Kaynara

Kaynara
Pertemuan



Rangga pun berjanji kepada adik nya akan melupakan kaynara.


Walau mungkin itu berat untuk Rangga namun ia akan berusaha agar ia bisa melupakan kaynara.


Kimmy mengatakan kepada kakak nya jika kakak nya Rangga harus segera melupakan kaynara, anak dari orang yang sudah membunuh ke dua orang tua mereka.


"Kakak harus membunuh perasaan kakak bersama nya. Keluarga nya sudah membunuh ke dua orang tua kita dengan tega dan kakak harus tega membunuh perasaan kakak bersama nya. Mungkin ini berat untuk kakak namun kakak harus bisa melakukan nya. Kimmy enggak mau kita memiliki hubungan apapun dengan keluarga pembunuh!" Kimmy menekan kan itu kepada kakak nya.


Ia tidak akan membiarkan Rangga terus terjebak oleh hubungan nya dengan Kaynara.


Rangga pun mengatakan kepada Kimmy untuk tidak khawatir


"Jangan khawatir Kimmy, kakak akan berusaha melupakan nya. Mungkin tidak akan mudah namun kakak akan berusaha melakukan nya,"


Kimmy pun mempercayai ucapan kakak nya, ia tidak mau terlalu memaksa kan perasaan Rangga namun ia tidak bisa membiarkan Rangga dan Kaynara bersatu.


Kimmy mendongakkan kepala nya menatap sang kakak. Ke dua nya saling menatap dan tersenyum, Rangga kembali memeluk Kimmy dengan erat.


Ia sangat menyayangi adik nya itu apalagi mereka sudah lama berpisah. Rangga tidak mau kehilangan Kimmy untuk ke dua kali nya apalagi hanya untuk Kaynara. Cucu dari seorang pembunuh berdarah dingin.


Ke dua nya pun melepaskan pelukan satu sama lain, Kimmy mengajak Rangga untuk makan terlebih dahulu.


Namun Rangga menolak, ia ingin beristirahat terlebih dahulu


"Kakak akan makan nanti, perjalanan panjang membuat kakak sedikit letih dan ingin tidur walau sebentar."


"Baik lah kak, kakak istirahat saja tapi tolong jangan melakukan hal seperti tadi. Itu tidak akan baik untuk kakak, untuk apa kakak menderita karena dia!"


"Iya, Kimmy. Sudah jangan marah-marah terus nanti cantik kamu hilang lagi." goda Rangga kepada adik nya.


Kimmy pun berlalu pergi dari kamar kakak nya, ia tidak mau menganggu Rangga.


Menurut nya, lebih baik Rangga istirahat terlebih dahulu.


*****


Kaynara perlahan sudah bisa menerima segala nya. Walau sesekali ia merasa sedih jika harus mengingat semua nya.


Sudah Seminggu berlalu


Kaynara merindukan kakek nya, walau pun orang menganggap kakek nya sebagai manusia ter-kejam, namun bagi Kaynara kakek nya orang paling baik sedunia.


Cinta yang diberikan kakek nya kepada kaynara membuat nya tidak mempercayai perbuatan kejam sang kakek.


"Kek, kenapa kakek bisa berbuat jahat kepada orang lain? Kakek padahal tidak pernah bisa tahan jika Kaynara terluka sedikit pun namun kenapa kakek melukai orang lain?"


"Kek, apa yang mereka bilang itu tidak benar kan?"


Kaynara mengusap album kakek nya, air mata nya berderai.


Ia masih tidak bisa menerima segala nya apalagi perkataan buruk orang-orang tentang sang kakek.


Kaynara masih menangis memandangi album kakek nya.


Biasanya saat kaynara menangis merindukan sang kakek, Rangga langsung memeluk dan menenangkan nya namun sekarang hanya ada Kaynara seorang diri.


Ia hanya bisa belajar dalam kesendirian ini. Biasanya Kaynara juga sendirian dalam apapun. Ia sudah terbiasa, namun kerinduan dan kesedihan itu tidak bisa ia pungkiri.


