Kaynara

Kaynara
Perduli



"Jangan menangis, Clara! Aku memahami apa yang kamu rasakan. Kita sama, sudah tidak mempunyai kedua orang tua lagi."


Clara menoleh ke arah Kaynara, keluarganya di Indonesia sangat menyayanginya. Terutama Caca dan juga Shinta.


"Mereka sangat perduli denganmu, Kay."


"Aku tahu, Ra! Aku sudah banyak membebani mereka. Aku tidak ingin seperti itu lagi!


Mereka sudah banyak membantuku, aku tidak mau menambah pikiran mereka.


Kaynara tidak ingin keluarganya menjadi sedih. Semua ini sudah menjadi kesalahannya.


"Apakah mereka belum mengetahui tentang perceraian mu?"


Kaynara menggelengkan kepalanya, ia juga sedih. Namun apa lagi yang bisa ia lakukan? Kaynara tidak mau menjadi benalu dalam keluarganya.


"Aku sudah bahagia dengan sekarang. Jika mereka tahu keadaanku, mereka tidak akan bisa menerimanya! Mereka akan hancur! Dan kakak-kakakku akan sedih, aku tidak mau mereka sedih."


Kaynara mengatakan dengan nada yang sangat berat, sudah cukup kesedihan yang di lalui oleh keluarganya.


*******


Kimmy sudah bisa pulang kerumah, Rangga selalu menemani adiknya. Ia sangat takut jika Kimmy melakukan hal yang nekat lagi "Kak, selama kakak bersamaku, aku tidak akan melakukan hal yang nekat seperti kemarin. Aku sangat menyayangi kakak!"


Kimmy memeluk Rangga, Rangga hanya bisa tersenyum getir. Kini kembali bersama Kaynara sudah tidak ada lagi kesempatan, jika ia memaksa untuk kembali bersama Kaynara. Ia akan kehilangan adiknya untuk selamanya.


******


Ryan kesal dan marah besar! Bahkan membanting semua barang yang ada dirumahnya!


"Diam, brengsek!"


Ryan melemparkan sesuatu kearah Jo, segera pria itu menghindar. Iblis yang ada ditubuh Ryan seakan memuncak. Jo pun bisa merasakan aura buruk itu, kehadiran Clara membuatnya seperti ini.


"Mengapa ia harus mengikuti ku? Mengapa dia dan ibunya tidak bisa membuat ku tenang? Dan apa maksud tujuannya mendekati Kaynara ku, Jo?"


Ah! Rasanya Ryan begitu gusar! Mengapa sulit sekali bagi Clara untuk tidak menganggu ketenangan Ryan.


"Dia selalu mengikuti ku di mana pun aku berada!"


Jo terdiam, ia merindukan wanitanya. Walau selama ini Jo berusaha melupakan Clara, namun ia masih mengingat wanita itu. Apalagi pertemuan mereka yang tidak sengaja


Apakah itu sebagai pertanda? Entah lah! Jo pun bingung, ia begitu mendalam dengan pikirannya sendiri. Sedangkan Ryan terlihat masih emosi.


"Aku akan membunuhnya!" Ucapan Ryan berhasil memecahkan lamunan Jo, ia tahu siapa yang dimaksud oleh bosnya, Ryan.


"Silahkan anda membunuhnya, Tuan! Lakukan yang menurut anda bahagia namun anda harus siap kehilangan cinta anda, tuan! Tuan tahu jika Clara dan Kaynara berteman dekat. Dan saya yakin, jika anda membunuh temannya. Kaynara tidak akan memaafkan anda, ia akan membenci anda seumur hidupnya."


Jo mengatakan itu dengan kesal, bukannya ia tidak bisa membela Clara nantinya. Namun Jo tidak bisa melawan bosnya itu, bukan di karenakan takut namun karena baktinya kepada Ryan.


Ryan terdiam, ia tahu jika yang Jo katakan itu benar, Kaynara tidak akan pernah bisa memaafkannya!


"Jo, pergilah temui wanita itu dan suruh dia untuk pergi dari negeri ini! Aku sangat muak melihat wajahnya."


"Maafkan saya, Tuan! Namun saya tidak memiliki hak untuk itu. Semua orang berhak ke Paris tanpa terkecuali, saya tidak memiliki kekuasaan itu! Terkecuali nona Clara menemui anda di sini. Saya baru bisa mengatakan itu bahkan menjebloskannya ke sel penjara. Karena sudah menganggu ketenangan anda."