Kaynara

Kaynara
Meminta Maaf



"Apa aku harus bersikap kasar seperti ini baru kau bisa memahami ku?"


"Haha, apa kau mengira aku takut dengan kemarahan mu? Bahkan aku tidak perduli dengan itu semua!"


"Sudah, tolong jangan bertengkar!" Kaynara sadar, ia pun menghentikan pertikaian di antara kakak beradik itu "Apa kalian tidak bosan bertengkar terus?"


"Bukan aku yang memulainya, namun dia!"


Keduanya serentak mengatakan itu, mungkin Clara bersikap seperti ini karena lelah karena Ryan selalu menghinanya dan mamanya.


"Ryan, terimakasih karena sudah menolong ku. Mungkin jika tidak ada kamu, aku bisa tiada!"


Ryan tersenyum "Bahkan aku akan mengorbankan nyawa ku demi keselamatan kamu, Kay!"


"Tidak perlu seperti itu, Ryan! Aku sudah banyak berhutang Budi kepadamu!"


"Tidak, aku tidak merasa kau berhutang Budi kepada ku. Jangan sungkan seperti itu!"


"Baiklah, terimakasih banyak sekali lagi."


Ryan yang malas melihat Clara pun berpamitan untuk pulang "Lain kali, jika orang lain menyuruh mu untuk memberikan makanan kepada asisten ku, kau tidak perlu melakukan itu ya?"


"Tidak ada yang menyuruh ku, aku melakukan ini karena kemauan ku sendiri,"


"Terserah, aku pamit pulang dulu!"


"Kay, kenapa kau melakukan ini? Kau bahkan membuat dirimu celaka. Aku tidak pernah meminta mu untuk memberikan masakan ku ke Jo, bahkan saat aku bertanya. Kau tidak menjawab, Kay bahkan Ryan menyalahkan ku. Bukan hanya itu, dia juga menghina aku dan mama ku. Jika dia hanya menghina ku saja, aku bisa menerimanya. Kini, ia juga menghina mama ku yang telah tiada. Aku tidak bisa menerima itu semua!"


"Maafkan aku, Clara! Sungguh, aku tidak tahu jika seperti itu, sungguh maafkan aku Clara!"


"Sudah lah, Kay! Ini semua bukan kesalahan kamu, tapi aku mohon jangan melakukan itu lagi. Karena bukan cuman aku yang di hina, namun mama ku yang sudah tenang dan tak tahu apa-apa juga di libatkan olehnya. Aku sangat menyayanginya, namun aku juga tidak bisa menerima penghinaan untuk orang tuaku!"


"Iya, Clara. Aku memahaminya. Karena aku juga seorang anak, hati ku sangat sakit jika ada yang menghina keluarga ku terutama ke dua orang tuaku."


Clara mengangguk, mengapa kesalahan kedua orang tua. Anak yang menjadi sasarannya. Apapun itu, Clara tidak perduli baginya kedua orang tuanya yang terbaik.


Walau Clara tidak tahu alasan papanya meninggal mamanya Ryan dan menikah dengan sang mama. Namun yang Clara tahu, jika mamanya adalah orang yang baik dan berhati lembut. Mamanya tidak pernah sekalipun menyakiti kakaknya Ryan.


Clara juga tidak mengerti, mengapa kakaknya begitu membenci mamanya.


"Kay, kamu masih lemah. Sebaiknya kamu istirahat saja!"


Kaynara mengangguk, ia pun mengucapkan terimakasih banyak kepada Clara karena sudah merawatnya.


"Terimakasih banyak, Clara! Kau sudah mau menjaga ku. Aku menyayangi mu!"


"Aku juga menyayangimu, Kay! Aku juga tidak akan melakukan kesalahan. Andai dulu aku tidak ikut dengan mereka kembali ke Indonesia, aku pasti akan menjaga mu di sini. Di titik terlemah mu, dan mengenai keluarga mu. Sebelum datang ke sini, aku sudah memberitahu mereka namun mereka tidak ada di rumah. Tapi aku menitipkan pesan kepada salah satu pelayan, namun mengapa mereka belum juga ke sini? Apakah pelayan itu tidak menyampaikannya?"


Kaynara pun menggeleng "Entah lah, Kay! Namun aku berharap, jika pelayan itu tidak memberitahu keluarga ku, aku tidak ingin membuat mereka merasa cemas!"