
"Sudah! Sana cepat pergi!"
Rangga pun pergi dengan Saras, tak ada perbincangan di antara keduanya. Wanita cantik itu juga tidak memaksa Rangga untuk berbicara dengannya "Saras, kau tahu aku ini duda?" Saras mengangguk "Mengapa kau ingin bersama duda seperti ku? Kau ini gadis, cantik dan wanita Karir. Kau bisa menemukan lelaki yang lebih baik, jangan aku!"
Saras tersenyum "Aku juga seorang janda Rangga, suami ku menceraikan aku hanya karena kesalahan yang di perbuat oleh orang tua ku di masa lalu. Bahkan, aku kehilangan anak ku, suami ku menceraikan aku saat aku lagi hamil besar." Saras meneteskan air matanya, ucapan Saras mengingatkan Rangga dengan mantan istrinya Kaynara.
"Manta suami ku hanya memikirkan tentang lukanya, ia tidak sadar jika aku pun terluka soal itu!"
Rangga bungkam "Aku juga sama seperti mantan suami mu, aku lelaki yang sangat jahat. Namun, aku tidak ada pilihan!"
Saras menatap sinis Rangga "Mengapa? Apakah semua lelaki itu sama? Yang hanya memikirkan tentang dirinya sendiri? Kau tahu Rangga, aku kehilangan anak aku karena merasa stres! Suami yang aku cinta tega menceraikan aku hanya karena kesalahan yang bukan aku sendiri perbuat!"
******
Kaynara menangis, ia merindukan kakeknya.
"Kek, kaynara sangat rindu kakek! Kaynara juga merindukan mama, papa, nenek dan juga anak Kaynara."
Ia memandangi gambar anaknya dan juga keluarganya secara bergantian "Kaynara merindukan kalian! Mengapa hanya kalian saja yang berkumpul, ajak lah Kaynara!"
"Jika kau bersama mereka, aku dengan siapa?" Ryan duduk di sebelah Kaynara..
"Kau, sedang apa kau di sini?"
"Tidak ada, aku hanya ingin melihat mu! Memangnya hanya kamu saja yang boleh menjenguk aku? Aku enggak boleh?"
"Bukan begitu! Tapi nanti kamu membuat keributan dengan Clara!"
"Tidak! Aku bahkan tidak menyapanya!"
"Bukan, Kay! Dia bukan adik ku!"
Kaynara menghela nafas panjang "Namun dia itu anak dari papa mu, yang artinya dia adalah adik mu juga, Ryan!"
"Iya, terserah mu saja. Yang penting kamu senang!" Ryan melihat bingkai keluarga Kaynara. Ia mengenal pria tua itu, itu adalah salah satu mafia yang paling di takuti
"Ini kakek mu?"
"Kau kenal?" Ryan menggeleng "Tidak! Aku tidak kenal!" Padahal Ryan sangat kenal dengan pria itu, bahkan pria itu yang telah membunuh papanya. Namun, rasa cinta Ryan kepada Kaynara lebih besar, dan ia tak mempermasalahkan itu.
Dendamnya kepada orang yang sudah membunuh papanya yang membuat Ryan masuk ke dunia hitam
Dan di kenal sebagai mafia, berdarah dingin.
"Aku pikir kau kenal, aku tidak ingin mengenal atau dekat dengan orang-orang yang terlibat dengan kakek ku!"
"Kenapa?"
"Hal itu yang membuat aku menjadi janda!"
"Maksud mu?" Ryan masih bingung, kaynara pun menceritakan semuanya. Ryan mengepalkan kedua tangannya "Bodoh sekali ia melepaskan malaikat seperti mu. Jika aku menjadi dia, aku tidak Perduli dengan itu semua. Karena yang membunuh' kedua orang tuanya bukan kau, hanya kakek mu. Dan itu biarkan menjadi kesalahan mereka, mengapa bidadari yang tak berdosa harus menanggung semuanya,"
Kaynara meneteskan air matanya "Sudah lah! Kau tidak mengerti! Karena kau tidak mengalaminya. Jika kau di posisi dia, kau pasti akan meninggalkan aku. Kau tidak mengenal kakek ku dan kakek ku tidak pernah berbuat jahat kepada mu. Sebab itu kau bisa mengatakan itu dengan mudah!"
Ryan menggelengkan kepala, dan tersenyum sinis "Kau tidak tahu Kay, jika kakek mu juga yang telah menghabisi nyawa papa ku!"