
Kaynara dan Rangga yang sudah selesai makan pun memutuskan untuk tidur, namun sebelum ke kamar Kay meminta kepada Rangga untuk terlebih dahulu ke kamar. Ia ingin membersihkan meja makan dan akan ke kamar Aini terlebih dahulu.
"Aku akan menyusul, aku ingin menemui Aini terlebih dahulu." ujar Kay, Rangga mengangguk ia beranjak dan segera bergegas ke kamar.
Setelah selesai membersihkan meja makan dan piring yang mereka gunakan tadi. Kaynara menuju kamar Aini. Kay mengetuk pintu kamar Aini dan langsung masuk.
"Hai, kamu masih sedih?" tanya Kaynara yang memegang bahu Aini. Ia merasa bersalah karena tidak bisa menginginkan permintaan Aini.
"Nggak apa-apa kok, Kay. Lagian apa yang kakak ku bilang itu bener, kandungan mu lebih penting dari apapun." namun nada bicara Aini sangat tidak enak, Aini menghapus air mata nya. Kay melihat bingkai album yang di pegang oleh Aini.
"Kamu merindukan mama angkat mu?" sontak Aini langsung menatap Kaynara dengan tatapan dingin.
"Dia mama ku, Kay!"
"Maafkan aku, Aini. Maksud ku mama mu." Kaynara yang merasa tak enak pun langsung meminta maaf. Ia mengerti jika Aini sangat menyayangi mama nya, karena mama nya yang menjaga nya selama ini.
"Jika tidak ada yang mau di bicarakan sebaiknya kau kembali lah ke kamar dan istirahat, aku hanya ingin berdua dengan mama." ucap Aini dengan nada yang dingin. Kay yang merasa terluka dengan ucapan Aini pun mencoba tersenyum, ia segera bangkit dan berpamitan kepada adik ipar nya.
"Baik lah, aku akan istirahat..Kau juga jangan terlalu larut tidur nya ya, jangan terlalu."
"Iya aku mengerti!" belum sempat Kay menyelesaikan omongan nya, Aini langsung memotong ucapan Kaynara.
Ia mengira jika Aini marah karena diri nya tidak bisa membantu Aini yang ingin mereka kembali ke tanah air.
Bukan nya Kaynara tak ingin membantu bicara kepada Rangga, ia sudah coba bicara namun Rangga tetap ingin tinggal di sini.
Kay menghapus air mata nya, ia segera kembali ke kamar nya.
Rangga yang melihat wajah sedih isteri nya pun bertanya ada apa. Kay menggeleng dan mengatakan tidak ada apa-apa.
"Mengapa wajah mu begitu sedih, bukan nya tadi mengatakan ingin ke kamar Kimmy, apakah dia mengatakan hal yang buruk?"
"Ti-tidak! Aini sangat menyayangi ku bagaimana bisa ia mengatakan hal buruk, perut ku tadi terasa sangat sakit. Makanya aku menangis," ujar Kay yang berbohong ia tak mau jika Rangga memarahi Aini dan membuat Aini semakin salah paham kepada nya.
Mendengar ucapan isteri nya yang mengatakan sakit perut, Rangga segera menghampiri Kay ia menuntun Kay untuk berbaring di tempat tidur..
"Aku sudah mengatakan kepada mu untuk tidak terlalu capek, lihat lah sekarang perut mu sakit." Rangga memegang dan menciumi perut Kay dengan lembut dan penuh cinta. Kay tersenyum, kesedihan nya seketika hilang melihat perhatian dan kasih sayang suami nya. Ia melupakan kesedihan nya sesaat.
"A-ku tidak apa-apa, jangan berlebihan seperti ini."
"Perut mu sakit, mata mu sembab bagaimana bisa di katakan tidak apa-apa? Sudah lah jangan terlalu banyak gerak! Nanti anak kita semakin kesakitan." Rangga begitu lucu dan menggemaskan bagi Kay. Walau mereka sebelum nya tidak pernah kenal, namun Rangga selalu memperlakukan nya dengan Baik.