?"
Kaynara tersenyum, ia mengatakan jika itu bukan lah masalah. Aini bisa memasak apapun yang ia mau.
"Makasih ya atas pengertian nya."
Aini dan Kaynara pun memasak makanan mereka masing-masing..Kay sebenarnya sedikit sedih karena merasa Aini tak mau memakan masakan nya namun ia juga harus menghargai keinginan adik ipar nya itu.
"Kak Rangga udah bangun, kay?"
"Belum, tapi nanti aku banguni selesai masak."
"Tidak usah, Kay. Kasihan kakak ku jika harus di banguni. Dan bagaimana dengan kandungan mu?"
"Baik-baik saja, terkadang mau sedikit sakit tapi tidak masalah."
"Bagus lah, aku berharap kandungan mu selalu sehat. Agar nanti kau bisa melahirkan anak kakakku dengan sehat nanti nya."
Ucapan Aini sedikit membuat hati Kay tidak enak, apa maksud dari ucapan adik iparnya itu.
"A-aku tidak bermaksud seperti itu, Kay. Maafkan aku."
Memang benar, Aini tidak sengaja mengatakan hal yang membuat Kaynara tersinggung. Kaynara pun mencoba tersenyum, dan mengatakan jika diri nya tak keberatan dengan ucapan Aini.
Aku terlalu banyak memasak, pasti tidak akan habis. Aku akan membagikan nya kepada orang-orang yang ada di jalanan.
Kay pun mengambil beberapa wadah untuk tempat yang akan ia bagikan.
"Untuk apa, Kay?" tanya Aini
"Aku memasak begitu banyak, dan kamu juga memasak. Pasti kita bertiga tidak akan menghabiskan makanan ini secara bersamaan. Jadi, aku akan membagikan nya sebagian kepada orang-orang jalanan."
"Maksud kamu, kamu mau buang masakan aku?"
"Ti-tidak begitu, Ai. Bukan masakan mu tapi masakan ku, aku dan Rangga akan lebih banyak memakan masakan mu."
Aini pun tersenyum, ia mengira jika Kay akan membuang masakan nya.
Kaynara pun memindahkan sebagian makanan yang ia masak ke dalam wadah yang akan ia bagikan.
Setelah selesai, Kay pun berpamitan kepada Aini
"Aku akan memberikan makanan ini untuk mereka dulu, jika Rangga bangun. Tolong berikan masakan ini kepada nya ya?"
Aini pun mengiyakan ucapan Kaynara.
Dengan perasaan bahagia Kaynara pun keluar dari rumah nya, ia turun ke bawah untuk membagikan makanan itu. Setelah selesai membagikan kepada orang-orang yang ada di jalanan Kay pun kembali ke atas.
Ia membuka pintu, terlihat Rangga yang sudah selesai makan. Namun, makanan yang Kaynara masak masih ada di dapur. Hanya ada masakan Aini
"Sayang, kamu dari mana saja? Sini, pagi ini Aini memasakan makanan untuk kita. Lezat sekali."
Kaynara tersenyum ketir. Ia pun hanya mengiyakan ucapan suami nya, Kaynara tidak mengerti mengapa Aini seakan sengaja melakukan ini..Apakah Aini marah padanya? Namun, apa kesalahan yang Kaynara perbuat sehingga Aini berubah total pada nya.