
Rangga yang ingin menghibur isteri nya pun mengajak Kaynara untuk keluar kamar dan berjalan jalan sebentar.
Aini dan Clara telah tiba di Paris. Clara membawa Aini menginap di sebuah hotel bintang lima di Paris.
"Perjalanan ini begitu membuat ku sangat lelah." ujar Clara yang membaring kan tubuh nya di kasur. Aini meletak kan barang bawaan nya di sebuah lemari.
"Aku akan membersih kan tubuh ku dahulu." Aini pun segera masuk ke dalam kamar mandi. Setelah keluar dari kamar mandi dan membersih kan tubuh nya. Aini melihat Clara yang tertidur sangat pulas.
"Seperti nya ia terlalu lelah."
Perut Aini terasa sangat perut nya, ia terasa sangat lapar.
Aku lapar sekali, tapi dia begitu pulas. Lebih baik, aku keluar sendiri mencari makanan.~ batin Aini.
Aini pun keluar dari kamar nya, ia ingin pergi untuk mencari makanan. Namun, tak di sangka. Ia bertemu dengan Kaynara
"Kay." teriak Aini. Kaynara menoleh, ia melebar kan senyuman nya.
"Aini." ucap Kaynara. Aini dan Kaynara pun berjalan semakin dekat, mereka berpelukan satu sama lain
"Aku sangat merindu kan mu." ucap Kaynara.
"Aku juga sangat merindu kan mu, aku dan Clara sudah mencari mu ke rumah. Tapi, orang tua mu bilang kau sedang berbulan madu dan tak tahu kapan akan kembali. Ternyata Tuhan mempertemu kan kita di sini." ucap Aini yang merasa sangat bahagia.
"Tapi, aku begitu sangat marah dengan mu! Kau tidak datang di acara pernikahan ku. Bahkan kau tak menjawab telepon atau pun pesan ku."
"Maaf kan aku, Ibu ku baru saja meninggal dunia. Aku masih tenggelam dengan duka ku. Jadi, tak sempat melihat ponsel. Ketika aku melihat begitu banyak pesan dari mu. Aku segera mencari mu. Maaf kan aku ya?" Aini meletakkan ke dua tangan nya di telinga.
"Baik lah, aku memaaf kan mu. Dan aku turut sedih atas kepergian ibu mu."
"Kau ini, dia sedang membeli kan minuman untuk ku."
"Kay." Panggil Rangga
"Itu dia!" Aini pun menoleh ke belakang, Rangga yang melihat wajah Aini pun tak sengaja membuang minuman yang ada di tangan nya. Langkah, Rangga terhenti.
"Rangga, ini perawat sekaligus sahabat ku. Ia menjaga ku pada saat aku menjalani pengobatan." jelas Kaynara.
"Kimmy." gumam Rangga. Kay dan Aini pun kaget. Aini mencoba menjelas kan kepada suami sahabat nya.
"Nama ku Aini, bukan Kimmy."
"Kau Kimmy, aku yakin. Kau adalah adik ku."
"Rangga? ada apa ini?" tanya Kaynara yang bingung.
"Ini yang aku ceritakan pada mu. Adik ku yang telah hilang, kemarin aku sempat meminta fhoto nya pada keluarga kami yang ada di luar China. Iya, aku tak mungkin salah. Kau adalah Kimmy, adik ku yang telah hilang." Rangga memeluk Aini. Namun, Aini menepis nya
"Jangan sembarangan! aku tak mengenal mu. Kay, suami mu sungguh tidak sopan." Rangga pun segera mengeluar kan dompet milik nya.
"Ini kau bukan?" tanya Rangga yang menunjuk kan wajah habis baru nya habis di operasi.
"Mama angkat mu masih ada hubungan jauh dengan Tante kita yang ada di China. Ia menunjuk kan gambar wajah mu setelah di operasi." ujar Rangga. Aini yang tak mengingat pun semakin bingung
"Tante vivie." ucap Rangga. Aini mengingat Tante vivie. Karena, Tante nya sering kerumah nya jika berada di Indonesia.
"Kau adalah Kimmy, adik ku." Aini pun sekarang percaya pada nya. Aini juga membalas pelukan Rangga. Mereka saling melepas kan kerinduan satu sama lain