
Jo terlihat kesal, mengapa bos nya itu hanya memikirkan wanita yang sudah menjadi milik orang lain.
Kapan Ryan akan sadar, jika yang perduli pada nya hanya lah Clara. Orang yang paling dia benci.
"Jo, apa kau mendengar ucapan ku?"
Jo mengangguk, walau Ryan adalah bos nya namun Jo terkenal sangat dingin bahkan bicara dengan Ryan hanya seperlunya saja.
"Jo, lebih baik kau pulang lah. Biarkan aku sendiri di sini."
Tidak tuan! Saya akan tetap di sini menjaga tuan.
Ryan kembali kesal dengan anak buah nya itu, seakan ia meremehkan kemampuan Ryan.
Namun, Ryan tau jika Jo orang yang sangat keras kepala, walau seringkali di usir. Ia tak akan bergeser dari tempat nya..
"Terserah mu saja! Saya mau tidur." Ryan membaringkan tubuh nya, membelakangi Jo seperti anak kecil, ia mencoba memejamkan mata nya. Sedangkan Jo hanya menatap tingkah bos nya yang seperti anak-anak.
Walau Jo begitu dingin, namun ia perduli kepada bos nya. Jo menganggap Ryan seperti adik nya sendiri, ia berjanji akan menjaga Ryan. Seperti yang sudah di amanat kan oleh mendiang ayah Jo.
"Lihat lah, dia begitu keras kepala!" Ryan berdecak dengan kesal, namun apa yang bisa ia buat. Walau Ryan terkenal sangat kejam namun ia tak bisa menyakiti Jo.
Jo yang selalu menemani dan menjaga nya. Bahkan, Jo selalu mengurus segala keperluan Ryan.
*******
Aini masih merengek protes kepada kakak ipar nya, bukan Aini menyalahkan Kaynara. Namun, Aini hanya melampiaskan kekesalan nya.
"Kay, kenapa harus ada orang menyebalkan seperti dia?"
Kay menahan tawa nya, itu hari pertama adik ipar nya bertemu dengan seseorang namun mood nya sudah kacau seperti ini.. Kaynara tau, jika adik nya tidak membenci pria itu.
"Sudah jangan terlalu memikirkan nya, nanti kalian berjodoh."
"Tidak! Aku tidak Sudi! Aku berharap tidak akan bertemu dengan orang seperti nya lagi!"
Kaynara mengangguk, ia pun tak mau membuat mood adik ipar nya semakin buruk namun Kaynara merasa gemas dengan tingkah Aini.
"Hey, lagi bicarain apa?" tiba-tiba suara Rangga mengagetkan mereka.
Kaynara dan Aini mengatur nafas mereka perlahan, dan melakukan protes kepada Rangga karena sudah membuat mereka terkejut.
"Maaf deh wanita-wanita cantik."
Rangga memegang ke dua kuping nya, meminta maaf kepada dua bidadari yang ada di hadapan nya. Menurut Rangga, ke dua nya sama-sama penting dan berharga nya dalam hidup Rangga.
Kaynara dan Aini pun tidak ada alasan untuk tidak memaafkan, Rangga memberitahu istri dan adik nya itu jika nanti malam teman Rangga akan berkunjung sekaligus membahas kerjasama mereka.
Rangga mencari kerja di negara ini, karena ia tidak mau harus bergantung terus kepada keluarga Kaynara.
"Nanti malam kita kedatangan tamu, ini tamu yang sangat penting. Karena jika ia menginginkan ku bergabung dalam kerjasama nya. Aku akan memiliki uang dan tidak bergantung lagi kepada keluarga mu, Kay. Aku tidak enak, karena mereka sudah menanggung semua biaya kita di sini. Dan aku tau, itu tidak murah. Aku ingin memiliki pekerjaan yang tetap agar saat anak kita lahir kita memiliki tabungan sendiri. Tidak bergantung kepada kakak-kakak mu."
Rangga mengelus perut kaynara, Kay menghargai keputusan suami nya. Ia pun senang karena Rangga memiliki sikap tanggungjawab kepada dia dan juga anak nya.
"Iya kak, aku juga setuju. Tidak mungkin kita hidup karena bergantung pada orang lain, ya walau itu keluarga Kaynara. Tapi, kakak kepala keluarga di sini. Ini tugas kakak tanpa melibatkan orang lain, Aini juga akan mencari pekerjaan di sini kak untuk membantu keuangan kita ber-empat nanti. Setelah keponakan ku lahir, kebutuhan kita pasti akan lebih banyak. Pengeluaran dan biaya di sini juga tidak murah."
"Maafkan aku ya, aku sudah membuat kalian susah." ucap Kaynara yang terlihat begitu sedih. Rangga dan Aini mengatakan jika Kaynara tidak perlu meminta maaf.
"Kita adalah keluarga Kay. Dan kakak ku adalah suami mu, dia kepala keluarga di rumah ini..Jadi, kewajiban nya untuk menafkahi mu dan juga keponakan ku."