Ia merindukan Rangga dan menginginkan Rangga ada di samping nya.


Kaynara menghapus air mata nya, perasaan nya campur aduk menjadi satu


Perut Kaynara kembali merasakan kram yang luar biasa. Ia menjerit kesakitan, dahi nya berkeringat mengucur deras.


"Aw!" pekik nya. Kaynara menggigit bibir bawah nya, perlahan ia turun dari tempat tidur. Keluar dari rumah nya dengan langkah tertatih.


Perut nya semakin sakit yang mendalam, ia tak tau harus bagaimana..


Kaynara pun mencari kendaraan menuju rumah sakit namun tidak ada satu pun.


Darah semakin banyak keluar, Kay semakin lemas tubuh nya.


Pandangan nya mulai berbayang, ia pun tak sadarkan diri. Menjatuhkan tubuh nya ke atas tanah.


Saat kaynara membuka mata nya ia sudah berada di rumah sakit, kaynara melihat sekeliling.


Ia melihat lelaki di samping nya. Ternyata itu adalah Ryan namun kaynara tidak mengenal nya.


"Bagaimana keadaan mu, kaynara?"


Kaynara kaget karena pria itu mengenal dan tau nama nya.


"K-kamu siapa?" tanya kaynara kaget, tidak heran jika kaynara tidak mengenali Ryan karena memang Ryan tidak pernah menampakkan wajah nya dari kaynara. Ia selalu menjaga dan mengagumi Kaynara dari jauh.


"Ryan." Ryan pun mengulurkan tangan nya kepada kaynara, namun wanita itu tidak membalas. Ia masih bingung kenapa pria yang ada di hadapan nya bisa mengetahui nama nya itu.


"Maaf, seperti nya kamu orang Indonesia. Dan mengapa kamu mengetahui nama ku?"


Ryan terdiam, ia pun bingung harus menjelaskan apa kepada kaynara.


Jo yang kesal melihat bos nya hanya terdiam pun membantu nya.


"Kita melihat identitas anda untuk mengisi formulir rumah sakit." jawab Jo asal, untung saja kaynara membawa dompet yang berisi kartu pengenal.


Kaynara pun mengangguk, ia tersenyum dan mengucapkan terimakasih kepada Ryan dan Jo.


Dua lelaki yang ada di hadapan nya itu.


"Kenalin saya kaynara, terimakasih sudah membantu saya. Maaf jika merepotkan kalian."


"Tidak merepotkan!" jawab Ryan dengan tergesa-gesa.


Kaynara beruntung telah bertemu dengan orang-orang baik seperti Ryan dan juga Jo.


"Saya tidak tau bagaimana nasib saya jika tidak ada kalian."


Ryan pun mengangguk, ia masih grogi. Wanita yang ia cari selama ini ada di hadapan nya, ingin sekali rasanya Ryan mengungkapkan perasaan nya kepada Kaynara. Namun Ryan juga bukan pria murahan yang akan menganggu istri orang lain.


Ryan sadar dengan status kaynara sekarang, ia pun menatap perut besar kaynara.


Hati nya bertanya-tanya apakah itu anak Rangga atau anak dari orang yang sudah memperkosa nya?


Namun Ryan menahan untuk tidak bertanya ia tidak mau jika Kaynara curiga kepada nya.


Biar lah mereka kenal seperti orang yang baru bertemu untuk pertama kali nya.


Dokter masuk, memberitahu keadaan kaynara. Mengatakan jika kaynara tidak boleh stres, itu akan berdampak buruk untuk anak yang ada di kandungan nya.


Kaynara mengerti, ia pun meminta kepada dokter agar kembali pulang ke rumah.


Dokter mengizinkan karena melihat perkembangan kondisi kaynara yang sudah membaik.


Dokter juga menyarankan kepada kaynara untuk istirahat total di rumah.


Kaynara mengangguk.


"Nona, di mana suami mu?" tanya Ryan. Karena ia tidak melihat Rangga.


