Kaynara

Kaynara
Kebaikan Hati Clara



Clara yang begitu senang karena kakak nya sudah kembali sadar pun memulai aktivitas nya seperti biasa.


Hari ini, dia telah berjanji ketemu dengan klien. Ia menunggu di salah satu cafe tempat ia biasa menghabiskan waktu untuk bertemu klien.


"Dokter Clara." panggil seseorang, Clara menoleh ke belakang. Ia melihat klien yang menghampiri nya.


"Hay, ayo duduk." Clara mempersilahkan klien nya untuk duduk di kursi tepat di samping nya.


"Terimakasih banyak, Dokter." ke dua nya saling menyapa satu sama lain.


"Bagaimana keadaan kamu? Sudah lebih membaik?"


"Sudah dok, terimakasih. Karena berkat dokter, saya bisa melewati rasa trauma yang saya alami."


Clara tersenyum, selain cantik dan baik hati. Clara wanita yang cerdas, sudah banyak pasien yang sembuh dari trauma karena bantuan Clara. Salah satu nya adalah kaynara..


"Kamu bisa saja, kamu sembuh bukan karena saya. Tapi karena diri kamu sendiri yang ingin sembuh. Saya ini hanya membantu sedikit selebihnya itu karena hasil kerja keras dan usaha kamu sendiri."


Pelayan datang, membawa buku menu. Clara memesan makanan dan minuman favorit nya. Ia juga memesan makanan dan minuman kesukaan pasien nya itu.


Clara juga begitu perhatian kepada klien-klien nya. Bahkan semua makanan kesukaan para pasien nya sudah hafal.


"Dokter selain cantik juga sangat perhatian kepada saya yang sakit jiwa ini."


"Hust, kamu enggak boleh seperti itu ya? Kamu itu wanita kuat, dan jika kamu sakit jiwa mana mungkin kamu bisa duduk dan mengobrol dengan saya."


Clara pun membuat suasana agar pasien nya tidak merasa kecil hati lagi, ke dua nya membuat candaan ringan.


Pelayan datang membawa makanan yang tadi di pesan.


Clara memperhatikan perubahan pada pasien nya itu.


Begitu banyak perubahan, ia senang..Akhirnya wanita yang ada di hadapan nya bisa bangkit sepenuh nya.


"Menurut saya, kamu enggak perlu lagi konsumsi obat dari saya. Yang terpenting, jangan terlalu memikirkan yang sudah-sudah ya? Ingat, kamu wanita kuat dan berharga."


Wanita itu menangis pilu, Clara menenangkan nya. Ia menepuk bahu pasien nya dengan lembut karena duduk mereka berhadapan yang di halang oleh meja jadi sulit untuk Clara untuk memeluk nya.


"Sudah, sudah. Semua sudah berlalu, yang terpenting kamu bisa kendalikan diri kamu oke?"


Pasien itu mengangguk, ia mengatakan jika hanya Clara yang menganggap nya seperti manusia. Orang-orang selama ini memperlakukan nya seperti binatang dan tidak berharga.


Clara juga memiliki masa lalu yang kelam, namun rasa sakit di masalalu membuat nya bangkit. Clara tidak mau menyerah kepada takdir. Ia menerima keadaan namun tidak mau pasrah.


Sebab itu, sekarang dia menjadi pskiater yang hebat dan terkenal..Hanya saja, saudara tiri nya Ryan tidak pernah mau menerima nya dan menganggap Clara sebagai pengacau hidup nya.


Pertemuan mereka berakhir, Clara memeluk pasien nya dengan erat. Ia mengatakan jika pasien nya itu membutuhkan nya dia akan selalu ada


"Kapan kamu butuh aku, aku akan ada. Dan jangan panggil aku dokter. Panggil aja Clara, kita sama kok."


"Terimakasih banyak Dokter, maksud saya Clara. Saya pamit dulu,"


"Mari aku antar."


"Ti-tidak usah, aku udah terbiasa jalan kaki."


"Sesekali aku antar, ayo!""