Kaynara

Kaynara
Makan Bersama



"Kak! Dengar enggak sih?" tanya Kimmy dengan sedikit kesal, lamunan Rangga buyar! Ia meminta maaf kepada adiknya.


"Maafkan kakak! Kakak tadi,"


"Mikirin perempuan itu lagi?" Kimmy langsung memotong ucapan kakaknya. Rangga terdiam, Kimmy menghela nafas kesal. Mendekati kakaknya


"Kakak sadar enggak sih dengan semua ini?"


Rangga menatap adiknya, ia menyesal dengan tindakannya.


Ia tau jika tidak seharusnya ia masih memikirkan Kaynara. Namun hati tidak bisa ia bohongi


Kimmy mengatakan jika surat perceraian Rangga dan Kaynara sudah di proses.


Rangga hanya mengangguk, menyerahkan segalanya kepada sang adik.


Karena memang, ia tidak sanggup jika harus mengurus perceraian itu.


Kimmy mengangguk, mengatakan kepada kakaknya untuk tidak perlu khawatir! Ia yang akan mengurus segalanya dengan baik.


Kimmy juga ingin kakaknya segera terlepas dari anak yang sudah membunuh kedua orang tuanya.


Tanpa Kimmy sadari, jika kakaknya terluka dengan keegoisannya.


Rangga sudah terlanjur mencintai kaynara, namun ia juga tidak mau menyakiti adiknya Kimmy.


Bagai buah simalakama, semua serba salah untuk Rangga. Ia harus mengorbankan perasaannya demi kebahagiaan sang adik.


Rangga tersenyum tulus kepada Kimmy, Kimmy langsung memeluk kakaknya dengan penuh kasih sayang. Rangga membalas pelukan sang adik


Saat ini, hanya Rangga yang Kimmy punya. Rangga tidak mau mengecewakan adik satu-satunya jika pun Rangga dan Kaynara bisa bersatu itu saat Kimmy bisa menerima kaynara tanpa adanya paksaan.


*******


Ryan ingin sekali menemani Kay sendirian di rumah sakit, namun ia mengingat larangan dari Kaynara


"Jo, apakah kau yakin dia akan baik-baik aja?"


Jo mengangguk, walau sebenarnya ia pun ragu.


"Ada beberapa boddyguard yang menjaganya, Tuan. Jangan khawatir!"


"Jo bagaimana makannya?"


"Tidak perlu khawatir, Tuan! Pihak rumah sakit memberikan makanan yang layak untuknya jadi anda tidak perlu khawatir!"


Ryan pun berfikir jika ucapan Jo ada benarnya. Ia pun mengangguk, lalu menoleh ke arah Jo


"Apakah makanan di sana lezat?"


Astaga Tuan, anda begitu gila!


Jo hanya bisa diam, ia tau jika dirinya menjawab lagi pasti Ryan akan semakin kacau ucapannya.


"Sebaiknya Tuan istirahat saja!"


"Aku tidak bisa Jo! Aku memikirkannya!"


"Terserah Tuan saja!"


Jo meninggalkan bosnya sendiri, kepalanya sudah cukup pusing dengan permintaan-permintaan aneh bosnya itu.


"Hey! Dasar anak buah kurang ajar!" kesal Ryan kepada Jo, dia kesal karena Jo meninggalkannya.


Ia pun menghampiri Jo, memukul kepalanya Jo dengan keras.


"Aw!" pekiknya kesakitan, Ryan tertawa. Untuk pertama kalinya Jo merasakan sakit yang luar biasa. Biasanya Jo tidak pernah bergeming saat Ryan memukulnya.


"Hahaha, maafkan aku Jo. Sungguh aku sangat kesal tadinya, kau tau aku sangat mengkhawatirkan Kaynara dan kau seperti tidak memperdulikan ke-khawatiran ku."


Bukannya Jo tidak memperdulikan bosnya itu namun Jo terasa pusing dengan tingkah konyol bosnya itu.


"Maafkan saya, Tuan!" hanya itu yang bisa Jo katakan untuk tidak membuat Ryan semakin marah.


Ryan mengajak Jo untuk menemaninya makan, Jo mengangguk. Memang Ryan tidak bisa makan sendiri tanpa Jo


Sebab itu, Ryan dan Jo sudah seperti saudara sendiri.


Jo meminta pelayan mempersiapkan makanan Ryan.


Pelayan menghidangkan makanan yang lezat untuk bos mereka.


Namun saat Ryan melihat makanan yang enak, ia kehilangan selera makannya.