Kaynara

Kaynara
Harapan



Kaynara menangis, bahkan ia menyesal mengapa baru sekarang mengenal Ryan.


Jika saja Kaynara terlebih dahulu mengenal Ryan, mungkin ia tidak akan merasa trauma karena pernikahan


"Aku tidak membenci masa lalu ku, atau juga pernikahan aku hanya membenci diri ku sendiri yang tidak bisa menghilangkan rasa trauma ini. Aku juga ingin melepaskan semua itu, namun aku tidak bisa," gumamnya dengan perasaan yang serba salah.


Clara yang mendekati kaynara "Kay, ada apa? Mengapa kau menangis?"


Kaynara segera menghapus air matanya "Aku sedih Ra, aku sedih karena enggak bisa menerima lamarannya,"


"Ryan?" Kaynara mengangguk, ia pun meminta maaf kepada Clara karena ia sudah menolak saudaranya


"Maafkan aku Ra, aku memang manusia yang tidak tahu diri! Seharusnya aku bisa membalas semua kebaikannya namun aku justru menolaknya!" Gumamnya kembali, Clara memegang bahunya "Kay, jangan pernah menerima orang lain hanya karena kau merasa berhutang Budi kepadanya! Tidak seperti itu, terimalah dia karena memang kau mencintai dan merasa nyaman dengannya,"


"Jujur aku nyaman di dekatnya, apalagi dia selalu melindungi ku, Ra! Tapi aku tidak bisa menghilangkan perasaan takut ku akan kehalalan di masa lalu. Aku juga bingung dengan hatiku,"


Clara menenangkan kaynara "Tenang lah Kay! Ikuti saja kata hati mu, terima lah dia jika kau sudah siap, dan bisa melupakan semua kepahitan masa lalu mu. Jangan memaksa sekarang, karena itu akan membuat mu sakit! Jika kau menerimanya sekarang, aku takut bayangan masa lalu mu akan membuat mu tidak nyaman dan itu akan menghambat kehidupan mu di masa depan. Tetap lah berproses sekarang, setelah kamu berhasil keluar dari masa lalu yang menakutkan baru lah kau menjalani kehidupan yang lain!"


Kaynara pun memikirkan ucapan Clara, ia mengangguk "Terimakasih Clara, karena kau telah membuat pikiran aku menjadi terbuka. Tapi setelah ini apakah kami akan tetap seperti biasa?"


Clara tersenyum "Aku tahu bagaimana kerasnya kakak ku, dan juga aku yakin cintanya kepada mu enggak main-main jadi kakak ku pasti akan bersikap biasa saja dengan mu. Entah bagaimana dengan mu aku tidak tahu, tapi sebaiknya tetap lah seperti biasa Kay! Jangan mencoba menjauhinya,"


Kaynara ingin memasak cup-cake untuk Ryan sebagai permintaan maafnya karena sudah membuat Ryan sakit hati


"Kakak ku sangat suka rasa cokelat, Kay!"


"Benarkah? Baik lah aku akan membuat cupcake cokelat untuknya. Semoga saja dia suka ya?"


"Aku yakin jika dia akan suka dengan masakan mu. Kau adalah wanita beruntung yang ia cintai setelah ibu. Bahkan aku dan mama saja tidak diberikan kesempatan mendapatkan cinta darinya."


Clara terdengar sangat sedih "Aku yakin, suatu saat nanti Ryan akan menyadari rasa cintanya untuk mu dan juga mama mu. Hanya saja dia butuh waktu untuk itu, Ra!"


"Semoga saja, tapi aku yakin itu tidak akan terjadi!" Clara tersenyum kecut, ia bahkan meringis. Karena wanita itu tahu jika hati kakaknya tidak semudah itu untuk luluh.


Kakaknya akan tetap membenci dirinya walau bagaimanapun Clara mencoba memperbaiki segalanya


"Jangan risau, Ra! Aku berjanji akan memperbaiki semuanya, itu janji ku kepada mu!"


Keduanya saling berpelukan, Clara berharap jika yang di katakan oleh kaynara adalah ucapan yang akan menjadi kenyataan.


*******