Kaynara

Kaynara
Kaynara Merindukan Keluarga



Rangga mengetuk pintu kamar Aini, Aini membuka nya.


"Iya kak, ada apa?"


"Tamu kakak sebentar lagi datang, kamu bersiap-siap lah. Kakak ipar mu tiba-tiba perut nya terasa sakit. Kakak bingung harus apa." terlihat dari mata Rangga begitu sedih, mungkin ia mencemaskan keadaan Kay yang beberapa hari ini selalu saja mengeluh tentang kandungan nya.


"Kak kenapa enggak di bawa ke rumah sakit aja sih?" tanya Aini. Rangga menjelaskan jika dirinya sudah berulang kali mengajak kaynara untuk ke rumah sakit..Namun, kaynara menolak.


"Kakak sudah berulang kali mengajak kakak ipar mu, namun dia menolak. Katanya, biaya di sini sangat mahal. Lebih baik di tabung untuk hari persalinan nya."


Aini pun terdiam, ia juga tau jika kaynara wanita yang tidak mau merepotkan orang lain walau itu suami nya sendiri.


"Ya sudah kak, aku mau mandi dulu. Nanti aku akan keluar, tamu kakak belum datang kan?"


Rangga menggeleng memang masakan sudah siap dan sudah di hidangkan tersusun rapi di meja makan..Namun, Keadaan Kaynara yang tidak memungkinkan untuk nya menyambut tamu Rangga


Aini mengatakan kepada kakak nya untuk tidak khawatir, ia akan menyambut tamu kakak nya dengan baik nanti.


"Sebaiknya kakak temani kaynara terlebih dahulu. Kasian dia, di saat seperti ini pasti membutuhkan kakak." ujar Aini..Rangga mengangguk, ia permisi kepada adik nya untuk kembali ke kamar.


Aini pun segera mengambil handuk, untuk membersihkan tubuh nya


.


Kakak nya mengatakan jika tamu ini sangat penting untuk Rangga. Jadi, Aini harus bersikap baik agar kakak nya dapat di terima oleh perusahaan tamu yang akan datang nanti


Dengan begitu, Kaynara juga bisa mendapatkan perawatan yang baik.


Ponsel Aini berbunyi, ia menghela nafas dengan panjang.


Aini mengangkat telepon nya.


"Aku pikir kamu udah lupa sama ku, kemana aja sih? Susah banget di hubungi. Lupa punya sahabat di sini iya?"


Belum sempat orang yang di telepon berbicara, Aini sudah berbicara panjang dan protes kepada sahabat nya itu.


Yang menghubungi nya adalah Clara. Aini memang merindukan Clara, namun Clara sangat sulit di hubungi.


Maaf kan aku Aini, kakak ku Ryan kemarin masuk rumah sakit. Aku sangat hancur dan terpukul, dia koma selama beberapa hari saat kepulangan ku ke Indonesia. Sebab itu, aku tidak sempat memegang ponsel ku atau menghubungi mu. Maaf kan aku


Terdengar suara Clara yang merasa bersalah dan tak enak hati kepada Aini dari telepon. Memang benar, keadaan ryan yang koma kemarin membuat Clara panik dan hancur. Ia tidak sempat memegang ponsel nya.


Aini memaafkan Clara, ia juga merasa bersalah, tanpa mengetahui alasan Clara yang tidak bisa di hubungi ia justru memarahi Clara habis-habisan.


"Maafkan aku Clara, seharusnya aku mendengarkan penjelasan mu terlebih dahulu. Namun, aku malah marah-marah kepada mu, aku memang sahabat yang payah."


Aini merasa menyesal, tidak seharusnya ia bersikap seperti anak-anak seperti ini.


Tidak apa-apa Aini, ini semua memang kesalahan aku. Aku tidak mengabari mu sama sekali saat aku telah tiba di Indonesia. Aku sangat merindukan mu ~Clara


Aini mengatakan jika ia juga merindukan sahabat nya itu.


"Aku juga merindukan mu Clara, berat sekali rasanya jauh dari mu setelah lama kita selalu bersama-sama. Dan aku sudah meminta kaynara untuk membujuk kakak ku untuk kembali ke Indonesia. Namun, kakak ku tidak setuju. Kakak ku memiliki alasan lain."


Clara menegur Aini dari telepon. Tidak seharusnya Aini bersikap seperti itu..


Seharusnya Aini memahami keadaan kaynara ia juga baru sembuh dari trauma masa lalu nya yang begitu berat.


Aini paham dan ia tersadar, ia juga berjanji kepada Clara agar tidak mengulangi kesalahan yang sama.


Clara meminta kepada Aini untuk menjaga kaynara dan juga anak yang ada di dalam kandungan kaynara.