Kaynara terdiam sebentar, ia pun sebenarnya tidak mau memberitahu masalah pribadi nya kepada orang lain namun kaynara juga tidak mau jika suami nya di anggap menjadi suami yang buruk yang membiarkan istri nya sendirian di negara orang.


Ryan dan Jo tentu saja terkejut, mengapa Rangga menceraikan kaynara saat hamil besar seperti ini.


Tangan Ryan mengepal keras, dia Begitu geram. Bisa-bisa nya Rangga menyia-nyiakan wanita yang selama ini Ryan idamkan.


Namun Jo memberikan kode kepada Ryan untuk bisa mengendalikan emosi nya


"Maaf jika kami lancang bertanya tentang pribadi anda."


Kaynara tersenyum dan mengatakan jika mereka tidak perlu khawatir.


"Apakah ada orang di rumah anda?" tanya Jo. Kaynara terdiam, ia pun tidak mau terlalu percaya kepada orang asing.


Bagaimana pun kaynara baru mengenal ke dua pria itu, ia juga tidak punya siapa-siapa di sini. Jadi Kaynara harus tetap berhati-hati.


Kaynara mengatakan jika ia tinggal bersama saudara dan juga suami saudara nya di sini.


"Saya tinggal bersama kakak dan juga suami nya."


Ryan dan Jo sedikit lega karena kaynara tidak sendirian di sini..


Kaynara terpaksa harus berbohong untuk berjaga-jaga melindungi diri nya


Kini kaynara hanya bisa mengandalkan diri nya sendiri.


Ia tidak bisa lagi mengandalkan siapapun di negara asing seperti ini.


Ryan dan Jo menawar Kaynara tumpangan awal nya kaynara menolak. Namun, Ryan membujuk nya.


Ryan hanya tidak mau jika sesuatu terjadi kepada kaynara.


"Baiklah, jika anda tidak mau kami antar segera lah hubungi keluarga anda agar menjemput anda di sini. Kami akan menunggu hingga anda di jemput,"


"Tidak terimakasih, kalian bisa pergi."


"Nona, jangan takut. Kami tidak akan melakukan hal yang buruk. Kami hanya ingin memastikan keamanan anda, bagaimana jika nanti hal seperti tadi terulang kembali? Anda berjalan sendirian dan kembali jatuh? Ingat anak yang ada di kandungan anda." ujar Jo.


Kaynara berfikir dengan benar, apa yang di katakan oleh lelaki itu ada benar nya.


Akhirnya kaynara pun setuju untuk di antar pulang, Ryan begitu senang karena kaynara mau di antar pulang.


Ryan ingin menuntun kaynara namun dengan lembut kaynara menolak.


"Tidak perlu, saya bisa sendiri. Terimakasih ya, maaf sudah banyak merepotkan di awal pertemuan kita." ujar Kaynara.


Ryan mengatakan jika diri nya tidak merasa di repotin oleh kaynara wanita yang ia cinta.


."Maksud nya?" tanya kaynara bingung


"Maksud nya, Tuan saya sangat mencintai ibu dan juga adik perempuan nya. Jadi melihat wanita lain dalam kesusahan ia mengingat ibu dan juga adik perempuan nya."


"Oh begitu." Kaynara mengangguk, sedangkan Ryan menatap sinis Jo


Memang benar Ryan sangat mencintai ibu nya, namun adik perempuan siapa yang di maksud oleh Jo?


Kaynara berjalan perlahan menuju mobil yang di bimbing oleh Ryan dan juga Jo.


Ryan membantu kaynara untuk naik ke dalam mobil sedangkan Jo membayar segala tagihan rumah sakit.


Mereka menunggu Jo yang begitu lama, Ryan menatap wajah cantik Kaynara dari spion depan


"Bodoh sekali pria itu melepaskan kaynara, tapi tidak apa. Aku harus berterima kasih kepada nya karena aku akan memperjuangkan kaynara ku. Aku akan mendapatkan nya," batin Ryan.


Jo masuk ke dalam mobil, ia melihat wajah bahagia dari bos nya itu.


Baru ini Jo melihat wajah bahagia dari Ryan, jika melihat nya seperti ini. Orang tidak akan percaya jika Ryan adalah seorang mafia terkejam.


