
"Jo, kenapa kau diam saja? Aku bertanya kapan aku bisa bertemu dengannya Jo?"
Jo menghela nafas dengan kasar, ia menggaruk kepalanya yang tak gatal "Bisa gila aku jika menghadapi kegilaan kamu bos!" batinnya
Namun karena Jo tidak menjawab membuat Ryan semakin kesal "Apa kau tuli?"
"Maaf tuan, saya tidak bisa menjawabnya lagi karena hanya anda yang bisa menjawab itu semua!"
"Sial! Kau sungguh membuat ku marah kali ini Jo!"
Jo pun tidak menjawabnya lagi, ia malas berdebat dengan lelaki yang sudah gila karena cinta itu
"Jo, aku lapar!"
Baru saja ia gelisah karena merindukan kekasihnya kini ia lapar, padahal sudah banyak memakan cupcake
Jo hanya bisa menggeleng namun meminta pelayan untuk membuatkan makanan untuk mereka "Tidak Jo! Aku ingin masakan Kaynara ku!"
"Tapi bagaimana tuan? Tidak mungkin saja meminta kepada nona Kaynara memasak untuk anda. Itu pasti akan membuatnya merasa sakit hati!"
"Jo, Ayo lah! Kau harus bisa! Katakan kepadanya aku merindukan masakannya itu!"
"Maaf tuan namun saya tidak berani. Karena nona Kaynara bukan lah pelayan!"
"Ha-iya! Kau benar Jo, baik lah jangan! Minta saja kepada pelayan untuk memasak!"
Jo merasa lega, akhirnya bosnya tidak bisa memaksa lagi.
Jo pun kembali meminta kepada pelayan untuk memasak dan semoga saja bosnya itu tidak berubah pikiran lagi
"Jo," Jo merasa merinding saat lelaki itu memanggil namanya, apakah ia akan meminta hal yang aneh-aneh lagi?
"Apakah tadi kaynara ku merasa sedih? Karena kau melarangnya bertemu dengan aku?"
Ha? Apa katanya? Aku yang melarang? Bukan kah dia yang tidak mau bertemu karena sedang sakit? ~batin Jo yang mulai kesal
Mengapa bisa Ryan mengatakan kepadanya jika ia yang melarang, padahal jelas-jelas Ryan sendiri yang mengatakan jika dirinya tidak mau bertemu dengan Kaynara, wanita pujaan hatinya di saat dirinya masih sakit seperti itu? Lalu mengapa sekarang Ryan mengatakan jika Jo yang melarang.
Sudah lah! Terserah kau saja tuan! ~gerutunya dengan pelan namun masih bisa di dengar oleh Ryan
"Apa yang kau katakan tadi Jo?"
"Terserah anda saja tuan! Saya yang lebih waras dan saya yang mengalah!"
"Hey, yang tidak waras itu kau Jo! Tamu datang namun tidak kau kasih masuk, malah kau suruh pulang dan kau mengambil makanannya dasar tidak punya hati haha!"
Ryan tertawa seperti orang yang sudah kehilangan akalnya, makanan pun sudah masak dan sudah dihidangkan di meja makan
"Tuan, makanannya sudah selesai!" Ujar pelayan yang mengurus mereka selama di Paris
"Terimakasih!" Jo tidak lupa memberikan ucapan terimakasih kepada pelayan yang selalu mengurus mereka dengan baik, karena menurut Jo jika tidak ada bantuan dari pelayan mereka tidak bisa melakukan apapun dengan baik
Jo mengajak Ryan untuk pergi ke ruang makan dan mereka pun makan bersama. Namun Ryan kehilangan selera makanannya. Ia ingin Kaynara yang memasak untuknya, "Jo ini tidak seenak masakan Kaynara!"
"Jika begitu,.minta saja kepada nona Kaynara tuan! Anda pergi ke rumahnya dan katakan jika anda menginginkan ia memasak untuk anda?"
"Haha! Kau gila Jo, tidak mungkin aku mengatakan itu! Dia pasti akan memarahi ku!"
Ryan menang tidak berani dengan wanitanya, Jo hanya bisa menggeleng gemas dengan bosnya itu "Jika tahu begitu, mengapa masih ingin masakannya tuan!"