
"Kakak sangat sayang sama kamu, kalau Kakak enggak sayang mungkin kakak tidak akan menceraikannya. Ini semua kakak lakukan demi kamu, tapi kakak enggak bisa menemui wanita itu. Kakak enggak bisa berpura-pura baik!"
"Kakak enggak harus berpura-pura, kakak cukup menjadi apa adanya. Seperti kakak aku yang baik, udah! Gitu aja enggak susah kok!"
Rangga menggeleng kan kepalanya, ia masih keras kepala. Kimmy menghela nafas dengan panjang
"Terserah kalau kakak enggak mau, tapi jangan menyesal jika aku melakukan hal yang seperti kemarin. Lagipula, kasih sayang kakak tidak aada gunanya untuk ku!"
"Kimmy, apa yang kamu katakan? Jangan melakukan hal yang bodoh seperti itu! Kamu tahu kakak sangat menyayangi kamu, dan kakak enggak akan membiarkan kamu melakukan hal itu lagi. Kakak bisa gila kalau kamu kenapa-kenapa, kenapa kamu tidak bisa memahami kakak? Kenapa kamu tidak mengerti dengan kasih sayang kakak?"
Rangga ingin memeluk Kimmy, namun Kimmy yang keras kepala pun menolak dipeluk oleh kakaknya.
"Kakak enggak sayang sama aku! Kalau kakak sayang, kakak akan memahami kasih sayang aku untuk kakak! Tapi nyatanya apa? Tidak! Kakak masih keras kepala dan memikirkan wanita itu, kakak sudah melanggar janji kakak kepadaku! Kakak katakan kakak akan melakukan apapun untuk aku, tapi nyatanya? Bahkan kakak melakukan demi kebaikan kakak saja kakak tidak mau!"
"Maafkan kakak Kimmy, kakak akan melakukan apaoun tapi tolong. Jangan kamu seperti itu ya? Kakak sangat menyayangi kamu, kakak sudah berjanji kepada orang tua kita untuk menjaga kamu. Jika kamu kenapa-kenapa itu tandanya kakak sudah gagal, tolong jangan lakukan hal yang konyol lagi!"
Keduanya saling berpelukan, Kimmy dan Rangga kembali menemui Saras "Saras, maaf ya kalau kami lama?"
Saras tersenyum dengan wajah yang begitu cantik "Tidak apa-apa, Kimmy! Aku tidak merasa menunggu lama kok. Mungkin kamu dan kakak mu membicarakan hal yang penting,"
"Lebih baik kalian jalan-jalan berdua, suasana luar pasti sangat baik!" Pinta Kimmy, Saras hanya tersenyum malu "Itu jika kakak mu tidak merasa keberatan,"
"Keberatan? Keberatan untuk apa? Kakak ku pasti akan senang. Sudah jangan memikirkan hal itu, iyakan kak?"
Rangga mengangguk pasrah, daripada adiknya melakukan hal yang nekat. Lebih baik Rangga menuruti semua permintaan adiknya.
"Kakak ku sangat menyayangi aku. Kakak mu juga begitu?"
"Iya, kakak ku sangat menyayangi ku Kimmy. Bahkan apapun akan ia lakukan untuk ku, dia pun rela mengorbankan nyawanya demi aku!"
"Wah, sama dong! Kakak aku juga begitu! Dia sangat menyayangi aku dan rela melakukan apapun demi aku adik kesayangannya. Iya kan kak?"
Rangga mengangguk dan tersenyum dengan terpaksa. Apalagi yang harus ia katakan?
"Kakak sayang aku kan? Kakak jagain Saras ya! Buat dia senyaman mungkin. Jangan buat dia sedih, kalau dia sedih Kimmy juga akan sedih!" Kimmy mengatakan itu seakan sedang bergurau, padahal itu adalah ancaman untuk kakaknya. Namun Kimmy tidak mau memperlihatkannya di depan Saras
"Kimmy, kamu sama seperti aku dan kakak ku. Suka bergurau, namun kakak ku akan menjawab. Memang nya kakak perduli dengan mu! Namun saat aku sakit, dia akan menangis seperti anak kecil haha," Saras terkekeh jika mengingat kakaknya.