
Kaynara menghargai keputusan suami nya itu. Ia pun akan menyiapkan makan malam yang terbaik untuk tamu yang akan datang.
Aini membantu Kaynara, bahkan Aini melarang Kaynara untuk bekerja lebih banyak lagi.
"Sudah, biar aku saja." Aini mengambil pisau dari tangan Kaynara, ia pun memotong sayuran yang awal nya di kerjakan oleh Kaynara.
Aini sangat menyayangi Kaynara, namun terkadang mood nya yang begitu labil membuat ke dua nya sering salah paham.
"Kau tau, Kay. Aku selalu melakukan bersama-sama dengan Clara saat memasak. Dia juga sangat pintar memasak."Aini berbicara panjang lebar, ia seakan hanya memikirkan Clara tanpa memikirkan perasaan Kaynara.
Kaynara tau, kedekatan adik ipar nya dengan dokter Clara. Apalagi, mereka berdua yang membantu Kaynara untuk sembuh. Namun, Kay merasa jika Aini hanya memikirkan Clara.
Kaynara merasa cemburu, padahal diri nya tidak pernah memiliki sifat cemburu dan iri.
Namun, faktor kehamilan membuat nya menjadi sensitif. Raut wajah Kaynara berubah, ia fokus memasak yang lain.
"Kay, kau tau. Clara juga menyukai masakan ini." Kay yang tidak tahan pun membanting peralatan dapur. Aini sontak kaget, ia bertanya kepada Kaynara apa yang terjadi.
Kaynara hanya menggeleng "Tidak, aku tidak sengaja melakukan nya Ai." ucap Kaynara. Ia pun melanjutkan kegiatan memasak nya.
"Kay, sebentar ya? Aku mau ke kamar dulu. Aku seketika merindukan Clara."
"Iya, Aini. Kau pasti sangat merindukan sahabat tersayang mu." sinis Kaynara namun Aini tidak menyadari sindiran dari kakak ipar nya itu, Kaynara pun melanjutkan masakan nya.
Rangga memeluk isteri nya dari belakang, mencium tengkuk leher Kaynara.
Pertemuan mereka sangat singkat, bahkan tidak mengenal satu sama lain. Tapi, Kaynara bersyukur karena kedua nya memiliki ikatan cinta yang begitu baik.
"Jangan seperti ini, gimana kalau Aini melihat nya? Aku kan malu." bisik Kaynara, Rangga mengatakan jika ia tidak perduli. Lagipula, Kaynara adalah isteri nya. Dan Aini, itu adik nya. Untuk apa mereka malu
"Biarkan saja, lagipula Aini juga sudah mengerti tentang kita kenapa kita harus malu."
"Xixixi"
Kaynara tertawa, ia kembali mengaduk sayur masakan nya itu, wangi nya terasa begitu lezat.
"Dari harum nya saja sudah wangi begini, pasti makanan nya lezat." ucap Rangga memuji masakan Kaynara.
"Tidak selezat masakan mu." Rangga memang jago memasak, dan Kaynara belajar memasak juga dari suami nya Rangga.
Kaynara tiba-tiba murung, Rangga bertanya kepada istri nya apa yang membuat istri nya itu sedih. Kay mengatakan jika ia sangat merindukan keluarga nya di tanah air, Rangga mengerti..Namun, mau bagaimana lagi. Demi kenyamanan dan keselamatan Kaynara. Rangga harus tetap memilih tinggal di sini.
Ia tau, biaya di sini juga sangat mahal namun lebih baik Rangga bekerja keras sampai titik darah penghabisan nya daripada ia harus tinggal di tanah air namun keselamatan istri nya terancam
Rangga tidak tau, jika sebenernya Ryan tidak pernah berniat untuk melukai Kaynara. Bahkan, Ryan lah yang membalaskan dendam Kaynara kepada Elsa.
Ia sudah membunuh wanita yang sudah menghancurkan hidup Kaynara, andai Rangga tau pasti ia akan berterimakasih kepada Ryan. Bukan malah menjauhkan Ryan dari Kaynara.