Aini pun berjanji kepada Clara, ia akan menjaga keluarga nya di sini. Hanya mereka yang saat ini Aini punya.


Aini mengatakan kepada Clara, jika ia ada waktu luang. Aini berharap Clara bisa kembali ke sini bersama nya.


Clara mengatakan ia akan segera menemui Aini secepat nya. Aini tersenyum puas, ia sangat senang mendengar janji Clara yang akan kembali menemui nya.


Walau hanya berbincang sebentar, namun membuat Aini sangat senang.


Kerinduan nya kepada Clara mulai berkurang .


Aini segera meletakkan ponsel nya di atas tempat tidur, ia pun masuk ke kamar mandi dengan perasaan yang bahagia.


Setelah selesai mandi, Aini memakai baju yang sopan. Tak lupa ia memakai parfum kesukaan nya.


Kini, dirinya sudah sangat cantik dan wangi. Ia memandangi wajah nya di depan cermin.


"Cantik juga aku ya xixixi." Aini memuji diri nya sendiri, menurut nya paras nya juga cantik dan tidak norak penampilan nya.


Aini begitu menyukai wangi, begitu banyak parfum di meja hias nya.


Ia membeli banyak parfum menggunakan uang nya sendiri, menurut nya wangi bisa membuat otak menjadi fresh dan mood akan sangat baik.


Kaynara mengetuk pintu kamar Aini, Aini mempersilakan kakak ipar nya itu untuk masuk. Namun, kaynara mual dengan wangi-wangian. Ia pun menuju kamar mandi, perut nya terasa seperti di aduk-aduk


Memang ibu hamil sangat sensitif


Aini menyusul kaynara, Kay yang masih mual menutup hidung nya


Ia pun meminta kepada Aini untuk menjaga jarak.


"Maafkan aku Aini, namun perut ku terasa sangat mual mencium harum parfum mu."


Rangga menghampiri mereka, padahal parfum Aini begitu lembut dan enak wangi nya. Namun, nama nya juga ibu hamil tidak bisa di tebak


Rangga dan Aini pun memahami keadaan kaynara. Aini pun memutuskan untuk pergi menjauh dari kakak ipar nya itu, dia tidak merasa sakit hati sedikit pun namun ia tidak mau kakak ipar nya terus-terusan mual


"Kak, jam berapa tamu mu datang?" perut Aini keroncongan, ia merasa sangat lapar. Rangga menyuruh adik nya untuk makan terlebih dahulu.


"Kakak juga tidak tau, sebaiknya kamu makan dulu. Kakak enggak mau kamu sakit menahan lapar."


"Tidak usah kak, kita akan makan malam bersama saja."


Namun ucapan dan perut Aini tidak sesuai, perut nya memberontak dan demo.


Aini menyengir menatap kakak nya, Rangga pun tertawa.


Rangga pun mengambilkan makan untuk adik nya. Ia menyuapi Aini dengan penuh cinta dan kasih sayang, Aini merasa sangat terharu


Aini menerima suapan demi suapan yang diberikan oleh kakak nya. Mata nya berkaca-kaca menatap sang kakak.


"Terimakasih banyak kak." ujar Aini. Rangga mengatakan jika adik nya itu tidak perlu berterimakasih. Itu sudah tugas nya sebagai seorang kakak.


Kaynara keluar dari kamar mandi, menuju ruang makan. Ia melihat suami dan adik ipar nya yang begitu romantis. Diri nya begitu senang dan terharu, andai keluarga nya masih hidup. Pasti kaynara akan di perlakukan sebagai seorang ratu terutama kepada mendiang kakek nya.


Walau orang mengatakan kakek nya jahat, namun bagi kaynara kakek nya adalah kakek terbaik di dunia ini. Memiliki hati malaikat, kakek nya selalu memanjakan kaynara seperti anak kecil.


Kaynara merindukan almarhum kakek, nenek dan juga mama papa nya.


Ia memegang perut nya yang membesar itu, andai keluarga nya masih hidup..Mereka pasti akan bahagia melihat kaynara sudah menikah dan mendapatkan suami yang begitu baik dan mencintai nya..


Sampai sekarang, kaynara tidak percaya jika kakek nya memiliki sifat iblis yang begitu kejam.


Aini melihat kaynara yang meneteskan air mata nya, Aini memanggil kaynara untuk duduk bersama mereka


Kaynara mendekat, Aini bertanya mengapa kaynara menangis


Kay mengatakan jika ia merindukan kakek, nenek dan mama papa nya yang sudah tiada. Aini memeluk kaynara, mengelus bahu Kaynara.


"Yang kuat Kay, aku juga pernah merasakan apa yang kamu rasakan. Kita sama kok."