Jo juga tidak habis pikir, manusia sekejam Ryan bisa merasa jatuh cinta kepada seorang wanita.


Jo melajukan mobil nya menuju rumah Kaynara sesuai dengan arahan dari Kaynara.


Setelah sampai Kaynara pun turun, bukan nya ia tidak ramah dan mempersilahkan mereka untuk masuk namun kaynara takut karena tidak ada siapapun di rumah nya.


Kaynara hanya mengucapkan kata terimakasih setelah turun dari mobil tanpa meminta ke dua nya untuk singgah..


Hati Ryan sedih karena wanita nya tidak mempersilahkan ia untuk masuk namun itu tidak masalah baginya, karena sudah mengetahui keberadaan dan rumah Kaynara juga sudah cukup untuk nya apalagi ia dan Kaynara sudah berbincang secara langsung.


Ryan akan mengambil hati kaynara perlahan, ia pun yakin jika suatu saat Kaynara akan menjadi milik nya. Entah kapan pun itu tapi itu pasti.


Kaynara masuk ke dalam rumah setelah memastikan kaynara masuk ke rumah baru lah mobil Jo berjalan pergi meninggalkan kediaman rumah Kaynara.


Ryan melihat apartemen yang di tempati oleh kaynara sangat bagus dan mewah.


Ryan yakin dengan kenyamanan yang di miliki Kaynara wanita itu pasti tidak akan kekurangan apapun..Namun Ryan akan selalu memantau keadaan kaynara dari jauh.


Ia akan melindungi Kaynara, ia tidak mau kehilangan jejak kaynara untuk ke dua kali nya.


Ryan meminta kepada Jo untuk menyewa boddy guard untuk berjaga di rumah Kaynara.


Bos ku sungguh gila karena cinta ~batin Jo.


Bagaimana bisa ia menyewa pengawal untuk Kaynara, Kaynara pasti akan merasa bingung dan tidak nyaman. Mungkin juga takut.


Jo menjelaskan dengan perlahan kepada bos nya agar Ryan mengerti.


Ryan pun mengangguk dan mengerti dengan ucapan Jo.


Ryan seperti anak kucing yang hanya bisa patuh dengan ucapan majikan nya.


Karena apa yang Jo katakan juga masuk akal, ia meminta kepada Jo untuk menyewa body guard agar menjaga kaynara dari jauh saja.


Ryan memiliki banyak pekerjaan, ia tidak bisa terus memantau kaynara selama dua puluh empat jam.


Ryan juga meminta kepada Jo untuk membeli apartemen di sebelah kaynara.


Jo menghela nafas panjang, padahal Ryan juga tau apartemen sebelah kaynara sudah ada orang namun Ryan tidak mau tau. Ia juga bersedia membayar mahal agar pemilik nya bisa pergi dari situ.


Jo hanya bisa menggeleng mendengar pemintaan yang tidak masuk akal dari Ryan bos nya namun ia mengatakan akan mencoba nya.


"Harus bisa, pokok nya aku mau di sebelah nya Jo. Aku ingin di dekat nya."


Ingin sekali rasanya Jo memukul stir mobil itu, bos nya Ryan sungguh tidak masuk akal. Dan begitu tidak waras, tidak semua bisa di ukur dari materi.


Bagaimana jika pemilik apartemen itu tersinggung karena merasa terhina. Lalu mereka di laporkan.


itu sudah termasuk menganggu ketenangan orang lain bukan?


Namun demi Ryan, Jo akan melakukan apapun untuk kebahagiaan bos nya. Agar bos nya merasa senang dan bahagia.


Apapun akan di lakukan oleh Jo, seketika Jo mengingat Clara. Ia merindukan wanita itu.


Bagaimana kabar nya sekarang? Apakah baik-baik saja? ~batin nya.


Jo ingin menghubungi Clara dan bertanya bagaimana kabar nya namun ia urung kan..


Jo tidak mau melanggar janji nya sendiri, ia hanya bisa berdoa untuk kebahagiaan Clara selalu