
Kaynara memandangi suami nya dengan senyuman termanis yang ia miliki.
"Aduh! argh.." Rangga memegang dada nya, Kay yang panik mendekat ke arah suami nya.
"Kau kenapa?"
"Senyuman mu terlalu manis sampai aku terkena serangan cinta?" goda Rangga, Kaynara memukul bahu suami nya dengan keras.
"Aw."
"Udah deh! nggak usah akting lagi, aku nggak percaya!"
"Ini benaran sakit!" Rangga menarik tubuh Kaynara ke dalam pangkuan nya. Membuat Ibu hamil ini terkejut.
"Jangan seperti ini! aku malu. Bagaimana jika ada yang masuk ke dapur?"
"Gampang, kau tinggal menundukkan wajah mu. Sini, peluk saja aku." Rangga mengarah kan tangan Kaynara untuk mengalung kan di leher nya.
Benar saja, salah satu perawat yang berbeda pun masuk ke dapur.
"Ma-maaf, saya hanya ingin mengambil minum saja." ujar perawat itu. Kaynara yang malu pun mengikuti saran dari suami nya, ia menunduk dan menyembunyikan wajah nya di dada Rangga. Membuat Rangga tersenyum bahagia.
"Tidak apa, ambil saja minum nya lalu pergi lah." ujar Rangga dengan lembut tanpa menyinggung hati perawat itu. Setelah, mengambil minum. Perawat itu dengan segera pergi meninggal kan suami isteri yang sedang bermesraan.
"Benar kan apa kataku? kau ini!" kesal Kaynara pada suami nya, sudah dua kali dalam beberapa jam ini ia kepergok bermesraan bersama suami nya.
"Bermesraan dengan suami sendiri, apa salah nya?" tanya Rangga kepada Kay.
"Iya, memang tidak salah. Yang salah adalah tempat nya. Ini di dapur, semua orang bebas ke sini kapan saja. Sudah dua perawat yang melihat kita. Kita tidak tinggal di sini berdua. Tetapi, ada beberapa pengawal juga tim medis. Aku sangat malu." ujar Kaynara.
"Kenapa harus malu? dan ini bukan lah tempat yang tidak tepat. Tempat yang tidak tepat itu adalah saat kita bermesraan di kuburan dan di lihat oleh para penghuni kuburan itu." canda Rangga pada suami nya.
"Jangan begitu! ini hari kamis."
"Apa apa dengan hari Kamis?"
"Tanda nya nanti malam itu malam jum'at." tiba-tiba senyuman Rangga menjadi lebih genit.
"Baik lah aku mengerti ucapan mu, dan aku akan membuat mu lelah di ranjang." bisik Rangga kepada Kaynara. Kay pun merasa bingung.
Apa maksud nya? lelah di ranjang. Apa iya tak tahu jika malam ini malam Jumat. Pasti banyak para hantu yang berkeliaran. Dia juga membahas kuburan, Ya Tuhan, aku sangat takut jika harus berurusan dengan hantu. Tolong lah, hamba mu yang baik dan rajin menabung ini. ~ batin Kaynara.
Kaynara pun kembali menyembunyi kan wajah di dada suami nya. Rangga pun menyalah arti kan sikap dan ucapan isteri nya. Rangga mengira bahwa Kay mengingin kan malam Jumat yang begitu panjang dengan nya. Padahal, Kaynara sedang membicara kan bahwa jangan membahas tentang kuburan, ini malam jumat pasti banyak hantu yang berkeliaran menurut mitos nya.
"Sudah, tenang! kamu akan nyaman dan aman di malam Jumat ini. Ada aku." goda Rangga. Kay pun yang masih ketakutan memikir kan hantu yang tak ada itu merasa ngeri dan semakin memeluk suaminnya dengan erat. Tanpa sadar mengenai junior sang suami yang menjadi terbangun akibat gesekan dari tubuh nya.